“Oh, God..” gumam Bara dengan napas yang memburu. Bara menunduk, dan mendapati Safira yang keadaannya sudah terlentang dengan tatapan pasrah. Bara menyugar rambutnya dengan jemari. “Bar. Are you okay?” tanya Safira lalu bertumpu pada satu tangannya, mengambil posisi duduk. “I’m sory, Fir. I can’t, i can’t.” Bara hendak beranjak, namun Safira kembali meraih tangannya. “Bar. Kamu mau kemana?” “Aku harus pergi.” Jawab Bara sambil mengancingkan kembali kemejanya, lalu turun dari ranjang. “Bar!” seru Safira. “Are you kidding me?!”, Safira menatap Bara dengan tatapan tidak percaya. “Kamu ninggalin aku dengan keadaan seperti ini?” Safira menyusul Bara turun dari kasur, kemudian berdiri di hadapan Bara. “Bar. Kita bisa perbaiki semua dari awal, mulai malam ini. Oke? I want you, Bar.” S

