Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi selanjutnya di dalam sana, terakhir saat aku tinggalkan ruangan itu, Putra masih menyiksa Tinje dengan menyalakan api di bawah kakinya. Tinje sempat berteriak-teriak histeris karena kepanasan dan juga telapak kakinya sudah ada yang terbakar, tapi Putra malah menanggapinya dengan tawa dan malah menajutkan aksinya yang lain. Padaal aku sudah mengatakan padanya sebelum keluar ruangan tadi bahwa, penggal saja telapak tanggannya satu agar dia kesakitan terlebih dahulu. Tapi nampaknya itu akan menjadi hal terakhir yang akan Putra lakukan pada Tinje, sekarang dia masih menikmati suasana dramatis yang mungkin sedang dia nikmati saat ini. Kadang aku menikmati aksinya itu tapi kadang juga tidak, terlalu lama melihatnya tersiksa dengan cara yang itu-itu saja en

