06 Willow

1755 Kata
Pertemuannya dengan Teresia tempo hari membuat Lui semakin giat untuk belajar, apalagi gula - gula yang Teresia berikan mampu membuat rasa bosan Lui akibat belajar menjadi kembali semangat. Meski baru 2x bertemu dengan Teresia, namun itu membuat Lui menaruh harapan kepada Teresia sesuai dengan janjinya yang akan mengunjunginya setiap hari senin. Tentunya, apapun mengenai perkembangan belajar pangeran mau tak mau Felicia harus melaporkannya kepada kaisar, melihat kemajuan dan perkembangan dari Lui yang cukup signifikan membuat Kaisar penasaran kepada anaknya itu dan menyuruhnya untuk segera menghadap kepadanya. Kaisar ingin mengetes beberapa hal mengenai pembelajaran yang sudah anaknya itu lakukan. Jika di cerita aslinya, sebelum raja memanggil Lui untuk menghadap ke arahnya. Lui seringkali merasa cemas akan hal itu dan ketika waktunya tiba dimana ayahnya memanggil dan mengetes Lui, semua jawaban yang dilontarkan Lui kurang memuaskan sehingga membuat ayahnya kecewa dan memarahi Lui dimana itu adalah awal mula Lui memiliki anxiety yang berlebih Teresia berharap kehadiran dirinya itu setidaknya bisa mengubah sedikit demi sedikit jalan cerita aslinya yang sangat suram dan menyakitkan bagi Lui, menariknya dari jurang kehancuran dan kegelapan dan memberikannya arti akan apa itu hidup selayaknya manusia normal dan menikmati indahnya masa kecil "Salam, ayah." Ucap Lui sedikit membungkuk kepada raja yang berada di depannya itu. Mata merah itu menatap sosok anaknya itu dengan tajam Disamping singgasana yang terbuat dari emas, terdapat sosok wanita dengan rambut pirang yang sangat cantik tengah menatap anak di depannya itu dengan sorot mata yang menunjukkan kerinduan. Bagaimanapun anak itu merupakan darah dagingnya yang ia kandung selama 9 bulan lamanya "Bagaimana kabarmu, nak?" Tanya ayahnya itu, Lui masih membungkukan badannya. "Baik, ayah." Jawabnya Meski tubuhnya kecil selayaknya anak pada umumnya, namun otak cerdasnya itu mampu membuat Lui bersikap seperti orang dewasa "Angkat kepalamu, nak. Ayah ingin mengetahui sejauh mana belajarmu." Ucap kaisar, Lui mengangkat kepalanya dan mengangguk paham Kemudian, kaisar mulai melontarkan pertanyaan kepada Lui dan dengan santainya Lui menjawab semua pertanyaan itu dengan mudah begitupun dengan pertanyaan seterusnya, Lui beberapa kali mengerutkan keningnya jika pertanyaan yang dilontarkan oleh ayahnya itu berasa sulit baginya Mendengar semua jawaban Lui, kaisar merasa cukup puas dan memberikan hadiah kepada Lui. Namun, Lui menolak akan hadiahnya itu dan ia meminta pengganti dengan mengizinkannya untuk berhenti belajar selama satu hari dan mengunjungi Teresia Sebenarnya, kaisar cukup keberatan mendengar hal itu namun karena Lui yang memintanya sendiri dan sebagai hadiah pengganti mau tak mau raja mengabulkan permintaan anaknya itu dimana dia diberi izin untuk mengunjungi Teresia pada esok hari. ⋆ ˚。⋆୨୧˚ ˚୨୧⋆。˚ ⋆ Henry terkejut mendengar kabar jikalau putra mahkota akan mengunjunginya pada hari ini, Henry mengerahkan semua pelayan yang berada di kediamannya untuk membersihkan dan merapikan rumahnya, sehingga pagi itu suasana rumah Henry sangatlah sibuk dan ramai akan berbagai aktivitas Teresia masih tertidur lelap, rambut merah muda panjangnya itu berantakan seiring dengan posisi tidurnya yang tak karuan. Samar - samar Teresia merasa terganggu akan suara berisik yang ia dengar hingga akhirnya ia membelalakan matanya terkejut ketika mendengar dentuman pintu yang keras diikuti dengan suara melengking dari Angelina "Teresia kau masih tidur? Astaga!!" Omel ibunya dan menghampiri Teresia, anak itu dengan cepat bangkit dari tidurnya dan mengangkat tubuh bagian atasnya itu "Kau harus mandi cepat, putra mahkota akan mengunjungi mu." Ucap ibunya itu dan menyibak selimut yang masih melilit di tubuhnya itu "Lui?" Tanya Teresia, Angelina mengangguk. "Ya! Dia akan kesini, Henry daritadi sibuk membereskan pekerjaannya agar bisa menemani putra mahkota." Jawab Angelina dan menggendong Teresia menuju kamar mandi Walaupun kebingungan, Teresia hanya bisa mengangguk jiwanya masih belum sepenuhnya berada di tubuhnya. Angelina mengenakan pakaian yang mewah kepada Teresia, gaun berwarna pink pastel dengan aksen kupu - kupu dan memakai bandana senada yang terdapat aksen permata di atasnya membuat tampilan Teresia terlihat sederhana namun mewah. Tak lupa jepit rambut bermotif kupu - kupu ikut menempel di atas rambutnya. Angelina yang masih sibuk menyisir rambut Teresia fokusnya teralihkan ketika anaknya itu bertanya kepadanya "Apakah ada sesuatu bu?" Tanya Teresia, menatap ibunya dibalik cermin yang ada di depannya "Apa maksudmu bertanya seperti itu hmm?" Tanya ibunya, Teresia tersenyum. "Habisnya Lui tiba - tiba datang berkunjung." Jawab Teresia Sebenarnya Teresia penasaran dengan tujuan Lui menghampirinya, di cerita aslinya sebelum Lui menginjak umur 16 tahun dia tidak pernah meninggalkan istana akan tetapi hari ini Lui tiba-tiba berkunjung ke kediaman Count membuat Teresia penasaran "Kudengar dari ayahmu, katanya putra mahkota mengunjungi kita sebagai hadiah dari kerja keras pangeran belajar." Jawab Angelina, Teresia mengernyitkan keningnya "Tapi kenapa harus kesini bu?" Tanya nya, Angelina menghentikan kegiatannya sebentar ia nampak berfikir sebelum akhirnya kembali menyisir rambut anaknya "Hmmm... Sepertinya pangeran ingin bermain denganmu. Kau sering bermain dengan pangeran kan ketika mengunjungi bibi Felicia?" Ucap Angelina, yang membuat Teresia tercengir dan tersenyum kikuk "Hehe... Maafkan aku ibu." Jawab Teresia yang membuat Angelina mencubit hidungnya dan kembali menata rambut anaknya itu agar terlihat cantik Angelina yang sibuk dengan dunianya sendiri begitupun dengan Teresia yang ikut larut ke dalam dunianya sendiri "Jika raja memberikan hadiah kepada Lui, apakah itu tandanya Lui berhasil menjawab pertanyaan raja tanpa membuatnya kesal?" Pertanyaan itu terus muncul di benak Teresia, ia merasa gelisah dengan alur novelnya yang berubah cukup drastis, ia khawatir akan ada konsekuensi dibalik berubahnya jalan ceritanya. ⋆ ˚。⋆୨୧˚ ˚୨୧⋆。˚ ⋆ Dari kejauhan terlihat kereta kuda istana diikuti dengan beberapa pengawal di belakangnya yang mulai memasuki wilayah kediaman count, pemilik rumah beserta anaknya sudah menunggu di halaman untuk menyambut mereka. Kereta kuda itu terlihat sangat mewah dengan aksen emas dan ukiran khas kerajaan sangat berbeda dengan kereta kuda yang menjemput Felicia, kereta itu berhenti tepat di depan hadapan pasangan Count dan Teresia. Beberapa detik kemudian pintu terbuka dan memperlihatkan sosok wanita dewasa yang membuat Henry terkejut dan segera menghampiri kereta itu dan menyodorkan tangannya "Selamat datang yang mulia di kediaman sederhana kami." Ucap Henry sambil menunduk hormat, wanita itu mulai berjalan keluar, menuruni satu persatu anak tangga di kereta kuda sambil menggenggam lengan Henry "Maaf atas kedatangan ku yang mendadak, sebenarnya aku tak bisa membiarkan pangeran pergi sendiri aku khawatir terjadi apa - apa dengannya jadi aku ikut." Ucap wanita itu yang membuat Henry tersenyum memaklumi Setelah yang mulia ratu menginjak tanah, disusul dengan Lui yang keluar dari kereta kuda. Meski masih anak - anak tapi tak bisa dipungkiri jika visual anak ini tidak main - main apalagi dengan mata merah ruby nya yang dapat membuat seseorang terpesona "Apa ini Teresia?" Tanya ratu kepada Angelina, Angelina mengangguk dengan hormat sebagai jawaban dan Teresia menunduk hormat "Tidak baik berlama-lama di luar, mari kita masuk ke dalam yang mulia." Ucap Angelina. Kemudian mereka memasuki ke dalam kediaman count, Lui menggenggam jari jemari tangan ibunya begitupun dengan Teresia Meskipun ratu berusia lebih tua dari Angelina dan Henry, namun wajahnya tetap cantik dan awet muda. Rambut pirang dengan mata birunya sangat berbeda dengan Lui, sungguh gen ayahnya sangat kuat sehingga Lui hanya mewarisi bentuk wajah ibunya selebihnya di d******i oleh gen ayahnya Setelah melakukan makan siang, Lui meminta izin kepada ibunya untuk bermain dengan Teresia karena memang itu tujuannya kemari dan ratu memperbolehkan. Dua anak kecil itu berlari menuju taman yang ditumbuhi pohon wisteria dan willow berlarian disana sambil tertawa dan berteriak "Haha... Kau tidak akan bisa menangkapku pangeran." Ejek Teresia kepada Lui yang sedang ngos - ngosan sambil menundukkan setengah tubuhnya Karena Lui yang jarang keluar dan melakukan aktivitas seperti sekarang ini, berlari kesana kemari mengejar Teresia fisiknya menjadi cepat lelah "Bagaimana bisa Tere berlari secepat itu tanpa lelah?" Tanya pangeran masih dengan posisi yang sama, Teresia tertawa sebagai jawaban "Hahaha aku dan emma sering berlarian disini, emma sering memaksaku minum obat dan aku tidak mau. Tapi tetap saja emma bisa menangkapku walaupun aku sudah berlari sekencang mungkin." Jawabnya, sambil menyodorkan tangannya. Lui mengangkat wajahnya dan menatap Teresia sebelum akhirnya menerima sambaran tangannya "Yuk kita duduk disana." Tunjuknya kepada salah satu pohon willow yang daunnya sangat lebat, Lui mengangguk dan tubuhnya mulai kembali tegap Mereka berjalan menuju arah yang tadi ditunjuk oleh Teresia dengan kedua kaki mungil mereka, Emma dan penjaga kerajaan lainnya mengawasi mereka dari dekat mengikuti setiap langkah mereka "Bahkan aku lebih tinggi daripada pangeran." Lagi - lagi Teresia mengejek Lui yang membuat Lui tertawa getir, Lui tak bisa mengelak apa yang dikatakan oleh Teresia fakta bahwa Teresia lebih tinggi daripada Lui itu memang benar "Pangeran harus sering-sering berjemur dibawah sinar matahari ya, karena dengan begitu pangeran bisa setinggi pohon willow ini." Ucap Teresia ketika mereka telah sampai di depan pohon willow yang bahkan saking lebatnya sebagian daunnya mencapai permukaan tanah Lui mengangguk, ia terkesan dengan pohon willow yang lebat ini. Di istana, dia tidak pernah melihat pohon hingga daunnya menyentuh permukaan tanah dan ia juga tak pernah melihat pohon yang menghasilkan bunga warna warni yang indah Teresia benar - benar seperti pembuka jalan untuk dunia barunya yang ia belum pernah temukan, rambut merah muda itu terlihat seperti permen kapas saat berada di bawah terik matahari dengan mata biru yang menenangkan seolah-olah dia sedang melihat langit yang menuju fajar Teresia merebahkan dirinya di atas rumput - rumput hijau yang berada di bawah pohon willow tersebut, rambutnya itu langsung menyentuh rumput yang ada disana "Maaf Tere, tapi aku tidak bisa tidur sembarangan." Tolak Lui halus, ia paham betul dengan tata krama istana dan hal yang tidak boleh ia lakukan sebagai calon pewaris tahta kerajaan. Terlebih lagi, para pengasuh dan pengawal Lui mengawasi mereka yang berjarak 100 meter darinya Lui hanya bisa terduduk sambil menselonjorkan kedua kakinya, kulit putih yang terbalut dengan celana pendek itu terangkat seatas lutut dan kulitnya bersentuhan langsung dengan rumput "Coba lihat itu pangeran, awan itu membentuk seperti anjing." Tunjuk Teresia ke arah langit, tatapan mata Lui mengikuti arah yang ditunjuk oleh Teresia dan matanya langsung berbinar ketika melihat awan yang menyerupai seekor anjing yang sedang berlari Saking sibuknya belajar dan menghabiskan waktunya dengan membaca buku, hal - hal seperti ini tidak pernah Lui rasakan "Lihat itu! Seperti gajah!" Tunjuknya lagi, yang membuat Teresia melihat ke arah yang ditunjuk oleh Lui "Ahh iya disana juga seperti kuda!" Tunjuk Lui lagi dengan penuh antusias, bagi Lui ini pertama kalinya dia mengeksplor hal - hal seperti ini, namun bagi Teresia (marrie) ini adalah hal kesekian kalinya yang ia lakukan ketika waktu kecil bersama ibunya ketika ibunya masih hidup. Teresia merasa senang bahwa kenangan selama kehidupannya dulu dapat membawa pengaruh kepada Lui Kemudian mereka tertawa bersama - sama saling menunjukkan bentuk awan yang membentuk seperti seekor hewan, Teresia dengan pose rebahannya dan Lui yang masih menerapkan tata krama istana menghabiskan waktu dengan menatap langit sambil menikmati semliwir angin yang menyapa wajah mereka dan suara gesekan daun willow yang tertiup angin.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN