03 Belajar bersama Arsa

1370 Kata
Hari ini adalah hari pertama ujian akhir semester genap dan setelah itu liburan yeeeey. Aku harus mendapat nilai bagus agar bisa liburan bersama bang Arsa dan teman - temannya ke Bali. Tadinya mereka ingin naik gunung, berhubung aku ikut gak jadi deh. Padahal aku ingin sekali - kali ngerasain naik gunung tahu. Mereka semua selalu menganggapku tidak akan sanggup sampai puncak dan lebih menyebalkannya lagi abangku sendiri tidak mau membawaku jika mereka jadi naik gunung. Setelah ujian Bahasa Indonesia aku bersama teman - temanku langsung menuju kantin. Perutku sudah meronta - ronta ingin diisi setelah bekerja keras bagai kuda saat ujian tadi. Sebenarnya masih bisalah ngerjain ujian tadi lha wong cuma Bahasa Indonesia. Tapi besok mampus deh, jadwal ujian besok adalah Kimia. Aku mana paham Kimia, menurutkyu Kimia, Fisika dan Matematika adalah pelajaran paling sulit. Udah isinya itung - itungan semua trus masih harus pakai rumus. Fix salah jurusan ini mah. Harusnya aku mengambil IPS aja dulu. "Butuh asupan gue, ujian bikin stress. Apalagi besok Kimia ya ampun" ucap Olive sambil geleng - geleng kepala memikirkan ujian besok. "Iya susah banget pasti" sahut Renata "Diantara kita ga ada yang pinter itung - itungan lagi. Payah semua trus gimana dong" "Minta ajarin bang Gio bisa ga ya dia" ucao Olive. Aku tau itu hanya akal - akalannya saja minta diajarin bang Gio. Modus berkedok minta diajarin. Sepertinya caranya Olive bisa aku praktekan ke bang Arsa. Ahahaha kau pintar sekali Ava. "Ngapain lu senyam - senyum Va ?" "Wah gue tau nih, pasti di otaknya Ava lagi berpikir buat ngelakuin apa yang Olive bilang barusan ke bang Arsa" "Sok tau kalian" kilahku tapi percuma saja mereka tau juga. "Yaelah sok - sokan ga ngaku lagi" "Buuuuuu, pesen bakso empat ya sama es jeruknya 4 juga" Renata memesan bakso untuk kami. "Ga usah teriak juga kali Re" "Ibunya ga denger kalau gue ga teriak. Hahaha" "Oh iya minggu depan kan udah mulai libur tuh, kita mau liburan kemana nih?" tanya Kalya. Emang cepet nyambung otaknya kalau masalah liburan. "Kita gabung aja liburan sama geng bang Gio" usul Olive sambil senyum - senyum. "Modus mulu ni bocah" ucap Renata "Halah Ava juga pasti mau juga gabung sama mereka. Iya kan Va?" tanya Olive padaku. Ckck nyari komplotan nih bocah. "Iya gue udah bilang kok kalau liburan kali iji kita ikut mereka" jawabku tapi tak memberitahu akan liburan kemana. Biarkan mereka penasaran dulu wakakaka. "Lu udah tahu? Kemana kemana?" "Buruan jawab Va" "Jangan bikin penasaran deh" "Kemana - mana yang penting hatiku senang hahahaha" jawabku ngawur "Nyebelin lu" "Yaelah ngambekan. Ke Bali guys Bali" akhirnya aku memutuskan memberitahu mereka, males kalau mereka ngambek repot yang ada. "Yeeey ke pantai" "Kita nginap di villa keluarga lu apa bang Arsa nanti Va?" tanya Kalya "Gak tau kalau masalah itu. Tapi ada yang lebih penting guys" ucapku sedih karena takut jika hasil ujianku tidak bagus. "Apaan?" "Jangan bikin gue takut deh Va" "Iya nih si Ava jangab aneh - aneh deh mau liburan aja ribet" "Nilai ujian kita harus bagus. Itu syaratnya kalau kita mau ikut liburan bareng mereka". "Wahhh kita harus belajar beneran nih guys" "Tapi yang jadi masalah sekarang siapa yang mau ngajarin kita" "Va minta bang Arsa ngajarin kita dong" "Okay aku telfon bang Arsa kalau gitu" akhirnya ku putuskan untuk menelfon bang Arsa. Prince Arsa Kenapa telfon abang Va? Ava Bang ajarin aku sama teman - temanku belajar kimia dong. Ya ya ya. Mau ya bang... Prince Arsa Besok ujian trus baru sekarang mau belajarnya. Pintar sekali ya. Ava Intinya abang mau ngajarin kita apa ga? Prince Arsa Pulang sekolah nanti abang ke rumah. Ava Okay. Makasih abang sayang Prince Arsa Hmmmm Aku tentu saja senang pulang sekolah nanti bang Arsa mau ke rumah. Gak sabar belajar bersama bang Arsa. ***** Mansion Atmaja Bang Arsa benar - benar datang sepulang sekolah langsung ke rumahku. Saat ini kami sedang belajar di gazebo belakang rumah. Bang Arsa serius sekali mengajari kami. Sabar banget pula. "Sekarang coba kalian kerjain yang no. 4" "Rumusnya pakai yang mana bang?" tanya Renata "Iya banget ternyata rumusnya sampai bingung mana yang harus dipakai" ucap Olive yang membuat bang Arsa membuang nafas sabar sabar sabar. "Jadi gini, kalor yang dilepas selama reaksi sama dengan kalor yang diserap oleh air di dalam kalorimeter dan oleh kalorimeter. Sampai sini paham gak kalian?" bang arsa menjelaskan dengan pelan dan kamipun jadi paham. "Paham bang. Jadi ini q kalorimeter di tambah q air kan. Bener apa salah?" jawabku dan bertanya juga apakah jawabanku salah apa benar. "Iya rumusnya pakai itu tapi jangan lupa di tambahin tanda min di depannya. Lebih tepatnya kayak gini qreaksi = – (q kalorimeter + q air)" "Trus rumus untuk q kalorimeter apa bang?" tanya Kalya masih bingung kayaknya. "Pertanyaan bagus. Jadi q kalorimeter itu bisa ditulis kayak gini q kalorimeter = C kalorimeter x ∆T" "Kalau q air?" gantian Olive yang bertanya. "q air = m air x cair x ∆T" "Kalau udah tau rumusnya ini tinggal masukkin angkanya aja kan ya" tanya Ava "Iya coba itung berapa hasil akhirnya" nantangin nih bang Arsa. Dia pikir aku tidak bisa hanya tinggal masukkin angka doang mah kecil. "– 8.014 kJ" jawabku sambil tersenyum sombong dikit gak apa - apa kan wakakaka. "Betul. Tapi itu belum selesai. Lanjutin lagi" "Lah kok belum selesai sih apa lagi bang" "Hitung dulu berapa jumlah mol nya trus abis itu baru deh di bagi mol nya". "Gak paham huhuhu" "Yaelah gini doang ga paham, tadi ditanya udah paham belum katanya udah. Ini udah ga bisa lagi" keluh bang Arsa, mungkin dia udah capek ngajarin kami. " Ya gimana ga bingung coba rumus yabg dipakai banyak banget. Kirain ini udah hasil akhir eh malah disuruh nyari mol lagi trus di bagi lagi. Kan ribet muter - muter gitu jadinya" "Jumlah mol nya 0,01. Kenapa bisa dapet segitu? Ya karena massanya 0,16 gram trus di bagi 16. Dapet 16 itu dari unsur gas metana CH empat" "Sabar bang pelan - pelan biar kita paham" "Ya Tuhan ini udah pelan, kalian aja susah diajarinnya" "Bukan salah kita ya, salahin kimianya tuh kenapa susah" "Sekarang jawab q reaksinya berapa?" "q reaksinya tadi kan – 8.014 kJ trus di bagi jumlah mol nya 0,01 jadi hasilnya adalah -801,4 kJ" jawabku benar - benar menggunakan seluruh otak yang ku punya. "Pinter"ucap bang Arsa sambil mengusap kepalaku. Aku paling suka kalau dia usap - usap kepalaku begitu. Rasanya aku disayang sama dia. Kami melanjutkan belajar dengan materi selanjutnya. Bab selanjutnya adalah asam dan basa. "Untuk menunjukkan keasaman dan kebasaan, kalian bisa lihat pada rentang pH 1-14. Coba siapa yang tahu warna dari pH yang kurang dari 3? "Ini mah gue tahu bang. Warna merah dengan keterangan asam kuat" jawab Kalya. Dia memang pintar soal hafalan. "Good. Lanjut ya, rentang pH 3-6 apa hayooo?" "Aku aku aku tahu" ucapku semangat karena tidak ingin keduluan dengan yang lain. " Apa coba?" "Warna jingga atau kuning yabg arrinya asam lemah" jelas aku tahu karena dari semua rentang pH itu hqnya warna jibgga yang ku ingat hahaha. "Betul sekali. Sekarang kalau pH nya 7 artinya apa?" "Netral dong" jawab kami berempat barengan. "Selanjutnya rentang pH 8-11 warnanya apa coba?" "Warnany biru yang artinya basa lemah" jawab Renata "Terakhir ya pH yang lebih dari 11 apa hayoo?" "Warnanya ungu atau violet yang artinya basa kuat. Wah ternyata pinter juga gue" pertanyaan terakhir di jawab oleh Olive. Di akhir materi ini bang Arsa menjelaskan lagi warna dan keterangan dari indikator universal ini jadi kami makin paham. Untuk yang warna kuning sampai merah itu menunjukkan larutan asam, kemudian warna biru sampai biru tua, begitu juga ungu itu menunjukkan larutan basa, sedangkan warna hijau berarti menunjukkan bahwa larutan tersebut netral. "Belajar kimia hari ini sampai disini ya. Abang doain besok kalian bisa ngerjain soal ujiannya. Yang penting harus fokus dan pahami soalnya baru dipikirin harus pake rumus yang mana" saran bang Arsa untuk mengerjakan soal ujian kimia besok. "Okay bang, terimakasih udah mau ngajarin kami dan sabar banget ya Tuhan" "Pokoknya nilai kalian harus bagus, jadi ga sia - sia abang ngajarin kalian hari ini". "Siap bang". Setelah itu kami memberekan buku - buku yang kami gunakan tadi dan yang pasti membuang sampah - sampah makanan yang menemani kami belajar tadi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN