Aira itu memang tak mudah memaafkan, namun memberikan maaf juga tak sesulit bayangan orang-orang. Apalagi orang yang meminta maaf itu orang terdekat kita, paling dekat malah. Juga, Zidan meminta maaf dengan tulus terlihat dari cara berucap dan sorot matanya. Jadi, bagaimana mungkin Aira tak memaafkannya coba? “Tiketnya, tiket apa?” tanya Aira akhirnya, dia penasaran tiket apa yang akan Zidan berikan padanya yang bisa berlaku seumur hidup. Tiket apa coba? Zidan menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyuman, mendengar pertanyaan itu membuatnya optimis jika Aira akan memaafkannya. “Coba tebak?” Aira mencebik, “Gak mau, ah! Yaudah, gak di maafin nih!” ancam Aira yang membuat Zidan dengan cepat menggeleng, jangan sampai dong Aira tak memberi maaf untuk Zidan. “Oke, oke, gue kasih ta

