Sesal Tiada Guna

1446 Kata

"Saat kamu memaafkan di mana mampu untuk membalas, di titik itu kamu memuliakan dirimu sendiri." ---------------- "Maaf, kalau saya mengganggu." Gadis itu membuka suara setelah kupersilakan masuk. Tak lupa secangkir teh hangat kusuguhkan ke hadapannya. "Tidak apa-apa." Mataku memperhatikan mantan maduku itu. Dia terlihat sangat kurus. Kecantikannya yang dulu seperti purnama sempurna memudar, berganti dengan wajah tirus dan pucat. "Apa kemarin Uda Irwan ke sini, Uni?" tanyanya hati-hati. "Iya, tapi jangan khawatir aku mengusirnya pulang." Aku tetap memasang wajah datar. Tak tahu harus bagaimana bersikap pada Zahra. Dua tahun tak bertemu tak jua mampu menghapus sakit atas sandiwara mereka, meski aku tahu itu bukan sepenuhnya kesalahan dia. "Kenapa Uni?" kejar Zahra lagi, membuatku me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN