38. Si Meisan

1609 Kata

Aira benar-benar dibuat tersenyum lebar sepanjang hari ini hanya karena pengakuan dari Zidan yang sangat sederhana. Pengakuan Zidan tentang dirinya yang cantik, sangat membuat dia deg-degan dibuatnya. Kalau saja dirinya punya sayap, mungkin dia sudah terbang saat itu juga hanya karena pujian Zidan. Pujiannya sederhana, namun dari orang yang berharga jadi efeknya luar biasa. “Lo sehat kan, Ra?” Aira menoleh seketika, masih menunjukkan senyumnya. Bola matanya menatap keatas, namun kemudian kembali menatap Jihan yang bertanya demikian. Dia mengangguk pelan. “Se-hat kok. Kenapa emangnya?” tanya Aira, dia mengembung sebelah pipinya. Jihan terkekeh, dia mengendikan bahunya. “Ya, aneh aja. Daritadi Lo senyam-senyum gak jelas. Gue pikir, Lo kenapa-napa gitu.” “Apaan sih! Gue sehat kali.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN