20. Terpana.

1268 Kata

“Chef..” gumam Maira pelan nyaris berbisik. Kruyuuuk… suara khas perut yang biasanya kelaparan. Bara mengernyit, menatap Maira dengan heran. Maira hanya meringis, kikuk campur malu. Maira menarik diri, pun Bara yang langsung menarik telapak tangannya. “Kamu masih lapar?” “Hehe.” Hanya kekehan yang Maira jadikan jawaban. “Ini.” Bara menyodorkan paper bag yang ia bawa ke hadapan Maira. “Ini, apa.. Chef?” “Buka aja.” jawab Bara singkat, khas kesan cueknya. Maira menarik paper bag itu. Saat ia mengintip sedikit, Maira sedikit menunduk, menghirup aroma yang menguar menyapa indera penciumannya. “Kayak enggak asing sama baunya.” Gumam Maira mendongak kembali. Maira kemudian membuka paper bagnya, mengeluarkan dua kotak dari stainless itu. Bara menatapnya sambil mengulum bibir. “Telur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN