Bian terus mengamati pintu kamarnya yang tertutup. Sejak dua jam yang lalu Natya tidak keluar juga dari dalam sana. Sebenarnya juga tidak peduli, tapi dia penasaran apa yang sedang dilakukan wanita itu. Benar-benar sedang tidur atau mungkin sedang melakukan hal lain? Bian membereskan meja yang berserakan makanan miliknya. Jam dinding di ruangan sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Dia menaruh beberapa mangkuk kotor pada wastafel kemudian menelan obat siangnya. Langkahnya berlanjut untuk menghampiri Natya di dalam kamarnya. Namun, ketika dia hendak membuka knop pintu ponsel yang ada di sofa berdering. Tentu saja miliknya. "Hm?" Tanpa melihat siapa yang menelepon, Bian langsung mengangkatnya. "Bian, Natya di sana, kan?" Bian langsung menjauhkan ponselnya dan menatap layar yang kini me

