Bab 10

1079 Kata
Keesokan harinya. Karena memiliki akses memasuki Apartemen Naufal membuat Zaskiya dengan bebas keluar masuk ke dalam gedung tersebut. Zaskiya sama sekali tidak memiliki rasa malu meskipun ada Cahaya di dalam Apartemen tersebut. Ia tidak menganggap keberadaan Cahaya. “Sayang!” panggil Zaskiya “Apa kamu tidak pernah diajarkan sopan santun? Kalau bertamu sebaiknya mengetuk pintu terlebih dulu.” ujar Cahaya “—“ Zaskiya mengabaikan perkataan Cahaya, ia seolah tidak mendengarnya. “Sayang, kamu di mana?” teriak Zaskiya “Astagfirullah.” gumam Cahaya sembari mengelus dadanya sabar “Sayang, aku…” “Awss,” ringis Zaskiya Cahaya menarik tangan Zaskiya dengan kasar karena wanita itu mengabaikan perkataannya, bahkan seolah tidak menganggapnya ada. Zaskiya mengelus tangannya yang terasa sakit. Kedua wanita itu saling melempar tatapan tajam. “Berani-beraninya kamu menyakitiku, ha?!” ujar Zaskiya “Memangnya kamu siapa aku tidak berani menyakitimu, ha?” Cahaya sama sekali tidak takut dengan Zaskiya, meskipun wanita itu selalu mendapat pembelaan dari suaminya. Zaskiya mengepalkan kedua tangannya. Wajahnya memerah menahan amarah. “Kurang ajar! Berani-beraninya dia melawanku.” batinnya berucap “Sebaiknya kamu keluar dari Apartemen ini!” ujar Cahaya “Aku sedang mencari kekasihku. Di mana Naufal?” “Kak Naufal sudah berangkat ke kantor.” “Bohong! Kamu pasti menyembunyikannya, kan?!” “Huhh, untuk apa aku menyembunyikan Kak Naufal? Kalau tidak percaya silahkan geledah Apartemen ini.” Zaskiya melihat kejujuran di wajah Cahaya. Tanpa mengatakan apapun Zaskiya berlalu pergi meninggalkan Cahaya. Ia keluar Apartemen Naufal dengan perasaan kesal. Ia tidak suka dengan keberadaan Cahaya di Apartemen itu, bahkan dia sudah mulai berani dengannya. “Awas kamu!” desis Zaskiya dengan tajam “Aku akan meminta Naufal untuk mengusirmu dari Apartemen itu.” gumam Zaskiya Kantor Brak “Astaga,” Naufal terlonjak kaget karena pintu ruangannya tiba-tiba terbuka dengan kasar. Namun seketika rasa kesalnya hilang begitu saja setelah melihat kekasihnya. “Sayang, kamu kenapa? Kenapa kasar sekali buka pintunya, hm?” ujar Naufal sembari menghampiri Zaskiya Zaskiya menghempaskan tubuhnya di sofa yanga da di ruangan Naufal. Wajahnya terlihat kesal membuat Naufal bertanya-tanya. Naufal duduk di samping Zaskiya lalu menangkup wajah wanita itu. Ia menatapnya lembut, bahkan Cahaya tidak pernah mendapat tatapan seperti itu darinya. “Kenapa, hm? Ada masalah?” tanya Naufal “Aku barusan dari Apartemen kamu, tapi ternyata kamu sudah berangkat.” “Tumben pagi-pagi ke Apartemen?” Seketika mood Zaskiya berubah setelah mendengar pertanyaan Naufal. Bibirnya tersenyum manis membuat Naufal mengernyitkan keningnya bingung. Mudah sekali mood Zaskiya, pikir Naufal. “Ada apa, hm? Kok sekarang tersenyum?” ujar Naufal Zaskiya menggenggam tangan Naufal, wajahnya terlihat berseri-seri berbeda dari beberapa menit yang lalu. “Aku mau cerita sesuatu ke kamu. Pasti kamu sangat bahagia mendengarnya.” “Oh, ya? Soal apa?” Naufal terlihat antusias menunggu cerita dari Zaskiya tanpa curiga sedikitpun. “Aku hamil!” ujar Zaskiya Deg Dua kata yang membuat tubuh Naufal mematung di tempat. Jantungnya berdegup kencang setelah mendengar perkataan Zaskiya. “H-hamil?” ucap Naufal dengan nada gugup sekaligus tidak percaya Zaskiya mengangguk berulang kali. “I-iya. Aku hamil anak kamu. Kamu senang kan?” “—“ Naufal terdiam. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Ia tidak bisa mengatakan jika dirinya senang atau tidak. Pengakuan Zaskiya benar-benar membuatnya terkejut. Zaskiya mendatarkan wajahnya ketika melihat respon Naufal. “Kok kamu kayak gitu responnya? Kamu nggak suka kalau aku hamil?” “Ini kan anak kamu, sayang!” lanjutnya Naufal mengalihkan pandangannya. Ia bahagia mendengar kabar kehamilan Zaskiya, namun di satu sisi ia memikirkan keluarga besarnya. Bagaimana dengan keluarganya jika mereka mengetahui hal ini? Bukan hanya asset berharganya yang akan hilang, bahkan kedua orang tuanya bisa mengeluarkan ia dari anggota keluarga mereka. “Sayang!” panggil Zaskiya dengan nada kesal “Iya. Kenapa?” Zaskiya menautkan kedua alisnya tidak suka mendengar jawaban Naufal. Ia tidak melihat kebahagiaan di wajah laki-laki itu. “Kenapa kamu bilang?Aku hamil, Naufal. Harusnya kamu bahagia.” “Respon kamu kenapa seperti itu? Nggak ada bahagia sama sekali. Harusnya kamu meluk aku, ucapin selamat, kasih aku hadiah, tapi ini apa?” Zaskiya menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan respon Naufal. “Sayang, dengerin aku!” Naufal menggenggam tangan Zaskiya dengan lembut “Aku bahagia dengan kehamilan kamu, tapi di satu sisi aku memikirkan respon keluarga besar aku, sayang.” “Jadi, kamu hanya memikirkan perasaan keluarga kamu, ha? Aku minta pertanggung jawaban kamu.” ujar Zaskiya dengan tegas Naufal menangkup wajah Zaskiya. “Aku pasti bertanggung jawab, sayang.” “Dengan cara menikahiku!” “—“ dan seketika Naufal langsung terdiam setelah mendengar perkataan Zaskiya. Perlahan tangannya turun karena ia bingung mencari jawaban yang tepat. “Aku mau kamu menikahiku secepatnya sebelum kandungan aku membesar. Kamu nggak mau kan nama baik kamu dan keluarga besar jadi hancur karena perbuatan yang telah kamu lakukan.” “Aku tidak bisa mengambil kepusan begitu saja, apalagi menikahi kamu.” ujar Naufal Zaskiya langsung berdiri setelah mendengar jawaban Naufal. Ia sudah menduga hal ini akan terjadi, ia tahu bagaimana kekasihnya itu. Karena hal itu Zaskiya menyusun sebuah rencana, dan ia yakin dengan rencananya tersebut Naufal pasti akan menikahinya dalam waktu dekat. “Kalau kamu nggak mau menikahiku jangan salahkan aku jika keluarga besar kamu mengetahui hal ini, dan kemungkinan besar nama baik kalian semua hancur.” “Ingat, jangan pernah mempermainkanku, sayang!” ujar Zaskiya sembari tersenyum smirk “Zaskiya, aku tidak pernah mempermainkan kamu. Tapi tunggu dulu, aku tidak bisa langsung menikahi kamu begitu saja. Aku harus melakukan cara agar bisa menikahi kamu.” “Aku mohon mengertilah!” Naufal menggenggam tangan Zaskiya sembari menatapnya lembut. Ia harap Zaskiya bisa mengerti akan kondisinya saat ini. Naufal tidak pernah mempermainkan Zaskiya, bahkan cintanya tulus padanya. Namun karena terhalang restu dari orang tuanya membuat Naufal tidak bisa mengambil keputusan begitu saja, apalagi menikahi Zaskiya secara mendadak. Ia dalam masalah besar jika keluarganya mengetahui tentang kehamilan Zaskiya. “Percayalah, aku pasti menikahi kamu.” ujar Naufal “Apa aku bisa memegang ucapan kamu?” “Apa selama ini aku pernah membohongi kamu?” Zaskiya menggeleng pelan. “Tidak pernah!” Naufal tersenyum. Ia mengelus pipi Zaskiya dengan lembut. “Kita pasti menikah! Tapi, sabar dulu.” “Hmm, baiklah! Aku akan lebih bersabar untuk menunggu.” “Terima kasih.” Naufal menarik Zaskiya ke dalam pelukannya. Bahkan sejak dulu Naufal ingin menikahi kekasihnya itu, namun siapa sangka kedua orang tuanya justru menjodohkan dirinya dengan perempuan lain. Sampai kapanpun cintanya hanya untuk Zaskiya. Tidak akan ada wanita manapun yang bisa menggantikan posisi Zaskiya di hatinya. •••
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN