Sakura berjalan menuju pintu dan membukanya dengan hati-hati. Tidak ada siapa-siapa di luar sana. Namun, tiba-tiba terdengar tangisan bayi yang membuat hati mereka terenyuh.
Sakura memandang ke arah bawah pintu, di mana suara itu berasal dari sebuah keranjang yang berisi bayi yang dibungkus kain jarik dan ada secarik kertas di sampingnya.
"Maafkan kami sebagai orangtua yang belum mampu untuk membesarkanmu. Tolong rawat bayi ini seperti anak sendiri. Kami bahkan belum menamainya. Terima kasih," bunyi tulisan di kertas tersebut.
Sakura memanggil Liliana Gerald dan Bu Reina untuk melihat bayi itu dan menyerahkan kertas yang mungkin ditulis oleh orangtuanya.
"Kasihan sekali. Bawa masuk, Sakura," ujar Bu Reina dengan simpati, menutup pintu, dan menyuruh Sakura membawa masuk bayi tersebut.
"Ya ampun, siapa yang tega sekali membuang bayi ini?" seru Princess Aluna Lucky yang duduk di sofa, masih memakan cokelat dari Adrian dan Shawn kemarin.
Mereka semua merasa prihatin dan terharu melihat bayi yang ditinggalkan. Liliana Gerald memberikan ide.
"Seorang bayi laki-laki. Kita harus memberinya nama," ucap Liliana Gerald dengan penuh keputusan.
"Kamu tidak pulang ke rumah, Liliana?" tanya Princess Aluna Lucky dengan keingintahuan.
Liliana tersenyum. "Tidak, Aluna. Rumah ini adalah rumah keduaku sekarang. Kita adalah keluarga, dan aku ingin membantu merawat bayi ini bersama-sama."
Mereka semua setuju dengan keputusan Liliana. Mereka berjanji untuk memberikan bayi tersebut kasih sayang, perawatan, dan keluarga yang dia butuhkan.
Mereka semua duduk di sekitar bayi yang baru saja mereka temukan. Mereka merasa terikat oleh rasa iba dan kepedulian terhadap bayi tersebut.
"Kita harus memberinya nama yang indah dan memiliki makna yang kuat," ucap Sakura dengan penuh keputusan.
Semua orang setuju dan mulai memikirkan nama yang sesuai. Mereka berdiskusi dan mempertimbangkan berbagai pilihan.
"Tentu saja, kita juga harus memikirkan masa depannya. Bayi ini layak mendapatkan kesempatan yang terbaik dalam hidupnya," tambah Bu Reina dengan penuh kebijaksanaan.
Setelah beberapa saat, mereka akhirnya mencapai kesepakatan. Liliana Gerald mengusulkan nama yang penuh harapan.
"Bagaimana kalau kita memberinya nama Noah? Nama itu memiliki arti 'penghibur' dan juga melambangkan kekuatan dan keteguhan," ujar Liliana Gerald dengan penuh keyakinan.
Semua orang merasa nama Noah sangat cocok untuk bayi tersebut. Mereka merasa senang telah menemukan nama yang indah dan bermakna bagi bayi yang baru saja mereka temukan.
"Selamat datang, Noah," ucap Princess Aluna Lucky dengan penuh kasih sayang, sambil memegang tangan kecil bayi tersebut.
Mereka semua merasakan kehangatan dan kebahagiaan dalam keluarga mereka yang baru saja bertambah. Mereka berjanji untuk memberikan Noah cinta, perhatian, dan kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan.
"Kita banyak mendapat kejutan bulan ini, ya, Aluna," ujar Bu Reina sambil tersenyum, menggendong Noah dengan penuh kasih sayang.
"Sepertinya kita harus membeli keperluan untuk Noah. Ayo, kita keluar untuk berbelanja," ajak Sakura dengan wajah yang penuh kebahagiaan.
"Ayo, biar aku yang menyetir," tambah Liliana Gerald, siap untuk membawa mereka pergi.
Mereka semua keluar dari rumah dan menggendong Noah masuk ke dalam mobil, lalu melaju menuju toko grosir bayi yang besar.
Ketika mereka tiba di toko, mereka melihat sepasang remaja berpakaian sekolah yang tersenyum melihat kepergian mobil mereka.
"Ini lucu," ucap Sakura sambil mengambil beberapa setelan bayi newborn di tangannya, lalu menunjukkannya kepada Princess Aluna Lucky, Bu Reina, dan Liliana Gerald.
"Ambillah, urusan baju ibu serahkan pada Sakura. Liliana, ambil keperluan minumnya seperti termos air panas, botol dot s**u, pacifier, dan sikat botol s**u, serta yang lainnya. Aluna, duduk saja dan terus menggendong bayi. Ibu akan mengambil popok dan perlak bayi," instruksi Bu Reina dengan penuh perhatian.
Princess Aluna Lucky menatap bayi mungil itu dengan senyuman, merasakan kehangatan dan kebahagiaan yang tak tergantikan.
"Begini rasanya menggendong bayi," batinnya dalam hati, penuh dengan perasaan cinta dan kebahagiaan.
Mereka semua berjalan di sepanjang lorong toko, mencari keperluan bayi yang dibutuhkan. Sakura dengan penuh semangat memilih pakaian-pakaian lucu untuk Noah, sementara Liliana Gerald mencari perlengkapan minum yang praktis dan aman.
Princess Aluna Lucky duduk di dekat rak perlengkapan bayi, masih memegang Noah dengan penuh kelembutan. Dia merasa terharu melihat semua persiapan yang dilakukan oleh keluarganya untuk bayi kecil itu.
Bu Reina berjalan ke bagian popok dan perlak bayi, memilih yang terbaik untuk Noah. Dia memilih dengan hati-hati, memastikan kenyamanan dan keamanan bayi tersebut.
Setelah mereka selesai berbelanja, mereka membayar barang-barang tersebut dan kembali ke mobil. Mereka merasa puas dan senang dengan persiapan yang telah dilakukan untuk Noah.
Saat mereka tiba di rumah, mereka dengan hati-hati membawa semua barang ke dalam. Mereka merapikan dan mengatur kamar bayi, menciptakan lingkungan yang nyaman dan hangat untuk Noah.
Princess Aluna Lucky duduk di kursi goyang di dekat tempat tidur bayi, sambil menggendong Noah. Dia merasa bahagia dan bersyukur atas kehadiran bayi itu dalam hidupnya.
"Kamu adalah anugerah yang luar biasa, Noah. Kami akan selalu ada untukmu dan memberikanmu kasih sayang yang tak terhingga," ucap princess Aluna lucky dengan lembut.
Mereka semua berkumpul di sekitar princess aluna lucky dan Noah, merasakan kehangatan dan kebahagiaan dalam keluarga yang mereka bangun bersama.
Mereka menidurkan bayi itu di box bayi, lalu mulai menata kamar tidur mereka dengan penuh kecermatan.
"Aku akan pulang dulu. Besok aku akan datang lagi. Kasihan Papa dan Mama kesepian tanpaku. Aku akan menceritakan tentang Noah pada mereka," ujar Liliana Gerald sambil pamit pulang, meninggalkan Sakura dan Bu Riana yang akan mengurus Princess Aluna Lucky dan bayi kecil Noah.
Noah sepertinya merasa nyaman di antara perempuan-perempuan yang perhatian dan penuh kasih sayang. Dia pun tertidur pulas.
"Aku akan memasak makan siang kita, Bu. Aluna, tidurlah sebentar di kamar bersama Noah," kata Sakura dengan penuh perhatian.
Princess Aluna Lucky pergi ke kamar tidur, sementara Bu Riana sibuk menata ruangan dan perlengkapan bayi di dalam lemari mereka.
Sakura memotong ikan salmon dan memasak labu kuning untuk makan siang mereka. Aroma sedap segera mengisi ruangan saat hidangan itu matang.
Setelah sejam berlalu, Sakura membangunkan Princess Aluna Lucky untuk makan siang, sambil menyuruh Bu Riana untuk makan bersama mereka. Setelah makan, Sakura membuat s**u untuk Noah yang masih tertidur nyenyak. Bu Reina yang sudah selesai beres-beres pun tidur di kasur bersama Princess Aluna Lucky.
****
"Pa, Ma, Liliana pulang," ucap Aluna dengan senyuman.
"Akhirnya kamu pulang juga. Rumah rasanya sepi tanpamu," ucap Bu Axel sambil memeluk Liliana.
"Bagaimana keadaan Aluna?" tanya Bu Axel dengan perhatian.
"Aluna hanya mengalami mual muntah biasa, Ma," jawab Liliana dengan penuh kelegaan.
Mereka semua merasa lega mendengar bahwa Aluna hanya mengalami gejala biasa dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Liliana Gerald belum menceritakan secara mendetail tentang Princess Aluna Lucky.
"Ma," ujar Liliana Gerald sambil mengajak ibunya duduk di ruang tamu dan mengambil cemilan di meja.
"Ya, ada apa, Liliana?" tanya ibunya.
"Ma, kami tadi menemukan bayi yang dibuang oleh orangtuanya di depan rumah Aluna," jelas Liliana dengan nada prihatin.
"Iya, kasihan sekali bayi itu. Lalu, bagaimana kelanjutannya?" tanya ibunya dengan kekhawatiran.
"Kami menggendongnya masuk ke dalam rumah, membeli perlengkapan s**u, popok, dan juga pakaian untuknya, Ma," jawab Liliana dengan penuh perhatian.
"Bayi itu laki-laki atau perempuan?" tanya ibunya dengan rasa ingin tahu.
Liliana tersenyum. "Bayi itu laki-laki, Ma. Kami memberinya nama Noah."
Ibunya mengangguk, merasakan kepedulian dan kebaikan hati yang ditunjukkan oleh Liliana dan teman-temannya.
"Kalian telah melakukan hal yang baik, Liliana. Bayi itu beruntung memiliki kalian semua," ucap ibunya dengan penuh kebanggaan.
Mereka berdua melanjutkan cemilan mereka sambil membicarakan rencana selanjutnya untuk merawat dan memberikan kasih sayang pada bayi Noah.
Liliana dan ibunya melanjutkan percakapan mereka tentang bayi Noah.
"Ma, kami semua sepakat untuk merawat dan memberikan kasih sayang pada Noah. Kami ingin memberinya kehidupan yang penuh cinta dan perhatian," ujar Liliana dengan tekad.
Ibunya tersenyum bangga. "Aku sangat bersyukur memiliki anak seperti kamu, Liliana. Kalian semua telah menunjukkan kebaikan hati dan kepedulian yang luar biasa."
Liliana merasa hangat di hati mendengar kata-kata ibunya. Mereka berdua melanjutkan makan cemilan sambil merencanakan langkah-langkah selanjutnya.
"Kita perlu memastikan bahwa Noah mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Aku akan mengatur janji dengan dokter anak untuk memeriksanya," kata ibunya dengan penuh perhatian.
Liliana mengangguk setuju. "Iya, Ma. Dan kita juga perlu mencari tahu tentang proses adopsi atau perwalian untuk Noah agar dia mendapatkan perlindungan hukum yang layak."
Ibunya mengelus tangan Liliana dengan penuh kasih sayang. "Kita akan melakukan semua yang terbaik untuk Noah. Dia adalah bagian dari keluarga kita sekarang."
Mereka berdua merasa optimis dan siap menghadapi tantangan yang ada. Bersama-sama, mereka akan memberikan Noah masa depan yang cerah dan penuh cinta.
"Ma, Liliana punya pacar baru sekarang. Namanya Shawn. Mama mau lihat orangnya bagaimana?" Liliana Gerald antusias sekali menceritakan tentang Shawn pada orangtuanya.
"Mana, coba Mama lihat pilihan anak Mama," kata Bu Axel dengan rasa penasaran.
"Ini, Ma. Tampan kan, Ma?" ujar Liliana Gerald sambil memperlihatkan foto Shawn pada ibunya.
"Iya, tampan. Kamu kenalan dengannya dari mana?" tanya ibunya dengan rasa ingin tahu.
"Panjang ceritanya, Ma. Liliana akan melanjutkannya setelah tidur siang nanti," jawab Liliana Gerald dengan senyuman.
"Baiklah, tidurlah. Kamu pasti lelah beberapa hari ini merawat Aluna di rumah sakit," kata ibunya dengan penuh perhatian.
Bu Axel menceritakan pada suaminya tentang apa yang diceritakan oleh Liliana Gerald, dan mereka berdua tertawa bersama, merasa bahwa Liliana Gerald sekarang sudah bukan anak kecil lagi.
****
"Tidurlah, Sakura. Aku akan menjaga Noah. aku sudah cukup tidur lama, dan aku juga bosan," ucap Princess aluna lucky dengan penuh kelembutan.
Sakura pun tersenyum dan segera tertidur di samping Bu Reina.