“Ra, Lo kenapa? Kok diam aja sih. Masih pusing?” Aira menoleh, menatap Jihan disampingnya dan menggeleng pelan. “Enggak, kok.” jawab Aira, dia menghela napas kasar dan kembali fokus pada apa yang tengah dikerjakannya, yaitu mengerjakan tugas Bahasa. Jihan terdiam, dia menggigit bibirnya pelan, melirik terus menerus pada Zidan yang duduk didepan sana, dia juga melirik Aira disampingnya. Sebenarnya ragu mengatakan ini pada Aira, namun ini semua harus dikatakan sekarang juga. Jihan berdehem, membuat Aira menoleh menatapnya. “Ra, ada yang mau gue kasih tahu sama lo.” Aira menaikkan sebelah alisnya, “Apa?” tanya Aira. Jihan bergumam pelan, dia terkekeh yang membuat Aira jadi penasaran dengan apa yang akan dikatakan perempuan itu. “Apaan sih? Jadi penasaran gue.” Jihan kembali terkek

