29 Hari berganti. Raveena tiba di kantor MHK, beberapa menit setelah jam 11 siang, seusai melakukan rapat di kantor klien. Raveena membalas sapaan beberapa karyawan dengan senyuman, sembari terus melangkah melintasi deretan kubikel. Raveena berhenti di depan meja sekretaris. Dia menyolek pipi Hani, yang menyebabkan sahabatnya itu mengomel, karena benar-benar kaget. Hani memutus sambungan telepon sembari memutar kursi. Dia hendak mengomeli Raveena, sebelum terpaku melihat apa yang ditunjukkan perempuan itu. "Buatku?" tanya Hani, sambil meraih kotak panjang merah, yang diulurkan perempuan bersetelan blazer abu-abu. "Bukan, ini buat kucingmu," seloroh Raveena. "Aku nggak punya kucing." "Itu, apa?" Hani memandangi seekor makhluk berbulu putih motif bulat-bulat hitam, yang tengah m

