24. Panti, love story? 1

1104 Kata

“Maaf Tuan. Nyonya Safira tadi berangkat ke luar kota untuk beberapa hari.” Ucap Sarti kepada Bara yang baru saja selesai menuruni tangga. Bara dari kamarnya di lantai dua, kini sedang bersiap untuk ke panti menemani ibunya. Bara mengangguk sekali lalu berkata sambil menggulung lengan kemeja panjangnya hingga siku. “Ya. Dia sudah bilang ke saya beberapa hari yang lalu.” “Baik Tuan.” Sarti membungkukkan sedikit tubuhnya memberikan hormat. Bara kemudian melanjutkan langkahnya menuju mobil lalu bergegas menjemput sang ibu di rumahnya. Namun yang tidak Bara lihat adalah Sarti menatap punggung Bara yang semakin menjauh itu dengan tatapan sendu dan sedih. Sarti pernah menjadi saksi rumah tangga Bara dan Safira adalah rumah tangga yang diimpikan banyak orang. Bara yang selalu memperlakukan Sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN