04 Belajar Bersama Arsa part 2

1501 Kata
Rasanya deg - degkan mau ujian kimia. Aku takut kalau soal ujiannya sulit. Dan lebih tak ingin terlihat bodoh lagi di depan bang Arsa, dia udah capek - capek ngajarin sabar banget juga, kan sia - sia kalau aku ga bisa ngerjain. Aku akan berusaha semaksimal mungkin supaya nilai kimiaku bagus. Harus bagus!!! "Semangat Ava kamu pasti bisa" ucapku menyemangati diriku sendiri. "Va tadi malam nambah belajar apa lagi selain yang di ajarin bang Arsa kemarin?" tanya Kalya. "Banyak banget sampai pusing kepala gue" jawabku mengsedih karena rumus - rumus kimia yang di ajarkan bang Arsa semalam tambah banyak lagi. Jadi semalam bang Arsa datang ke rumah untuk mengajariku sendiri tidak rame - rame seperti siang itu. Tentunya itu benar - benar belajar full sampai larut malam. #Flashback on Setelah makan malam, aku berniat kembali ke kamar untuk belajar ujian besok. Tapi baru naik beberapa anak tangga ternyata Mama memanggilku. "Ava, ini ada Arsa. Katanya kalian mau belajar bareng lagi" kata Mama. Tentu saja Mama senang kalau anak gadisnya ini mau belajar apalagi yang ngajarin modelan bang Arsa. Mendengar kata Mama barusan aku jelas kaget, pasalnya aku tidak janjian akan belajar lagi bersama bang Arsa malam ini. Seingatku janji kami belajar bersama itu besok. Besok bukan malam ini. Ini sih namanya kerajinan. Ga siang ga malam belajar terus. Aku memutuskan untuk turun lagi dan menemui sang tamu tidak di undang itu. "Loh bang Arsa ngapain malam - malam kesini?" tanyaku "Mau ngajarin kamulah. Tadi siang itu belum semua materi yang aku ajarin. Dan supaya besok kamu bisa ngerjain soal ujiannya, makanya kita belajar lagi malam ini" jelasnya "Yaudah ayo belajar di kamar aku aja" ajakku sambil menarik tangannya. "Pintunya jangan di kunci loh" larang Papa takut mungkin princessnya ini diapa - apain. "Iya di buka kok Pa" jawabku menenangkan Papa. Setelah di kamar aku langsubg menyiapkan alat tulis dan juga buku - buku yang berisi materi ujian besok. "Kita mau belajar materi apa dulu ini bang?" tanyaku menyiapkan otakku agar tidak panas dan akhirnya meledak. "Yang gampang aja dulu. Nanti kalau langsung yang susah kamu pasti pusing dan akhirnya ga mau lanjut belajar" "Hehehe tau aja abang" "Okay sekarang aku tanya apa yang kamu tahu tentang larutan penyangga?" "Larutan penyangga itu pokoknya yang asam - asam gitu kan" jawabku sok tahu. "Bukan hanya asam tapi ada juga basa. Lebih tepatnya larutan penyangga itu daoart di artikan seperti menyangga pH supaya tidak berubah meskipun diberikan sedikit asam, sedikit basa, atau diencerkan. Selain itu larutan penyangga juga bisa juga disebut larutan buffer" terang bang Arsa dengan jelas, padat dan membuatku pusing. "Berdasarkan komposisi penyusunnya, larutan penyangga terbagi menjadi dua Va: yang pertama ada Larutan penyangga asam yaitu terbentuk dari campuran antara asam lemah dengan basa konjugasinya atau bisa juga terbentuk dari campuran antara asam lemah berlebih dengan basa kuat. Trus yanv kedua ada larutan penyangga basa yaitu terbentuk dari campuran basa lemah dan asam konjugasinya atau bisa juga terbentuk dari campuran basa lemah berlebih dengan asam kuat" Aku hanya mendengarkannya jika aku tak paham maka aku akan menyelanya untuk menjelaakan ulang dan pelan - pelan sampai aku benar - benar paham. "Nah sekarang udah paham belum?" tanyanya memastikanku paham atau tidak setelah dia mengulang penjelasannya tadi. "Iya udah paham bang. Lanjut aja" pintaku padanya agar lanjut materi berikutnya. "Materi kedua itu tentang Titrasi Asam Basa. Tau ga itu apa?" "Kemarin tahu waktu bu Siwi ngejelasin" "Trus sekarang udah lupa" jawabnya geleng kepala seakan tidak percaya kalau aku bisa lupa dengan materi di akhir bab seperti ini. "Maaf bang aku beneran ga inget. Ini tuh susah jadi ya gitu deh" aku masih berkilah ini itu sambil memasang muka sedih wakakaka. "Yaudah sekarang abang ajarin tapi belajar beneran kamu" "Iya belajar kok kan abang yang ngajarin aku" "Aku jelasin dulu apa itu titrasi asam basa, jadi itu merupakan suatu prosedur yang dilakukan saat kita ingin menentukan kemolaran atau kadar suatu asam atau basa berdasarkan reaksi netralisasi. Yang kemudian terdapat beberapa istilah yang harus kamu tahu Va. Dengerin bener - bener ya, abang ga mau ngulangin kaya tadi lagi" "Iya ini aku dengerin kok, aku catat juga nih" jawabku sambil memperlihatkan noted kecilku. Aku hanya mencatat poin pentingnya saja tidak semua ku tulis bisa langsung penuh catatanku kalau semua ku tulis. "Ada empat hal yang harus kamu tahu dalam titrasi asam basa ini Va. Yang pertama ada Pentiter merupakan zat yang mentitrasi suatu asam-basa yang ingin ditentukan kemolarannya. Trus ada Titik akhir titrasi merupakan titik saat indikator asam-basa mengalami perubahan warna. Trus ada juga Titik ekuivalen merupakan titik saat asam-basa tepat habis bereaksi. Dan terakhir Daerah perubahan pH drastis, merupakan daerah di mana saat terjadinya sedikit penambahan tetes pentiter, akan mengubah warna indikator asam-basa. Sampai sini paham belum Va" tanyanya memastikan. "Iya bang paham kok. Materi doang mah aku paham tapi kalau udah masuk pakai rumus nah itu suka blank ini otakku hehe" "Jangan pusing dulu dong. Kan dari tafi kita belum masuk ke rumus" "Iya makanya ga usah pake rumus segala kalau bisa" tawarku rada nyleneh emang. "Mana bisa kimia ga pake rumus. Bahasa baru ga pakai rumus tuh" "Santai kali bang, gitu aja esmosi hehehe" "Okay sekarang abang mau ajarin pakai rumus titrasi asam basa, rumus ada 3 aja kok. Kamu pasti bisa mengingatnya. Asam-basa monovalen dan asam-basa divalen Ma. Va = Mb. Vb Asam divalen-basa monovalen 2. Ma. Va = Mb. Vb Basa divalen-asam monovalen Ma. Va = 2. Mb. Vb Nanti tinggal masukin aja angkanya. Nah biar kamu ga bingung buat ngerjain soalnya besok, sekarang kamu coba kerjain soal ini" bang Arsa memberikanku beberapa latihan soal tentang materi yang sekarang sedang kami dalami ini. 30 menit kemudian aku sudah selesai mengerjakan latihan soalnya yang diberikan tadi. "Nih udah aku jawab semua, coba abang periksa ada yang salah apa engga" ointaku padanya agar memeriksa hasil pekerjaanku. Dia mulai memeriksa dengan teliti hasil pekerjaanku. Aku sudah berusaha maksimal untuk menjawab soal itu dan harusnya jawabanku tepat. "Pinter princessnya abang. Ini udah benar semua kok" ucapnya sambil mengekus kepalaku. Aku yang diperlakukan manis kaya gitu ya merah dong pipiku. "Ga usah merah gitu pipinya, abang ga gigit kok" makin makin aja ngeledekinnya. "Ih jangan diledekin kan aku malu" jawabku sambil menutup wajahku dengan kedua tangan. "Hahahahha" ih malah ketawa lagi kan aku jadi kesal ck. "Okay okay udah abang minta maaf ya. Sekarang boleh lanjut belajar lagi?" tanyanya dan aku hanya mengangguk dan kami melanjutkan belajarnya. "Masih di bab yang sama ya ini. Kali ini abang jelasin kurvanya" Aku terus memperhatikan bang Arsa yang menjelaskan gambar kurva beserta penjelasannya. Lebih mudah memahami gambar seperti ini. "Okay belajar malam ini sudah selesai. Semangat ya ujian kimianya besok" "Terima kasih abang. Doain Ava ya supaya besok bisa ngerjain soal ujiannya" "Abang selalu doain kamu. Yaudah abang pulang ya" pamitnya begitu selesai membantuku membereskan buku. "Aku anterin sampai depan" #Flashback off Sebenarnya aku cukup yakin bisa mengerjakan soal ujian kimia tadi. Materi yang di ajarkan bang Arsa semalam kekuar semua. "Gila susah banget tadi soalnya" keluh Oliv. "Tapi beberapa soal mirip sama latihan yang kita kerjakan kemarin" tambah Renata. "Semua yang di ajarin bang Arsa jemarin emang keluar semua tau cuma tinggal ganti angkanya doang tadi" ucapku mengingat soal ujian tadi memang sama seperti yang dicontohkan bang Arsa kemarin. "Udahlah lupain aja lagian udah kelar juga kan ujian kimianya" "Kita langsung pulang ke rumah lu aja Va. Gue pengen tiduran dululah sebelum babg Arsa dateng" pinta Kalya. "Iya masih mumet kepala gue nih" keluh Oliv "Yaudah ayoklah ke parkiran ambil mobil" Mereka meninggalkan kelas menuju parkiran dimana melewati lapangab basket. Di lapangan basket ternyata ada bang Arsa dan teman - temannya lagi main basket. Bisaan banget abis ujian malah main basket. Tak apalah malah bagus itu artinya mereka masih bisa santai sebebtar sebelum otak mereka panas oleh angka dan segala rumusnya. ***** Mansion Atmaja Setibanya di rumah kami langsung di sambut Mama tercintaku. Mama sudah memasak makanan banyak untuk kami. "Sayang ayo kalian makan dulu" ucap Mama "Wah tante tau aja kita semua belum makan" "Makin sayang deh sama tante" "Abis menguras otak kerja keras, akhirnya sekarang di isi buat amunisi belajar nanti huaaaaa" "Lebay kalian, cuma ujian aja loh kalian ini" balas Mama geleng kepala mendengar keluh kesah kami soal ujian "Soalnya nilai kita harus bagus Mama, nanti kalau ga bagus ga boleh ikut liburan ke Bali" ucapku menjelaskan pasa Mama. "Oalah teenyata kalian rajin belajar kaya gini itu cuma biar bisa ikut liburan ke Bali" "Iyalah" jawab kami berempat berbarengan. Mama hanya geleng kepala dan akhirnya meminggalkan kami makan siang. "Nyokap lu mau pergi ke mana tuh Va?" tanya Oliv kepo. "Tadi ga lu tanya nyokap gue mau kemana" Setelah selesai makan kamipun langsung menuju lantai dua dimana kamarku berada. Kamarku udah kaya kapal pecah kalau kami sudah berkumpul. Segala ada bungkus makanan, tas dan sepatu ntah dimana - mana dan masih banyak lagi. Aku tadi sudah menghubungi bang Arsa menanyakan dia akan datang jam berapa. Dan dia bilang akan datang jam 14.00 WIB maka dari itu kami memutuskan untuk tidur sampai bang Arsa datang. Hahahaha.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN