Setelah teriakan itu telunjuk Oase berhenti di bibir Urvilla. "Ssttssstt ..." Spontan Urvilla terdiam, memandang Oase yang masih belum membuka matanya. "Aku hanya ingin berbaring disini sambil menatap kekasihku, aku tidak akan melewati batas, Aku janji!" Oase mulai membuka matanya, Oase menarik jari telunjukknya dari bibir Urvilla. Urvilla mulai menatap lekat mata yang indah di depan matanya, warna mata Oase berubah menjadi biru, tapi raut wajahnya merona dan berwarna merah muda, di tambah senyuman yang menghiasi ekpresinya saat ini, membuat Urvilla betah untuk menikmati pemandangan itu. Oase terus menatap dengan dalam mata Urvilla, degupan jantung itu mulai dia rasakan bahkan terdengar di telinganya, senyuman Urvilla terlihat sangat tulus, garis wajahnya yang tegas, hidung yang begit

