Arheum

1241 Kata

Nada mengakhiri meditasinya secara prematur oleh bunyi dengung panggilan masuk di ponsel. Buru-buru ia raih benda itu, karena di layar terpampang wajah ayu Dayu. Sudah sejak siang tadi, sepulang dari rumah sakit, segala caranya untuk menghubungi Dayu gagal total. Telepon tak tersambung, dan berkali-kali pesan teks sebatas centang tunggal warna kelabu. Mungkin Dayu sedang sibuk di “alam sebelah”, begitu yang selalu dikatakannya. Dan baru sekarang ini punya waktu untuk mengurusi murid tersayangnya yang di alam Solo ini. “Halo?” Nada menyapa sambil menatap penunjuk jam di ponsel yang menunjukkan pukul 00.30 dini hari. “Ada apa, Nad? Kayaknya urgen banget. Baru aja balik rumah nih dari tugas negara.” “Aren kolaps. Dan sampai malam ini tadi, selain belum sadar, dokter juga masih bingung nen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN