Ego dan Cinta

1272 Kata

"Cinta bukan siapa yang kita kenal paling lama, bukan siapa yang datang lebih dulu, dan paling perhatian. Akan tetapi, dia yang datang dan tak pernah pergi, seburuk apa pun keadaan kalian." ---------------- Aku mengaduk-aduk minuman di depanku. Sesekali mengembuskan napas kasar. Bayangan anak lelaki yang terbaring lemah dengan jarum infus di tangan terus mengusik benak. Harusnya aku tidak perlu mencari tahu tentang Alva, tetapi rasa penasaran membawaku ke rumah sakit dan bertemu Surya. Tentu saja, dia dokter yang menangani Alva beberapa tahun terakhir. Hatiku terenyuh melihat kondisi Alva. Apalagi mendengar keterangan Surya tentang kondisi Zahra. Gadis itu benar-benar sekarat. Sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuhnya. Menjangkiti beberapa organ vital gadis itu. Bahkan dokter mempe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN