PART 15 (Dekat)

1231 Kata
Genta EPA online ------ Ntar aku jemput jam 7 ya Nggak usah, kita ketemu disana aja Jangan, kemungkinan kita pulang malem jadi kujemput aja Nggak papa, nanti malah tambah malem pulangnya kalau kamu jemput aku dulu Tenang aja, aku tahu jalan pintas biar cepet. Jam 7 aku pasti nyampe depan kosmu ------ Hhhh... ini orang kenapa maksasih? Nggak tahu apa, akibat kalau sampai ketahuan penghuni kos lain. Weekend gini aku masih stay di kos aja udah diwawancara apalagi kalau sampe keliatan dijemput sama orang yang seharusnya kuhindari karena bisa menimbulkan scandal berbahaya, Genta. Ya, semenjak acara curhat minggu lalu hubungan kami yang awalnya dipenuhi kecanggungan mendadak akrab layaknya teman rasa nano-nano. Inget, TEMEN. Bukan PACAR apalagi MANTAN, akrab aja belum lama masa udah mau bubaran. Dalam seminggu ini juga kami sering berkomunikasi lumayan intens biarpun masih dalam konteks tugas tapi lebih baik daripada sebelumnya yang ngomongnya pas perlu aja. Kalau sebelumnya barisan chat hanya berisi susunan kata saat ini sudah bervariasi dengan tambahan emoticon dan pesan suara. Pertama kali denger VNnya bikin jantungku nyut-nyutan dan terserang tremor ringan, berat-berat gimana gitu, kalau kata Arafah sih seksi. Tapi kalau sampai hubungan kami yang mulai akrab ini terendus penghuni kos Putri Kinasih yang isinya 11-12 sama penghuni hutan, rusuh bin riwehdeh. Lagian si Genta kenapa keras kepala bangetsih bikin otakku yang kecepatan berpikirnya setara jaringan 2G ngebug buat merumuskan ide dan alibi guna menghindari serangan bully yang menanti. Genta EPA terakhir dilihat 08.19 wib ----- Aku tunggu kamu di Indomaret depan Gang Azalea jam 7 ------ Bissmillahirohmanirrohim, semoga aman dari radar penghuni kos Putri Kinasih, amiinnn. Batinku begitu selesai mengirim pesan ke Genta dan mendapat balasan emoticon jari jempol sebagai tanda persetujuan. Eh, tapi alesanku keluar kos apa dong? Kan aku nggak pernah pergi keluar kos sendiri, alesan ke tempat Nita itu nggak mungkin apalagi alesan tugas kelompok, perasaan percuma aku melipir ngumpet-ngumpet sampe mau nunggu di Indomaret kalau kayak gini ceritanya. Dahlah pusing, seandainya ketahuan tebelin muka ajalah, lagian itu semuakan asumsi bukan faktanya. ===== "Hai" sapanya dengan senyum secerah matahari siang di bulan agustus, musim kemarau. "Ya, langsung?" "Yuk" ajaknya ramah menggiringku menuju kereta besi berwarna hitam mengkilat yang nampak gahar dijalanan, Mitsubishi Pajero Sport. "Sorry ya kalau aku kesannya nahan kamu minggu ini buat pulang" katanya begitu mobil yang dikendarainya mulai berbaur dengan keramaian jalan di malam minggu. "Nggak papa, emang temenmu ultahnya kapan?" "Besok, kamu besok ada rencana pulang ke rumah nggak?" "Hah? Nggak tahu, pengen pulangsih tapi tanggung" "Kalau nggak pulang mending ikut ke ultah temenku besok, ya?" Mati aku, ini aja aku udah susah payah nyari alesan buat pergi nemenin di nyari kado temennya, apa kabar besok kalau aku setuju sama ajakannya? Percumadong usahaku tadi, tapi mau nolak sungkan. "Hah? Emb..." "Bisakan Wul?" "Liat besok aja ya, Gen" Jujur aja, seandainya bukan karena tugas mana mau aku terlibat dengan hal ribet sekedar nyari kado nggak jelas begini. Kemarin Genta ku chat buat bahas tugas PI yang belum ada progress sama sekali padahal tugas yang lain juga udah ngantri minta perhatian, biarpun dateline masih jauh tapi kucecar Genta yang katanya masih fase-fase sibuk di Hima dan kalau mau ngerjain bisanya hari ini tapi ya itu katanya abis dia nyari kado buat temennya. Lagian itu temennya si Genta udah tua ngapain pake acara ulangtahun-ulangtahun segalasih, nggak malu apa tambah tua tapi tingkahnya masih kayak bocah, ulangtahun aja masih dirayain. Selain alesan nyari kado si Genta ini juga punya tugas dari Hima buat meeting pemilik set panggung buat entah acara apa, aku nggak ngerti soal begituan, sementara besok katanya dia ada acara sama temen yang mewajibkan kehadirannya. Perasaan temennya nyusahin bangetsih, paling juga acara ulangtahun itu, Hhh... sabar Wulan! persepsi orang beda-beda jadi jangan main menghakimi, biarin aja polah Genta dan temen-temennya selama masih dalam koridor wajar dan nggak melanggar hukum dan norma di masyarakat. Dan sekarang nasibku sebagai mahasiswa kupu-kupu yang kegiatannya nggak lebih dari nugas dan rebahan tentu aja kudu ngalah dan nyesuain ritmenya dia yang hektik banget itu, apes. Kalau mau dikerjain minggu depannya lagi nggak memungkinkan karena minggu depan ada tanggal merah pas hari kamis dan kebetulan sekali rombelku hari jumat nggak ada jadwal matkul jadi bisa dipastikan bakalan pada mudik berjamaah termasuk si Genta ini pas kutanya tadi. Kalau minggu depannya lagi itu ada acara apalah Hima gitu juga jadi dianya juga nggak bisa, heran perasaan kegiatannya sibuk banget sampe ngalahin sibuknya rapat dewan. Sementara awal bulan depan kita emang udah janjian sama si mas Chandra buat ngerjain Evapro karena dari kemarin belum fiks tempatnya, masih bingung bin mumet mikir tugas matkul lain. Dahlah, jangan bahas agenda manusia sibuk semacam Genta, cuman bikin senewen bin stress karena kalau ditanya bisanya kapan? Ngikut, tapi pas diajuin tanggal ini, hari ini jawabannya pasti, aku nggak bisa. Kan k*****t kalau gitu. Ingin ku berkata kasar tapi sayang nggak kesampaian, takutlah orang kita akrab juga baru akhir-akhir ini dan masih kerasa ada sekatnya masak mau main hujat. Dekat tapi berjarak gitulah gampangnya. Mungkin ngobrol dan diskusi terkait tugas udah dalam fase baik-baik aja, bercanda? Masih tahap percobaan jadi kesannya garing tapi demi menghargai tetep aja nyengir, jangan mengharapkan berantem dan berdebat karena itu jauh banget dari angan-angan. Berdebat beda pendapat itu pernah kejadian tapi ujung-ujungnya aku milih mundur teratur karena masih ngerasa sungkan kalau mau debat teriak-teriak. Sebenernya aku tipe cewek keras kepala yang susah ngalah biarpun jawabanku salah tapi entah kenapa sama Genta aku takut dan nggak berani ngebantah padahal dianya pasang muka kalem dan nggak ada raut jengkel dan lain sebagainya tapi itu semua sukses membuat jantungku jumpalitan, koprol, kayang nggak karuan. Itu semua bukan indikasi gejala aku suka Gentakan? Kalau iya berati harus di analisa ulang karena nggak mungkin banget aku suka Genta yang auranya misterius tapi juga wajar-wajar aja gitu kalau dipandang mata, pokoknya aneh bin bingunginlah jadi kuhindari solanya bikin otaku mumet nggak berkesudahan kalau bahas dia. "Wul!" "Ya?" teriaku kaget. "Kita udah sampai, ayo turun" "Ya" jawabku linglung karena ternyata sempet ketiduran padahal sebelumnya otakku sibuk mikirin awal mula kedekatan kami. Astaughfirullahaladzim Wulan, malu-maluin kamu. "Mikirin apa?" kusadari nada gelinya karena memang saat ini aku malah melamun bahkan dia sudah membukakan pintu layaknya adegan film dan sinetron romantis yang saat ini menjamur dimasyarakat. "Hah? Nggak, makasih" gumamku lirih yang hanya ditanggapi dengan senyum simpul dan anggukan kepala ringan. "Oh ya nanti pas aku meeting bentar sama pihak sponsor sama pemilik tata panggung kamu nunggu sebentar di Purple House nggak papakan?" "Kalau aku tunggu kamu di The Madania Bookstore lantai 3 aja gimana, Ta?" "Hah? Kenapa nggak di Purple House aja? Disana lagi ada promoloh buat mahasiswa dan aku juga meetingnya disana jadi kamu bisa nunggu tapi lain meja aja" "Nggak usah, soalnya aku tadi udah makan dan nggak lagi haus jadi aku tunggu kamu di lantai 3 aja ya, nanti kalau udah selesai kamu kabarin aja" pamitku berlalu meninggalkannya menuju tangga escalator yang penuh berjubelan manusia berbagai golongan. ===== "Ekhem~ cie cie cie~" Mati aku, batinku begitu melihat kalau Hesti, Arafah, mbak Diana dan mbak Risa berkumpul didalam kamarku dan Arafah. "Ternyata malmingan tah, pantes nggak pulang" mbak Diana si mulut usil nampaknya akan memulai acara bully-bully menjengkelkan di dinginnya udara malam jam 11.45. Ya Allah, kuatkan kuping dan hatiku buat menghadapi mulut jahil penghuni kos ini karena dijamin besok pagi pasti aku jadi bahan bullyan mereka.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN