Langit Jakarta siang itu berwarna kelabu. Awan menggantung rendah, seolah menekan bumi dengan beban rahasia yang tak terucap. Erika duduk di ruang kerja Alvaro, menatap layar laptop yang masih menampilkan dokumen-dokumen transaksi mencurigakan milik Xavier. Setiap angka di sana seperti kode yang menyimpan masa depan mereka. Masa depan yang bisa runtuh kapan saja. Alvaro berjalan mondar-mandir, ponsel di tangannya tak berhenti bergetar dengan pesan-pesan dari Jona. Suaminya tampak gelisah, dan itu semakin membuat d**a Erika sesak. “Jona bilang kita harus hati-hati,” gumam Alvaro. “Ada kemungkinan Xavier udah mulai curiga.” Erika menelan ludah. “Maksud kamu… dia tahu kita lagi nyari bukti?” Alvaro menghentikan langkahnya, menatap Erika. Tatapannya tegas, tapi ada kelelahan yang tak bisa

