BAB 20

1207 Kata
Karena ada hal yang mendesak saat dirinya kehabisan pembalut, Nada berjalan ke sebuah warung di dekat kompleknya. Cewek itu berjalan sendirian. Dalam perjalanan pulang, langkahnya terhenti saat melihat Nino dan Hyunjin sedang berbincang di depan pagar rumahnya. Nada tidak dapat mempercayai apa yang dia lihat di hadapannya. Langsung saja, emosinya memuncak begitu menyadari Hyunjin yang tengah menodongkan rokok kepada Nino. Benar-benar gila. "Jadi, lo yang ngajarin Nino?!" Nada mendekati mereka dan dia benar-benar memasang tatapan benci sekaligus kesal pada Hyunjin. "Ayo Nino masuk." Nada menyeret lengan Nino dan tidak menghiraukan Hyunjin yang tengah ingin menjelaskan sesuatu. Nino awalnya menolak, namun melihat tatapan Nada yang benar-benar emosi itu membuatnya tidak bisa jika tidak menuruti apa permintaan Kakaknya. Mereka lalu masuk dan berujung Nino yang disemprot habis-habisan oleh Nada. "Nino, sekarang dengerin gue. Sekali lagi gue lihat lo ngobrol sama Hyunjin, gue laporin Mama kalau lo ngerokok." Nino terlihat ingin membela diri dan berusaha menjelaskan namun Nada sudah keburu meninggalkannya yang masih berdiri di depan televisi. Nada langsung menuju kamarnya dengan perasaan yang amat kesal. Bisa-bisanya Hyunjin membuat Nino merokok dan sangat membuat pengaruh buruk pada Adiknya. Nada benar-benar kesal hingga rasanya ada uap yang mengepul di atas ubun-ubunnya. "Psikopat," ujarnya yang membayangkan wajah Hyunjin. Padahal baru saja dia melihat sisi baik Hyunjin saat panti asuhan kemarin, namun kejadian dia berkelahi di kampus dan kali ini memberikan rokok kepada Adiknya benar-benar membuatnya muak dan semakin meragukan Hyunjin. Dia hanya tidak habis pikir, bahwa beberapa waktu lalu hampir tertipu dan mulai dekat dengan cowok itu. Untung saja sekarang dia tahu, bagaimana Hyunjin sebenarnya. Dan dia bertekad tidak akan ingin dekat-dekat dengan cowok itu. Nada benar-benar menyesali bagaimana dia bisa sering berinteraksi dengan Hyunjin. Bahkan beberapa kali cowok itu mengantarkannya pulang.  Udah Nada, paling bener memang nggak usah bergaul dengan siapapun keculai Sandra dan Jaehyun. Mood Nada benar-benar buruk sekarang. Jika ada yang harus disalahkan, Hyunjinlah yang membuat moodnya serusak ini. "Na ...." Pintu kamar Nada terketuk.  "Masuk," ujar Nada yang sudah tahu orang di balik pintu kamarnya adalah Sandra. Pasalnya Sandra memang berencana menginap di rumah Nada. "Tara! Makanan!" Sandra menunjukkan tentengan yang dia bawa dengan sangat girang. "Ih, kok murung, sih?" tanyanya saat menyadari Nada yang tidak heboh melihat makanan. Nada menghela napas kesal. "San, gue kesel banget." Sandra yang masih di depan pintu itu langsung mendekati Nada dan duduk di sampingnya. "Kenapa kenapa kenapa?!" "Hyunjin." "Kenapa lagi?" "Tadi gue lihat dia ngasih rokok ke Nino." Nada menjelaskan dengan mata yang memang menyorotkan kebencian. Sandra terlihat tidak percaya. "Masa, sih?" "Iya, San! Lo nggak percaya sama gue? Hyunjin itu orang gabaik, gue kemarin lihat dia berantem sama beberapa preman pas mau ngantar gue pulang, terus kejadian di kampus juga, terus dia ngasih Nino rokok!" Sandra terdiam, bingung ingin menyahut apa. "Gue jadi benci banget, San. Dan kenapa gue selalu ketemu sama dia, sih?" Sandra mengangguk-angguk. "Gue ngerti sih, kalau jadi lo pasti kaget begitu. Tapi kita gabisa nilai hanya dari kelakuan buruknya, kan?" "Tapi udah beberapa keburukan yang gue lihat, San. Dia bener-bener orang mengerikan dan ... misterius." "Misterius?" Nada sempat terdiam. "Sebenarnya kemarin pas gue ke panti asuhan amanah. Ingat kan? Panti asuhan yang gue ceritain yang ngundang gue baca cerita itu?" "Iya iya ingat. Kenapa?" "Sebenernya kemarin waktu gue ke sana, ketemu Hyunjin." "What? Ngapain dia di panti asuhan?" Nada menatap Sandra lekat. "Kata pemilik pantinya, Hyunjin sudah lama jadi relawan tetap di sana." Sandra langsung membulatkan matanya. "Hah?! Hyunjin?! Seorang Hyunjin?" "Iya." Nada mengangguk. Wajah Sandra sangat terlihat merasa takjub. "Gue kaget, lho." "Apalagi gue, yang ketemu langsung." "Nah kan, Na! Hyunjin nggak sepenuhnya buruk!" Nada mengambil kresek makanan yang dibawa Sandra. "Tapi dia udah ngajarin Nino yang baik, San! Itu yang paling buat gue kesel." "Iya sih." Sandra menyomot gorengan yang dia bawa tadi. Mereka berdua lalu berbincang sepanjang malam, dan tentu saja obrolan cewek pasti kemana-mana, mulai dari membahas Hyunjin bisa-bisa beberapa jam kemudian mereka sudah membahas kucing liar yang terus saja hamil dan memikirkan siapa kira-kira bapak dari anak-anak kucing itu. "Na! Astaga baru ingat!" Sandra yang sudah siap-siap hendak tidur itu tiba-tiba berdiri dan membuat Nada terkejut. "Apa sih, San?" "Besok, nggak mau tahu, gue harus ketemu Bang Alphiandi sama Kak Vidya! Soju dan saudara-saudaranya juga!" "Saudaranya?" Nada terlihat bingung, sejak kapan Soju memiliki saudara. "Soju punya saudara sekarang! Ada Sake, Uyu, sama Santen!" Nada terbahak di sana. "Bisa-bisanya nama-namanya kocak semua." "Na, gue lihat Bang Alphi napas aja ngakak masa, lihat jari tangannya doang juga ngakak!" "Sepakat sih! Dia diem aja kita pengen ketawa mulu lihat videonya." Diam-diam Nada juga sering menonton instastory Alphiandi, sang kpop influencer Indonesia itu. *** Sandra tidak bisa mempercayai apa yang dia lihat sekarang. Seorang Alphiandi dengan wajah diamnya yang sangat kocak baginya itu berdiri di depan Sandra. "Akhirnya ketemu!" pekik Sandra kegirangan. Alphi tampak tersenyum kemudian melihat Nada yang berdiri samping Sandra. "Siape ni?" tanyanya pada Nada yang sudah saling mengenal karena tetanggaan itu. "Sahabat saya, Bang. Dia ngefans sama Abang!" Alphiandi tampak tersipu. "Oh ... mau foto bareng ya? Boleh boleh ayo sini amna hp nya?" Sandra terkekeh, bisa-bisanya Bang Alphi itu sangat percaya diri padahal dirinya hanya ingin berfoto bersama kucing-kucingnya, bukan dia. "Maunya foto sama Soju aja, Bang!" teriak Sandra yang menatap Soju di tangan Alphi. "Aneh banget lu, ngefans sama gue apa sama Soju sih?" "Gatau ah! Pokoknya pengen foto sama Soju aja!" Sandra buru-buru membuka fitur kamera di ponselnya dan mulai berpose di samping Soju yang memasang wajah datar menyebalkan. "Ih lucu banget! Mukanay nyebelin! Gemes!" Nada terkekeh melihat sahabatnya itu. Dari kejauhan terdengar suara perempuan yang tertawa. Tenang, bukan mbak kunti kok, tetapi Vidya yang sedang menertawakan suaminya yang kalah tenar dengan Soju. Vidya mendekat dan langsung menatap Nada di sana. "Ih, Nada, temen kamu yang mirip member stray kids mana? Kok gak pernah keliatan lagi?" Vidya masih mengingat wajah Hyunjin yang selalu dia sebut mirip dengan idol Korea. "Kan aku udah bilang sayang, nggak mirip," ujar Alphi yang masih saja tidak terima dengan pendapat Vidya tentang Hyunjin. Sandra langsung memekik di sana yang membuat semua orang terkejut. "Jangan bilang yang dimaksud mereka Hyunjin?" tanyanya pada Nada yang langsung dijawab oleh sahabatnya itu dengan anggukan. "Astaga!" Sandra menutup mulutnya lalu bertingkah heboh hingga loncat-loncat untung nggak sampai jadi pocong. "Astaga kita sepemikiran Kak! Hyunjin mirip banget sama member stray kids menurut aku!" Sandra menatap Vidya yang langsung merespon sama hebohnya. Mereka berdua kegirangan dan meloncat-loncat bersama. "Iyakan?! Mirip banget kan! Yaampun nggak salah gue!" Alphiandi kemudian menggeleng di sana. Lalu mengajak Nada mengobrol. "Emang pacar lu seganteng itu ya? Dikatain mirip idol Korea ama bini gue dan temen lu."  Nada langsung melotot. Tidak terima jika Hyunjin dibilang pacarnya. "BUKAN PACAR GUE!" teriak Nada yang awalnya sangat sopan jika berbicara Alphiandi kini malah benar-benar tidak ada sopan-sopannya. "BUKAN PACAR GUE!" ujarnya sekali lagi dengan wajah yang sangat meyakinkan lantaran wajah Alphi sangat terlihat meragukan Nada. "NGGAK PERCAYA?!" Alphiandi terlihat tertekan dan mengangguk terpaksa. "I-iya percaya kok," katanya mencoba berkata yang padahal tidak sesuai dengan hatinya. Sandra dan Vidya masih asyik berbincang seputar idol Korea, mereka tampak sangat sefrekuensi dan sangat kompak dalam dunia perhaluan. "Eh, emangnya yang mirip member stray kids itu pacarnya Nada?" tanya Vidya di sana yang tentu saja membuat Nada semakin melotot. "BUKAN PACAR GUE!!!" ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN