Bab31

1219 Kata

Ketukan di pintu apartemen itu terdengar seperti dentuman palu godam. Malam Jakarta yang baru saja reda dari hujan mendadak terasa lebih pengap. Suara ketukan pertama disusul dengan teriakan berat, “Polisi! Buka pintu sekarang juga!” Erika membeku di tempatnya. Tubuhnya yang masih basah oleh keringat dingin mendadak seperti tak lagi dimiliki. Alvaro berdiri cepat, menekan jari telunjuknya ke bibir, memberi tanda agar Erika diam. Jona, yang sedari tadi duduk sambil memainkan rokok, langsung mematikannya di asbak dan meraih pistol kecil dari balik jaketnya. “Polisi apa orangnya Xavier?” bisik Jona, matanya tajam penuh curiga. Alvaro tidak menjawab. Ia hanya berjalan mendekati pintu, tapi tidak langsung membukanya. Ia tempelkan telinga ke kayu pintu, mendengarkan. Suara berulang terdengar:

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN