Tasya menatap pada seseorang yang menahan pergelangan tangannya ketika dirinya akan menghampiri Kasya. Seorang pria dengan tinggi hampir menyamai Kasya, berkulit sawo matang dan wajah maskulin. Normalnya kaum hawa akan mengatakan pria tersebut tampan, namun bagi Tasya yang tingkat kebucinannya hampir mencapai stadium akut, tetap Kasya yang paling tampan di matanya. "Hai," Sapa Pria itu. Tasya tersenyum kaku, "Hai juga," Membalas sapaannya. "Latasya, ingat aku kan?" "Hah?" Tasya memasang wajah bingung, seingatnya ini pertama kali dirinya mengenal pria tersebut. "Memangnya kita sudah lama kenal?" Pria itu terkekeh membuat Tasya semakin bingung, "Maaf maaf, bukan begitu maksudku." "Lalu?" "Tadi kita sempat berkenalan, mungkin saja kamu lupa karena aku lihat cukup banyak yang berkenala

