Selesai sarapan pagi aku dan Mas Daniel segera berangkat ke sekolah bersama Mas Daisuke. Aku sudah meminta izin sama seluruh keluarga kalau aku akan pergi bersama ketiga teman baruku; April, Zulfa dan Yuli.
Jadi mereka semua tidak akan mencariku dan yang pasti aku ini selalu pulang tepat waktu. Mobil mulai melaju kencang menuju sekolahku yang ku juluki sekolah aneh.
Entah, apakah nama itu pantas 'Sekolah Aneh'? Dan nama asli sekolah itu adalah 'SMA Krias 04'. Mobil sudah berhenti tepat di depan sekolah yang selalu nampak sepi, tidak ada tanda kehidupan. Aku ingin turun dengan cepat Mas Daisuke mencekal tanganku membuat aku menoleh penuh tanda tanya.
"Sini mendekat lah!" suruhnya, aku menuruti kata-katanya dan membuat ku terkejut sebab Mas Daisuke tiba-tiba mencium keningku. Pipiku seketika blush.
"Nih permen, kalau pergi sama teman hati-hati karena dunia luar itu kejam." katanya.
Mobil sudah melaju cepat meninggalkan sekolah. Aku dan Mas Daniel segera memasuki sekolah menyeramkan ini, setiap memasuki sekolah jujur saya selalu seram—bulu kudukku selalu saja berdiri.
Suasana kelas selalu saja ramai, baru masuk saja sudah di suguhkan Dimas yang sudah naik di atas meja memegang gitar, ralat lebih tepatnya sapu sebagai alat musik sedangkan Fian Xian Lu sebagai vokalisnya.
"Yo, selamat datang para hadirin. Perkenalkan nama saya Fian Xian Lu, seorang vokalis yang memiliki suara seksi seperti suaranya Shawn Mendes, nada tinggi seperti Zayn Malik, lincah seperti boyband korea BTS, selera humoris seperti Jesse." ucap Fian Xian Lu, tingkat kepedean- nya sudah di luar batas.
Jesse yang main game mengalihkan pandang ke Fian Xian Lu,"napa manggil-manggil situ kangen?"
"Dih, amit-amit. Yang ku maksud bukan Jesse Payne melainkan Jesse Lewis membernya SixTones, jangan geer. Mentang-mentang namanya sama seperti artis." cibir Fian Xian Lu sontak saja, Mas Daniel, Niall dan Yugo menatap Fian Xian Lu tajam.
"Wah parah! Lo Fian Xian Lu, lo entar di makan sama mereka bertiga, hahaha," kata Dimas ngakak melihat Fian Xian Lu yang di tatap oleh ketiga predator sekaligus. Fian Xian Lu menelan silvanya susah payah berharap ia tidak benar-benar di makan mereka bertiga.
Aku hanya menggeleng melihat para laki-laki yang selalu ada yang di bahas membuat suasana kembali hidup gitu.
"Jadi kita jalan-jalan nanti?" tanyaku pada April di balas angguk Zulfa dan Yuli bersamaan.
"Hari ini di sekolah tidak ada pelajaran," kata Yuli Enteng.
"Apa?" ucapku tidak percaya,"tidak ada pelajaran sama sekali?" tanyaku lagi di balas angguk Yuli mantap.
"Karena guru semuanya libur dan kepsek juga libur," kata Yuli seolah tahu apa yang ingin aku tanyakan, saat aku ingin bertanya lagi Yuli sudah menyerobot gitu aja bikin aku kesal saja.
Yuli terkekeh,"kita memang tidak di liburkan tapi ada misi yaitu jalan-jalan." kata Yuli tersenyum.
April mulai menjelaskan apa maksud jalan-jalan. Ini bisa dikatakan melenceng dari isi surat dari April kemarin. Aku menyimak penjelasannya dan di sambung oleh Zulfa kemudian Yuli.
Jadi murid di sini setiap hari kamis dibiarkan masuk untuk memecahkan misteri sekolah. Misteri di sekolah ini sangat banyak apalagi berhubungan dengan hantu, habis sudah aku akan lari terbirit-b***t duluan dah.
"Kalau tersesat gimana?" tanyaku mulai ketakutan. Ya allah, lindungi hamba mu ini.
"Tidak apa-apa, kita hanya mengecek. Kalau kau bersama Alvin baru harus hati-hati." kata Zulfa membuat dahiku berkerut.
"Kenapa?"
"Karena biasalah masa tidak tahu. Makhluk halus ada yang usil kadang suka menyembunyikan salah satu teman kita."nterang Zulfa.
"Wewe gombel!" ucapku berusaha terlihat biasa saja padahal ketakutan.
"Ya, seperti itulah." kata Zulfa bangkit berdiri seraya berteriak kencang,"kawan-kawan bayar kas, hari ini dan mulai jalan-jalan!" seru Zulfa pada mereka semua.
Begitu banyak mereka yang mengeluh karena uang sakunya harus masuk ke dalam kas.
"Zul, nggak oleh ta? Kasnya di kurangi satu minggu satu kali bukan dua kali?" keluh Jesse membuka dompetnya yang tinggal sepuluh ribu doang.
Haku menepuk pundak Jesse,"nanti ikut aku?"
"Kemana Haku?"
"Ikut saja. Nih, Zul, uangnya sama Jesse ya." kata Haku dingin lalu berjalan menuju depan papan tulis.
Aku tidak menyangka kalau Haku sifatnya dingin tapi ia peduli banget sama teman-temannya. Aku melirik ke April yang pipinya memerah.
"Pril, kau kenapa demam?" tanyaku padanya.
April sontak kaget dan salah tingkah, aku jadi bingung melihatnya. April tersenyum,"hehe, nggak apa-apa. Watashi wa... Hmm doki-doki,"ucapnya sedikit kelagapan.
Untungnya aku tahu yang di maksud April kalau dia menyimpan rasa dengan Haku. Siapa yang tidak klepek-klepek sama Haku? Dia tampan, dingin, tegas bahkan sifat dinginnya saja membuat semua orang diam karena beku.
"Haku itu polisi muda ya?" tanyaku pada April tetapi gadis di sebelahku tidak merespon.
Jadi yang merespon adalah Yuli karena dia memiliki kekuatan membaca pikiran dan hati. Aku jadi curiga kalau ia juga bisa telepati.
'Ya, Haku memang seorang polisi muda. Dan sekarang ia bertugas mencari organisasi besar. Salah satunya di sekolah ini'.
Tubuhku diam sesaat ketika suara Yuli berada di dalam pikiranku. Aku menatap Yuli tersenyum. Dia memang bisa telepati tapi aku bisa tidak membalas telepati juga? Hahaha.
Haku memberi dua tepukkan tanda 'perhatian' raut wajahnya yang kalem nan serius membuat suasana kelas ini seperti kutup utara, dingin.
"Hari kamis, kita tidak ada pelajaran maka dari itu kita harus memecahkan misteri sekolah ini. Dan awas! Ada makhluk yang suka jail. Serta jangan masuk ke dalam ruangan tanpa teman karena bisa jadi itu ruangan misterius yang tiba-tiba ada dan tiba-tiba tidak ada!" kata Haku menjelaskan serta memberi peringatan tegas agar mereka semua mengikuti peraturan.
Haku menjelaskan panjang lebar tentang fakta-fakta yang memang terjadi di sekolah ini. Seperti ruangan yang tiba-tiba ada dan tiba-tiba tidak ada, wilayah ilusi tempatnya di belakang sekolah, gudang hantu, toilet pojok kiri.
"Kalau ada seseorang yang menguntit kalian. Kalian jangan noleh!"kata Haku.
"Kenapa?"tanya Mas Daniel.
"Dia akan membawamu ke tempat yang tidak bisa di jelaskan," kata Haku mengambil spidol papan dan menulis nama di papan itu.
Aku yang mendengar penjelasan itu seketika merinding. Ternyata sekolah ini serem banget. Haku menulis 4 kelompok isi 4 orang.
-Kelompok satu; Halaman belakang (Ilusi)
-Zulfa
-Niall
-Dimas
-Haru
-Kelompok Dua: Gudang Hantu
-Alvin
-Yuli
-Rudy
-Judy.
Kelompok Tiga:Toilet (Pojok Kiri)
-Yugo
-Daniel
-Fian Xian Lu
-Jesse.
Kelompok Empat:Lantai tiga(ruangan)
-Haku
-April
-Atma
-Dewa.
Aku melirik mengarah ke pemuda yang diam dan selalu menunduk ke bawah. Penasaran sekali aku sama dia, dan katanya ia adalah sekretaris kelas. Aku pikir, Yuli--sekretarisnya atau Fian Xian Lu ternyata dia.
"Aku mlaku nang jedeng eneng? Ya tuhan! (Aku jalan ke toilet lagi? Ya tuhan!)" keluh Jesse.
"Karena kau sudah sering misi ke toilet pojok kiri jadi sudah biasa." kata Haku dingin di balas helaan nafas kasar Jesse.
"Aku yang sulit ini, ilusi." kata Zulfa tersenyum miring.
"Memang kalau ilusi itu berbahaya, belum apa-apa sudah masuk ke dunia ilusi kalau Judy masuk ke sana juga bakal mudah." kata Yuli.
"Jika tidak ada Judy?" tanyaku.
"Bakal sulit, Judy bisa membedakan antara dunia ilusi dan dunia asli dengan mudah. Dengan cara, ia harus bisa tidur dulu lalu berbicara seperti orang ngigo. Makanya Rudy disini tidak boleh bernyanyi kalau nyanyi semua orang akan tidur dan masuk ke dalam mimpi Judy." kata Yuli.
"Kecuali di dunia ilusi sih, Judy akan berada di mimpinya dan kekuatan Rudy hanya berefek menidurkan Judy, tidak merespon orang sekitar." lanjut Yuli.
Aku mangut-mangut mendengar penjelasan Yuli yang sudah di luar nalar manusia. Aku hanya bisa mengiyakan karena aku memang manusia normal seperti Mas Daniel. Hampir keluargaku normal semua tapi kenapa murid 1-E memiliki kekuatan. Apa jangan-jangan memang ada orang yang melakukan eksperimen seperti menjadi orang kuat dan memiliki kekuatan element dasar?
"Yo, kita berangkat. Kalau kalian tidak menemukan apapun, silahkan jalan-jalan keluar sekolah. Jika sudah, kembali ke rumah kalian dengan tepat waktu." kata Haku sebagai penutupan di balas anggukkan mantab.
-Sekolah Aneh-
Bersambung....