12. Bimbang

700 Kata
" Angga, lue serius dengan yang tadi" tanya Agung memecah kesunyian. " Gue tidak tahu Gung. Gua sudah putus asa, walau hatiku bimbang, tapi mungkin ini yang terbaik untuk semua, seperti kata Pak Hardi" kata Erlangga pasrah. " Jadi ini ada kaitannya dengan Om Hardi" ulang Agung lagi. " Demi kebaikan bersama, dia meminta gue segera menikah." Agung ingin bertanya lebih lanjut, tapi Erlangga sudah berjalan meninggalkannya menuju kamar. " Gue mau sendiri dulu." " Eh makan dulu, sayang ni makanan yang dibeli sama Andri" " Tidak lapar" sahut Erlangga lantas menutup pintu kamarnya. " Sedih sih sedih, tapi jangan biarkan makanan jadi merana karna diabaikan, kasihan banget " kata Agung sambil mengelus kotak makanan. " Ngga makan dululah sedikit, nanti lie sakit" teriaknya kembali. Tak ada sahutan. " Ah terserah lue DECH, mending gue makan terus nonton tv. Lelah juga nungguin orang lagi patah hati" gerutu Agung sambil membuka kotak makan tersebut dan mulai makan. *** Setelah mengetahui bahwa atasanya adalah orang yang telah dijodohkan dengannya, apalagi sekarang menjabat sebagai asisten pribadinya. Melodi jadi malas kekantor. Dengan malas dia melangkah menuju meja baru dia, persis didepan ruangan Presiden Direktur. Tidak lagi di kubikel seperti kemaren. Baru saja dia duduk telepon dimejanya berdering. " Hallo" " Keruangan saya sebentar, ada tugas untukmu" "Iya Pak" sahut Melodi Malas, kemudian melangkah menuju pintu. Tok..tok..tok.. " Masuk..." Melodi mbuka handel pintu. dan menutupnya kembali " Ada apa" ketus Melodi. Membuat Arrey langsung tersenyum dan berdiri menghampiri Melodi yang berdiri tak jauh dari pintu. Senyum mengembang di bibirnya, berbanding terbalik dengan Melodi yang bersungut- sungut. " Hei...bisa lebih lembut tidak, aku kan atasan kamu, lebih tepatnya calon suamimu" kata Erlangga sambil terus mendekat. dan Melodi pun mundur karena Arrey semakin dekat dengannya hanya berjarak dua langkah didepanya. " Berhenti,..jangan maju lagi, atau aku akan teriak" Melodi panik, dia mengangkat tanganya berjaga- jaga. " Teriak juga gak ada yang dengar sayang. Di lantai ini hanya ada ruangan ku dan meja kamu didepan. siapa yang dengar" kata Arrey sambil terus maju. Dan Melodi sudah mentok dipintu yang tertutup. " Oke...sampai kamu maju lagi, aku mengundurkan diri dari pekerjaan ini" teriaknya gugup. Tak urung membuat Arrey tertawa. " Memangnya menurutmu aku mau ngapain Mel" kata Arrey gemes. Melihat Melodi yang gugup karena panik. Menurutnya sangat lucu dan menggemaskan. " Mau kurang ajar " sahut Melodi cepat. Lalu Arrey tertawa lagi. " Kamu salah Mel, itu ada sesuatu dihijapmu, makanya aku mau bersihin" katanya lagi sambil terus tertawa. Melodi kaget dan langsung meraba hijap diatas kepalanya, bener kata Arrey ada daun kering yang menempel,ungkin tadi pas berjalan sambil ngelamun, jadi menabarak pohon hias didepan gedung. " Ohhhh..." kata Melodi sambil menahan malu, wajahnya merah merona. Arrey masih tertawa, membuat Melodi tak berkedip memandang nya. Kemarin dia begitu dingin dan begitu berwibawa didepan seluruh karyawannya, tapi saat ini didepanya berbanding terbalik. Dia begitu periang dan humoris. Tertawa lepas tanpa beban. Merasa diperhatikan Arrey menghentikan tawanya dan balik memandang Melodi, membuat Melodi gugup dan mengalihkan pandangannya. " Aku ganteng ya, sampai segitunya lihat aku" " Pede banget, mau apa nyuruh aku kemari" ketus Melodi lagi. " Kangen sama kamu" " Apaan sih, aku serius, kalau gak ada hubungannya dengan pekerjaan lebih baik aku keluar, " tambah lagi masih dengan nada ketus. " Aku serius,.." kata Arrey sambil kembali melangkah mendekati Melodi. " Dasar kamu huh..." bentak Melodi kemudian berbalik membuka pintu dan berlari keluar. Dan Arrey langsung menyusulnya ke arah pintu. Karena berlari dan kurang waspada Melodi menabrak sesorang didepan pintu. Dan dia terjatuh. Beruntung orang yang ditabrak hanya terhuyung sedikit. " Melodi, kamu gak papa nak, " kata orang itu kaget dan langsung membantu Melodi berdiri. Arrey yang baru membuka pintu pun terkejut melihat Melodi jatuh. " Om Yoga,..gak papa kok..maaf ya Om..Melodi tidak lihat" Jawab Melodi gugup, karena yang ditabraknya tak lain adalah Prayoga. " Papa, ada apa kesini" tanya Arrey melihat papanya. " Papa harusnya nanya, ada apa Melodi sampai lari- lari keluar dari ruanganmu" tanya Prayoga sambil menyipitkan matanya. Disambut tawa oleh Arrey, Sementara Melodi hanya menunduk malu dan beringsut menuju mejanya. " Ayo masuk pa.." kata Arrey sambil menarik lengan papanya, supaya tidak banyak bertanya lagi. Karena melihat Melodi yang seperti sangat malu pada Papanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN