Nada dan Hyunjin masih di panti asuhan amanah.
Setelah Nada selesai bercerita, mereka semua makan siang bersama seperti biasanya. Waktunya naka-anak panti istirahat dan jam tidur siang.
Hyunjin duduk di samping Nada yang sedang duduk di kursi taman panti itu.
"Gue serius kalau bilang mau deket sama lo." Tiba-tiba saja kalimat itu yang dia lontarkan dengan gampangnya.
Nada menghela napas melihat Hyunjin di sampingnya. "Sebelum tanya, gue yakin lo tahu banget jawaban gue."
"Gue nggak minta jawaban kok. Pengen ngungkapin aja." Wajahnya benar-benar terlihat serius. "Serius, nggak minta jawaban."
Nada tidak bisa berkutik lagi. Dia hanya mengiyakan dan mulai berusaha tidak ada apa-apa di antara mereka.
"Gue baru tahu, lo ternyata pinter ngelukis. Nada mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.
Hyunjin tersenyum tipis. "Suka aja."
"Lukisin muka gue deh." Nada menawarkan diri daripada harus larut dalam kes=canggungan itu.
Tentu saja Hyunjin sangat bersemangat di sana. Dia menyuruh Nada untuk tidak terus bergerak dan dirinya terus menggambar sketsa yang tentu saja dia usahakan secantik mungkin.
"Ih Kak Nata gambarnya nggak bener," ujar Jojo yang memang sedari tadi mendekati Nada dan Hyunjin. "Kak Nada lebih cantik daripada ini gambarnya jelek," katanya lagi yang sangat jujur.
"Ih Jojo bukannya tidur malah nyempil di sini," ujar Hyunjin terheran melihat anak yang satu itu.
Nada terkekeh dan menengok hasil lukisan Hyunjin. Ternyata sangat bagus dan yang pastinya dirinya tidak bisa jika disuruh menggambar seperti itu.
"Jojo... ini lukisannya nggak jelek, Kak Nadanya aja yang aslinya terlalu cantik." Hyunjin mengelus puncak kepala Jojo.
"Oh iya bener!" Dengan polosnya Jojo mengiyakan perkataan Hyunjin itu.
"Nih buat lo aja. Simpen ya gambarnya," ujar Hyunjin seraya menyerahkan kanvas segi empat yang bergambar wajah Nada.
Nada tersenyum dan menerima gambar itu. "Oke thanks ya, Nata."
Hyunjin yang tengah sibuk membereskan alat lukisnya langsung menatap Nada. "Apa tadi lo bilang?"
"Oke thanks, Nata."
Hyunjin tersenyum di sana. "Tahu nggak, lo pertama kali manggil nama gue," ujarnya yang membuat Nada sadar bahwa selama ini dia tidak pernah menanggil Hyunjin dengan layak.
"Oh ... iya, hehe. Sorry ya."
"Nggak papa, wajar lah. Lo manggil gue Nata aja kayak tadi, biar beda sama yang lain."
Jojo memasang wajah bingungnya. "Nggak beda Kak Nata! Kan kami juga manggil kamu Kak Nata?" tanyanya dengan sangat polos.
Hyunjin terbahak di sana. "Iya ya, hahaha ...."
Nada ikut tertawa, wajah bingung Jojo benar-benar sangat layak untuk ditertawakan.
"Orang-orang di kampus sama di luaran sana nggak ada yang manggil gue Nata," ujar Hyunjin yang kini menatap Nada lagi. "Orang-orang yang manggil gue Nata itu sangat spesial dalam hidup gue, termasuk lo."
Nada terdiam, dia sangat tidak tahu harus bereaksi apa lagi, alhasil dia mengajak Jojo masuk dan menyuruh anak itu untuk tidur siang menyusul anak-anak yang lain sudah tidur dengan nyenyak.
"Jojo, ayo tidur ya, temen-temen aja udah mimpi sampai ke Korea, Jojo masih di sini kan sedih."
"Hah?" Jojo terlihat bingung lagi.
"Nggak deh nggak papa, ayo masuk."
"Oke lah."
***
"Ayok," ujar Hyunjin yang menyuruh Nada segera naik ke motornya. "Gue antar pulang."
Nada masih ragu.
"Cepet naik, Na. Kan kamu nggak bawa motor, yaudah gue anter pulang," ujar Hyunjin lagi yang masih menunggu cewek itu naik ke motornya.
Akhirnya Nada menerima tawaran itu. Dia naik dan mengenakan helm yang memang sudah dia bawa lantaran tadi diantar Jaehyun untuk pamti asuhan ini.
Hyunjin menjalankan motornya dengan perasaan yang benar-benar bahagia.
"Gue milih lo tuh ada alasan tau, Na," ujar Hyunjin tiba-tiba karena iingin memecahkan suasana yang amat hening.
"HAH?!" Nada tidak dapat mendengar dengan jelas apa kata Hyunjin lantaran suara angin saat di jalan itu membuat telinga siapapun seketika tidak berjalan dengan benar apalagi suara motor RX-King yang dikenal ribut.
Hyunjin tertawa sambil mengintip wajah Nada di kaca spion, ekspresi cewek itu benar-benar lucu dan kebingungan.
"Lucu banget," ujar Hyunjin lagi.
"HAH PUTU ANGET? LO MAU BELI KUE PUTU?!" teriak Nada dari belakang dengan kepala yang menoleh kanan kiri mencari penjual putu.
Lantas Hyunjin terbahak di sana, membiarkan Nada yang masih kebingungan mencari keberadaan penjual putu.
Nada turun dari motor Hyunjin saat sudah sampai di depan rumahnya. "Kok nggak jadi nyari kue putu?" tanya Nada dengan wajah polosnya.
Hyunjin kembali terbahak di sana. "Nggak jadi," katanya yang tetap membiarkan Nada mengira apa yang didengarnya benar.
Nada melihat Hyunjin yang terbahak dengan penuh penghayatan, baru pertama kali dirinya melihat cowok itu tertawa selepas ini.
"Yaudah nanti kapan-kapan aja beli kue putunya," ujar Nada lagi yang malah membuat Hyunjin semakin terpingkal.
Jaehyun datang dengan motor scoopynya. "Eh, ada Hyunjin," ucapnya seraya membuka helm. "Dari mana kalian?" tanyanya pada dua orang temannya itu.
Baru saja Nada ingin membuka mulutnya menjawab, ternyata Hyunjin sudah terlebih dahulu berkata. "Habis ngedate!" ujarnya yang Nada membulatkan kedua bola matanya.
Jaehyun hanya mengangguk di sana. "Yaudah gue masuk ya!" katanya seraya membuka pagar rumahnya itu. "Capek beud!"
Hyunjin dan Nada lalu mengangguk dan Jaehyun langsung masuk ke rumahnya tanpa sepatah katapun lagi.
Nada terlihat memurung melihat tingkah Jaehyun seperti itu, seakan tidak pernah menganggap ada apa-apa di antara mereka. Memang kenyataannya tidak ada sih. Lantas cewek itu menghela napas kesal.
"Tunggu aja, hati lo sebentar lagi menyediakan ruang buat gue," kata Hyunjin yang membuat Nada terperangah di sana.
"Gue pulang dulu, sampai ketemu lagi jika semesta mengizinkan," ujar Hyunjin lalu dia mengacak puncak rambut Nada di sana.
Lantas saja cewek itu diam membeku sekaligus geli dengan apa yang dikatakan Hyunjin.
"TUNGGU!"
Hyunjin yang hendak menyalakan motornya itu lantas berbalik dan mendapati sepasang suami-istri yang mendekat ke arah Nada dan dirinya.
Nada sudah tahu apa yang akan dua orang itu lakukan.Mendebatkan wajah Hyunjin.
Vidya membuka layar ponselnya dan membuka sebuah foto idol kpop itu, lalu menyandingkannya dengan wajah Hyunjin yang terlihat bingung di sana.
"NAHKAN BENER< MIRIP BANGET INI!" Vidya melotot kepada suaminya yang tak lain dan bukan adalah Alphiandi.
Alphi mengamati antara foto tersebut dan wajah Hyunjin di sana. "Iya sih, agak mirip sih," katanya mengiyakan sang istri.
Nada ikut mengamati, ternyata benar-benar mirip namun menurutnya lebih tampan Hyunjin di sana.
Tunggu! Nada menggelengkan kepalanya keras-keras. Heran kenapa dirinya bisa berpikir seperti itu barusan. Dirinya menganggap Hyunjin ganteng? Astaga, dunia Nada sedang tidak baik-baik saja sekarang.
***