Bab25

1087 Kata

Malam kembali turun dengan ragu, seolah ikut mengintip keputusan besar yang sudah Erika tentukan untuk dirinya sendiri. Hujan masih setia menyapu kaca jendela, gemericiknya seperti suara langkah kaki yang mengiringi rasa takut dalam d**a. Di ruang kerja rumah besar itu, lampu meja kecil menyala temaram. Erika duduk sendirian, map foto dan flashdisk yang sudah berkali-kali ia pandangi kini terletak di meja kayu. Jemarinya meremas kain gaun tidurnya, seakan mencari pegangan agar tidak runtuh sebelum waktunya. Besok—ya, besok ia akan menemui Alvaro. Namun, semakin dekat waktunya, semakin keras pula pertanyaan yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika Alvaro menolak mendengar? Bagaimana jika ia dianggap hanya mencari alasan setelah berselingkuh emosional? Bagaimana jika yang tersisa hanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN