Peluru menghantam dinding gudang, serpihan kayu beterbangan. Erika meringkuk di balik meja berkarat, tubuhnya gemetar hebat. Suara senapan, teriakan, dan deru mesin mobil bercampur jadi satu. Namun ada sesuatu yang berbeda malam itu. Di balik ketakutannya, Erika tahu: suaranya sudah didengar jutaan orang. “Var! Kita harus keluar!” teriak Sari dari pintu samping. Ia menyeret laptopnya yang masih panas setelah siaran langsung. Alvaro menembakkan pistol ke arah pintu yang sudah jebol, memaksa orang-orang bersenjata itu mundur sejenak. “Jona, tutup jalan!” “Siap!” Jona berjongkok di belakang tumpukan besi tua, menembakkan peluru ke arah kerumunan yang mencoba masuk. Dentuman senjatanya memantul di langit-langit baja. Erika berlari mengikuti Sari, tapi langkahnya terhenti saat ia menoleh se

