Nada, Radit, dan Haris menoleh bersamaan ketika pintu ruangan dalam UGD Rumah Sakit dr. Moewardi terbuka dan Bapak serta Ibu Irfan muncul dari sana dengan raut wajah serius. Anak-anak bangkit berdiri, tepat ketika kedua orangtua Aren itu tiba di tempat mereka semua tadi duduk menunggu dengan tegang. Yang juga ikut bergegas mendekat adalah Bu Siwi dan Pak Rudy. Tadi mereka ikut ke sini dengan mobil sekolah untuk mengantar Aren. “Bagaimana kondisi Aren, Pak Irfan?” tanya Bu Siwi. “Masih belum sadarkan diri, tapi udah stabil,” jawab Pak Irfan. “Ini sudah mau dibawa ke kamar inap biasa.” “Trus apa kata dokter soal Aren yang tadi kejang?” tanya Pak Rudy. “Masih diobservasi, tapi mungkin cuman demam. Dulu pas kecil, Aren sering demam tinggi sampai step. Mungkin serangan kayak begitu terjadi

