“Beneran mau sekolah? Emang, Ara udah mendingan?” Aira tersenyum, mengangguk yakin. Dia sudah merasa lebih baik dari sebelum-sebelumnya, tak lagi pusing ataupun sakit lainnya. Tubuhnya terasa lebih sehat kini. “Aku udah gakpapa kok, Bun. Udah mendingan, sehat malah.” jawab Aira, dia langsung merentangkan tangannya dan memeluk Bunda Zidan dari samping. Dijatuhkan kepalanya itu di pundak Bunda Zidan. “Makasih, ya, Bun udah rawat Aira kemarin. Sayang banget sama bunda.” ucap Aira tulus, benar-benar dari hatinya. Dia mendongak menatap Bunda Zidan. Bunda Zidan tersenyum, mengusap lembut surai Aira yang sudah tak lepek seperti kemarin. “Sama-sama sayang, bunda jauh lebih sayang sama Aira.” balas Bunda Zidan. “Kamu berangkat sama Zidan kan?” Aira terdiam, dia melepas pelukannya perlahan.

