37. Karena Pengakuan, boleh terbang tidak?

1533 Kata

“Zidan... Bangun! Bangun!” Aira langsung menguncang-guncang tubuh Zidan, namun lelaki itu seperti tak terganggu sedikitpun, masih setia dengan tidurnya yang terlentang di atas karpet samping ranjangnya. Aira mendengus kesal, dia menatap jam dinding. Masih pagi sebenarnya, sangat malah.Tapi, ini kenapa Zidan bisa sampai tidur di kamarnya coba? Ya, meskipun mereka tak tidur satu ranjang. Aira di kasur, Zidan di lantai beralaskan tikar berbulu yang super lembut dan hangat. Tapi, kan tetap saja tidak boleh. Kalau sampai bunda tahu, habis lelaki itu kena omelan dan ceramahan. Aira mendengus, menatap Zidan yang masih tidur juga. Sedangkan, tenggorokannya terasa kering, dia butuh air. Dia beranjak, mengambil botol minumnya diatas meja nakas yang ternyata tak berisi, alias kosong. Dia memilih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN