“Kak! Kak Nada!” Nada batal membelok masuk ke kelas oleh panggilan itu. Matanya sejenak mencari, dan menjumpai seorang anak perempuan bertubuh kecil setengah berlari mendatanginya. Pasti itu anak kelas X, terlihat dari raut wajah dia yang terintimidasi saat bertatapan muka dengan Nada. “Ya, ada apa, Dik?” sahut Nada dan melihat name tag bertuliskan “SUSANTI” di d**a kanan sang adik kela. “Ini ada titipan buat Kakak.” Nada menerima sehelai kertas terlipat dari anak itu. “Apa ini?” “A-anu... itu... tinggal dicentang, di pilihannya,” anak itu juga mengulurkan bolpoin. Alis Nada berkerut. Saat membuka lipatan kertas itu, tahulah ia apa yang sedang terjadi. Tulisan pendek di kertas, ditulis semua dengan huruf kapital, berbunyi, “MAU TIDAK KAMU JADI PACAR AKU?”, dan di bawahnya terdapat

