17 - Double Date (?)

1257 Kata

Sella bergerak tak nyaman saat tatapan Dimas seolah mengulitinya. Lelaki itu seolah selalu memiliki ruang untuk membuat Sella merasa terintimidasi. “Permisi, meja atas nama Ibu Fanaya.” “Betul, Mbak.” Fanaya menjawab pertanyaan seorang pelayan yang mengantarkan pesanan mereka. Ya. Pada akhirnya mereka jadi makan bersama. Sejak tadi, obrolan lebih didominasi oleh Fanaya dan Dion. Sedangkan Sella dan Dimas hanya sesekali menanggapi, karena memilih fokus pada hal lain. Sella menyentuh minumannya. Ia sudah tidak sabar membasahi mulut dan tenggorokannya yang terasa kering kerontang. Namun, gelas itu berpindah dengan cepat. Sella mengejap. Mengikuti ke mana gelasnya pergi. “Kayaknya es punya kamu kebanyakan. Tadi lupa nggak kasih note less ice, ya?” tanya Dion. Laki-laki itu tahu, Sella ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN