Dua Puluh Tiga : Second Change

1852 Kata

“Aku itu cuma manusia biasa. Aku gak berhak buat larang kamu berubah menjadi lebih baik Adinda Syifa Nayara *** Senja sore ini menyambut kami dari perjalanan yang canggung selama beberapa jam. Rasanya penat melihat hiruk-pikuknya kota metropolitan sore ini. Andai aku masih di Sukabumi, pasti sekarang aku sedang bermain dengan teman-temanku. Andai saja pengandaian itu tidak ada. Mengingat Ayah disana, aku jadi ingat kalau nanti aku akan sendiri dirumah. Kakak memang pulang, tapi untuk mengikuti perkemahan yang diadakan sekolah untuk kelas XI. Aku juga sebenarnya ada kegiatan seperti itu, namun untuk kelas X diadakan pada saat selesai ulangan akhir semester nanti. Dudukku mulai gelisah, karena perutku sudah menuntut minta diisi. "Laper?" tanya Aldi masih fokus pada jalanan. Dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN