Telepon berdering. Dan tepat seperti yang diperkirakan Nada, datangnya dari Dayu. “Nad, ada info bagus nih,” kata perempuan itu, tanpa menunggu Nada menyapa “halo!”. “Soal Bu Dita?” “Betul. Persis seperti permintaanmu, aku add friend dia di f*******:, lalu ngobrolin soal rumahnya yang akan dia jual itu. Dan berkat keahlianku sepik-sepik, dia bisa kubikin terbuka lalu cerita banyak hal tentang kehidupannya. Sebelum aku cerita, kayaknya ada yang mau kamu ceritain terlebih dulu.” Nada berpindah dari meja belajar ke tempat tidur. Ia menggapai remote control untuk menaikkan suhu AC 2 derajat Celsius. “Kebetulan masih ada kaitannya dengan urusan yang itu juga. Tadi aku ke rumah Aren, untuk lihat di sana ada apa. Dan yang kutemukan benar-benar mengagetkan.” Ia menceritakan pengalaman sore t

