19 - Maaf

1113 Kata

Sella sengaja menyantap makan malamnya lebih cepat dari biasanya. Ia ingin menghindari pertemuan dengan Dimas, ketika pria itu pulang dari kantor. Namun, siapa sangka. Ternyata hal yang sama juga ada di pikiran Dimas. Hari ini, dia pulang lebih cepat. Suara pintu depan terbuka. Disusul langkah kaki yang terdengar menuju ruang makan. Sella menoleh sekilas. Sosok Dimas muncul dari perbatasan antara ruang tamubran ruang makan. Lelaki itu masih mengenakan kemeja kantor, dasi sudah dilonggarkan, dan wajah lelah khas orang sehabis bekerja. Biasanya dia baru muncul di atas jam delapan. Bahkan terkadang mendekati tengah malam untuk menunggu Sella masuk ke kamarnya. Namun, sekarang baru pukul enam petang. Dan dia sudah kembali. Laki-laki itu terdiam cukup lama di sana. Sella tahu. Tatapan Dima

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN