Aldi?! Buat apa dia kesini? Masih dengan pandangan tak suka, aku kembali menghardiknya dengan pertanyaan. "Gue tanya ngapain lo kesini, hah?! Tau darimana lo gue di sini?!" "Aku mau minta maaf," ucapnya menunduk. Haduh, lama-lama bisa luluh beneran aku. Namun, dengan sinis aku meledeknya. "Apa? Aku? Haha, gak salah. Seorang Renaldi Geraldian Rasyid, pake bahasa bayi. Cih, gak usah muna lo!" Dia mendongakkan wajahnya, matanya merah seolah mau menangis. "Aku bener-bener nyesel." "Nyesel? Baru nyadar lo? Kenapa gak nyesel dari dulu, hah?!" Dia mengacak rambutnya frustasi. "Oke. Gue nyesel. Gue minta maaf sama lo. Gue tau gue egois. Dan karena itu juga gue mau berubah." "Lo kira kalau gue maafin lo, nyokap gue bakal sembuh? Semua bakal balik kayak dulu? Nggak! Ekspetasi lo sama realit

