28 Malam kian larut. Sandra menyelimuti Vardeen yang tengah meringkuk di sofa. Sandra tidak tega untuk mengusir pria itu, yang tengah mabuk. Sandra memindai sekitar, lalu dia berpindah ke dekat pintu. Sandra mengunci lawang, kemudian memadamkan lampu utama hingga ruangan panjang itu seketika meredup sinarnya. Sandra melangkah memasuki toilet. Tidak berselang lama dia keluar dan berpindah ke kamar. Sandra berbaring di kasur. Dia mengecek ponsel, sebelum menonaktifkan benda itu, dan meletakkannya ke meja rias. Perempuan berkulit putih itu mematikan lampu meja. Lalu dia memiringkan badan ke kanan, sambil memejamkan mata. Sandra mengatur napas sembari menyamankan posisinya. Puluhan menit terlewati. Sandra kaget, karena kasur di belakangnya tertekan, akibat seseorang yang tengah berba

