Kanker

1519 Kata

Nada melangkah santai dan cenderung lamban. Masih ada waktu 20 menit sebelum pukul 7, jadi tak perlu tergesa-gesa juga. Suasana pun masih lengang. Saat ini hanya ada beberapa gelintir murid yang bersama dengannya saat melintasi pintu gerbang dan sosok Pak Yamto. Lalu dengan cepat ia bisa melihat satu wajah yang duduk menghadapi meja kerja Pak Yamto di dekat gerbang sambil bermain ponsel. Dan mata di wajah itu bisa dengan seketika terangkat tepat saat Nada melintas. “Kok nggak naik motor?” itu Benu. “Iya. Lagi pengin jalan kaki aja. Kamu nunggu siapa di sini?” “Nggak nunggu siapa-siapa. Belum pengin ke kelas aja.” Tapi dengan seketika itu pula Benu berdiri, dan otomatis menjajari tapak kaki Nada menuju bagian dalam SMA 29. Sambil berjalan, Nada menunggu. Benu berdiam diri. Ia juga. Me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN