30 Sang surya belum naik sepenggalah, ketika Max, Raveena dan Hani, tiba di kediaman Zulfi. Mereka berbincang sesaat, sebelum Zulfi mengantarkan para tamu itu ke rumah belakang, tepat di ujung kanan blok tersebut. Zulfi membuka pintu depan rumah dua lantai itu sambil mengucapkan salam. Seorang perempuan paruh baya berjilbab hitam, menyahut salam itu sembari jalan ke depan. "Bi, ini dua penghuni baru mess," terang Zulfi sambil bersalaman dengan pengelola mess. "Muhun, Bah," jawab Sulis. "Namina, saha?" tanyanya sembari beralih menyalami ketiga tamu. "Abdi, Raveena," jelas perempuan berbaju biru. "Nu iyeu, Hani. Sekretaris kantor," lanjutnya. "Alhamdulillah. Nambah deui orang sekampung." Sulis menyunggingkan senyuman. "Bapak, namina saha?" desaknya sembari memandangi pria bermata

