KENCAN PERTAMA

939 Kata
Adelia yang baru pertama kali berpacaran ibarat taman dimusim semi ruang hatinya dipenuhi berbagai bunga. pagi ini bangun lebih cepat membuka jendela berjalan ke balkon menghirup dalam-dalam sejuknya udara hingga memenuhi paru-paru. Ting! Sebelum berjalan ke kamar mandi ponsel dinakas berbunyi Adel membuka pesan yang masuk [Selamat pagi, Cantik] [Apa tidurmu nyenyak baby?] [Selamat pagi Eldrian, Aku tak mengalami gangguan tidur] [Bersiaplah nanti aku jemput baby] [baik El] Adelia menyelesaikan ritual mandinya dan langsung turun tuk sarapan. "Nona bangun lebih cepat, maaf nona sarapan sedang siapkan" Sapa bi Rum "Iya bi akan aku tunggu" "Silahkan diminum s**u hangatnya nona, Selamat menikmati sarapan" "Terima kasih bibi" "Sudah menjadi tugas saya nona" Baru saja Adelia bangkit dari tempat duduknya, Bi rum masuk keruang makan. "Nona ada tamu yang mencari nona" "Siapa bi?" "Seperti belum pernah kesini sebelumnya, Tampan rambutnya sedikit panjang tapi tatapannya galak nona" Jelas bi Rum "Ohh Eldrian, Suruh duduk dulu bi" Adelia tersenyum Bi Rum mempersilakan Eldrian menunggu diruang tamu. "Tunggu sebentar tuan, Nona muda sedang bersiap" "Maaf menunggu lama El" "Bukan hal besar nona Adelia" Eldrian berdiri menyambut Adel menuruni tangga. "Bisa kita berangkat sekarang, Mungkin sebaiknya aku berpamitan pada ibumu?" "Daddy dan mommy sedang tidak ada dirumah El, Mari berangkat" Eldrian membukakan pintu mobil "Silahkan naik nona cantik Adelia" "Terima kasih El" "Dengan senang hati baby" Adelia duduk bersebelahan dengan Eldrian. supir melajukan mobil sedan hitam menuju kampus. "Adelia nanti salah satu sahabatku berulang tahun kalau kau tidak keberatan aku akan mengajakmu menghadirkan pestanya." "Hhhmmm boleh El" "Nanti malam aku jemput ya" "iya El aku akan bersiap nanti malam" *** Tiba di kampus Eldrian menyatukan jemarinya pada jemari Adelia menautkan satu sama lain, seakan menandakan kepemilikannya atas jemari lentik Adelia. "El aku malu__seperti ini" Adelia memperhatikan sekeliling menatap pada mereka berdua "Kamu itu pacarku baby, Dimana salahnya?" Melihat Eldrian menatap tajam kearah mereka beberapa orang mengalihkan perhatian ketempat lain demi menghindari sorot elang lelaki tampan itu. "Ooohhh selamat datang Eldrian dan nona Wintama" Sapa tiga orang pria dari arah belakang "Pergilah kalian jangan merusak moodku" tegas Eldrian pada ketiga sahabatnya "Tenang kami tidak akan mengganggu kemesraan pasangan baru, Kami hanya memastikan kalau tak akan berlari tanpa busana pagi ini" jawab Sandy "a__Apa maksud mereka Eldrian?" Tanya Adelia kebingungan "Tidak usah dengarkan mereka baby" Eldrian menarik Adelia menjauh dari sahabatnya "Terima kasih nona Adelia sudah menolong kami" Teriak ketiganya lalu mereka tertawa. "El bisa kau jelaskan padaku?" Adelia menaikkan sebelah bahunya "Mereka terbiasa berlari tanpa busana baby hari ini terbebaskan karena aku menjemputmu" Jelas Eldrian salah tingkah "El___" "Sudahlah cantik lupakan" Eldrian tak kan menjelaskan apapun pada Adelia tentang perkataan ketiga temannnya. Dikoridor Adelia dan Eldrian bertemu Dante yang hendak ke perpustakaan. Dante terheran pada dua orang dihadapannya. "Selamat pagi Dante" Sapa Adelia sumringah "Hmm, Selamat pagi" "Kau tak mengucapkan selamat pada kami Dante?" imbuh Eldrian "Hmm?" tanya Dante ekspresi datarnya "Lihatlah aku dan Adelia resmi berpacaran, Jadi aku minta kau jangan terlalu dekat dengan kekasihku mulai saat ini" Jelas posesif Eldrian Dante kembali melihat Adelia lalu beralih pada Eldrian bergantian. "Selamat untuk kalian..." Dante berlalu meninggalkan keduanya "Eldrian sudah berapa kali aku jelaskan aku dan Dante bersahabat" "Dante laki-laki" "Aku tak meragukan itu El, fisiknya sama sepertimu kalau mengatakan dia wanita boleh aku tertawa" "Aku tidak sedang cantik" "Iya" "Kau pacarku Adelia aku tidak membolehkan kau berdekatan dengan pria lain, jika itu terjadi mereka akan mengesot datang kekampus" "Bagaimana bisa seisi kampus ini banyak laki-laki Eldrian" "Akan kupatahkan tangan mereka juga jika berani mendekatimu" "Terserah padamu saja El" Gumam Adelia tak ingin berdebat dengan pria Arogan kepala batu disampingnya "Aku memang berbuat sesuai kehendakku milikku tak boleh disentuh pria manapun" tegas Eldrian "Aku bisa pastikan kau tak kan bisa begitu Eldrian Daddy juga seorang pria" Adelia tersenyum mengejek "Eemmm itu pengecualian untuk tuan Wintama" Eldrian menggaruk rambut belakangnya. *** Malamnya.... Derum mobil berhenti dihalaman kediaman keluarga Wintama. Sesosok pria mengenakan setelan navy dengan rambut terkuncir melangkah tegap menuju pintu utama. "Silahkan masuk tuan nona muda sudah menunggu didalam" "Kau sudah datang El" Adelia menuruni tangga perlahan dengan high hells senada dengan gaun berwarna marron. Gaun berbahan sutra lembut selutut dengan aksen pita dipinggang bagian belakang itu terlihat sangat cantik berbalut melekat ditubuh Adelia. rambut hitam panjangnya disematkan kesamping dengan penjepit mutiara. Eldrian terpaku pandangannya melihat pada kekasihnya tersebut lalu mengulurkan tangannya. "Bisakah aku menahan tak mencungkil mata pria lain yang memandangmu malam ini" "Kau berlebihan El" Adelia tersipu kedua pipinya memerah. "Ayoo baby aku tak ingin terlambat" Keduanya memasuki sedan hitam duduk berdampingan. tiba di salah di restoran "Disinikah acara Eldrian?" tanya Adelia "Hhhmm itu___Turunlah dulu" Eldrian menggandeng tangan Adelia. "Aku sedikit berbohong tentang pesta ulang tahun itu, Aku___ ingin mengajakmu berkencan" "Benarkah?" Eldrian menggangguk tanpa ragu "Terima kasih El" "Aku bahkan belum memberikanmu sesuatu kau sudah berterima kasih" Hidangan disajikan dihadapan mereka, Eldrian canggung dengan Dinner romastis sebelumnya tak pernah merayu wanita. justru wanitalah yang merayunya. Malam itu pasangan kekasih tersebut terlihat sangan serasi. "Apa kamu menyukainya Adelia?" "Ya, tentu ini cukup mengejutkanku Eldrian" Adelia berbinar-binar.. "Aku senang mendengarnya baby" Eldrian membawa tangan Adelia kedekat bibirnya mengecup lembut punggung tangannya gadis cantik yang pipinya bersemu sedari tadi. Eldrian juga menyerahkan sebukket bunga lili putih pada Adelia. Perlakuan manis Eldrian mampu menghipnotis Adelia hingga kerelung hati terdalamnya. Bias cinta entah ataupun perasaan yang nyaman membuat Adelia tersipu. Menerima bunga lily putih yang melambangkan kesucian cinta dari seseorang yang spesial adalah moment yang begitu mendebarkan. "Eldrian terima kasih" Ucap Adelia. "Tentu, Baby.. Aku selalu berusaha untuk membahagiakan kekasihku. jika kau menyukainya aku akan membawakan setiap hari khusus untukmu. Nona cantik Adelia." Eldrian begitu manis memperlakukan Adelia. Gadis cantik yang memikat hatinya sejak pertama kali melihat di kampus.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN