"Bagaimana aku bisa ada di hatimu? Bila dia tak kamu biarkan pergi. Cinta tak bisa diperjuangkan sendiri, membuatmu tak layak mendapatkan cintaku." --------------- Oksigen di sekitarku terasa menipis dan membuat dadaku sesak. Mencoba menganjur napas, tetapi tak cukup bisa melegakan. Ada sensasi nyeri yang menjalari seluruh arteri di tubuh. Seolah-olah ratusan jarum menusuk jantung bergantian. "Aku nggak ngerti maksud kamu." Aku mencoba memperjelas ucapan Surya meski sebenarnya sudah benderang artinya. Kulihat Surya mengembuskan napas dengan wajah suram. "Selama ini aku selalu berharap kamu luluh dengan semua perhatianku. Mencoba memahamimu, menerima semua kekurangan, menyayangi, dan mencintai semua yang ada padamu." Surya bergerak mendekat padaku. Menggulung jarak yang memisahkan kami.

