13. Senang vs Sedih

561 Kata
" Sepertinya kamu sangat menyukai Melodi" kata Prayoga setelah berada diruangan Arrey. " Tepat sekali papa....dia sangat cantik dan juga pintar dan cerdik" puji Arrey. " Dan kedatangan papa kemari memberimu kabar baik. " " Apa itu pa " tanya Arrey tidak sabar. Prayoga tersenyum. Hatinya sangat paham. bahwa anaknya sangat menyukai Melodi. Dan sepertinya dia tidak salah menjodohkan Arrey dengan Melodi. Karena dia gadis yang baik. " Pernikahanmu akan dilaksanakan Minggu ini juga. Segera persiapkan mas kawinmu, dan persiapan lain" " Wow.....luar biasa..terimakasih Papa ini kabar yang sangat menyenangkan" " Ajak Melodi untuk fitting baju pengantin yang sudah Papa pesan. Dan untuk masalah gedung semua sudah diurus oleh WO yang sudah Papa tunjuk, Kamu tinggal siapkan mas kawinmu" jelas Prayoga. " Arr kira Papa juga sudah siapkan.." kata Arrey sambil nyengir. " Lo kamu kan yang nikah..masa Papa yang siapkan mas kawinya....ya kamu siapkan sendiri dan dengan uangmu sendiri...ok.." protes Prayoga. " Ah Papa gak asyik..." sungut Arrey. " Biar kamu belajar membahagiakan seorang wanita yang kamu sayangi. Dan pasti kamu akan merasakan hal yang berbeda. Ok...jagoan Papa....siapkan semuanya." " Ok papa..." jawab Arrey pasrah. " Papa pergi dulu...ada janji dengan WO" pamit Prayoga. "Hati- hati pa.." pesan Arrey. " Yessss....." pekik Arrey sambil mengepalkan dan menarik- narik tanganya berulang ulang seperti anak kecil yang mendapat hadiah mainan. " Waduh...apa mas kawinya ya..." Alis tebal Arrey bertaut. Pertanda dia sangat berpikir keras. *** Dengan langkah lesu, Melodi meninggalkan mejanya. Jam pulang kantor telah tiba. Seharusnya sebagai karyawan harus senang. Tapi tidak bagi Melodi. Dia berusaha bekerja seprofesional mungkin. Mengesampingkan masalah pribadinya. Dan disaat tidak dalam pekerjaan dia teringat akan semua masalah pribadinya. ' Erlangga ' batinya. "Lagi apa kamu sekarang Ngga,, aku kangen...kangen banget" Gumam Melodi sambil memejamkan matanya. Bulir bening mengalir dari kedua sudut matanya. Rasa sakit dan perih kembali menyeruak didalam hatinya. Terlintas berbagai peristiwa indah saat bersama Erlangga dan berganti dengan peristiwa menyedihkan beberapa waktu lalu. Dan kenyataan semakin menyakitkan saat dia mengetahui atasanya adalah orang yang dijodohkan dengannya. " Hai...ngelamun aja...!?" teriak Susan. Melodi segera memalingkan wajahnya dan segera menyusut air mata yang masih mengalir. Kemudian dia tertawa kecil pada Susan. " Enggak ngelamun kok, cuma sepi aja sendiri. Biasanya jam pulang begini kan kita bersama." Sebisa mungkin Melodi mengalihkan perhatian Susan. " Iya sih...eh mau ngopi dulu ga.." tawar Susan. " Boleh...dimana" Melodi menyetujui ajakan Susan supaya sedikit terhibur dari luka hatinya. Baru satu meter mereka melangkah, sebuah mobil sport warna hitam berdiri didepan mereka. Arrey keluar dari mobil dan langsung berjalan mengitari mobil kearah Melodi dan Susan. " Pak Arrey, a..ada apa pak" tanya Susan sedikit gugup. Tanpa senyum, dengan wajah tanpa ekspresi Arrey berkata" Saya ada urusan dengan Asisten Pribadi, bisa kamu duluan" " Oh iya..pak..." kata Susan Segera.." Mel duluan ya.." Pamitnya kemudian melangkah pergi " Hati-hati.." Sahut Melodi. " Silahkan masuk..." Kata Arrey setelah membukakan pintu. " Ada apaan sih...aku sudah janji sama Susan tadi. kamu malah muncul kaya hantu.." sungut Melodi ketus. " Kamu mau masuk sendiri atau aku gendong ha.." kata Arrey dengan dingin. Detik berikutnya Arrey sudah memegang pinggang Melodi. Membuat dia kaget bukan main. Wajah memerah karena kesal. " lepaskan...aku bisa sendiri" teriaknya sambil mengibaskan lengan Arrey. Kemudian masuk ke Mobil. Arrey tersenyum penuh kemenangan dan segera mengitari mobil dan duduk dibelakang kemudi. Mobil melaju membelah jalanan menuju ke sebuah pusat perbelanjaan yang terkemuka di kota itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN