Bab32

1316 Kata

Hujan kembali turun, deras, seolah Jakarta enggan memberi kesempatan untuk bernapas. Dari balik kaca mobil sewaan yang melaju tanpa arah, Erika menatap titik-titik air yang berpacu menuruni jendela. Nafasnya pendek, tubuhnya masih gemetar. Bau asap dan debu dari kontrakan yang porak-poranda masih menempel di pikirannya. Suara pintu didobrak, teriakan kasar, dan peluru yang memecahkan kaca—semua masih menggema. Di kursi kemudi, Jona menggertakkan gigi, menahan amarah yang hampir meledak. “Gue udah bilang, mereka bakal ngendus kita. Gak ada tempat aman sekarang.” Tangannya mencengkeram setir sampai buku jarinya memutih. Sementara di kursi sebelah, Alvaro hanya diam, matanya tajam ke depan, wajahnya penuh konsentrasi. Erika menunduk, memeluk flashdisk kecil yang digantungkan di lehernya den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN