“Bisa-bisanya sih kamu, gak mikir gimana perasaan orang lain terutama perasaan seorang perempuan yang sayang sama kamu. Itu sama aja kamu nyakitin ibu kamu sendiri tau gak! Eh, lupa. Ibu kamu juga kan sama, sebelas dua belas sama kamu. Adinda Syifa Nayara *** Aku mengerjap-ngerjapkan mataku, menyesuaikan banyaknya cahaya yang masuk ke dalam mataku dengan yang kuterima. Ah, efek pusing setelah tidur masih terasa. Kasur yang empuk ini membuat tidurku nyaman, seperti berada di awan yang menggumpal layaknya permen kapas. Berapa lama aku tertidur? Tunggu, tertidur? Kasur yang empuk? Sadar aku berada ditempat yang tak seharusnya, aku buru-buru mengucek mataku. Memastikan aku tak salah lihat, walau aku berharap penglihatanku bermasalah. Seketika kepanikan menyerangku. Hei! Ini bukan dimobil

