Dara memutar kedua bola matanya saat Sarah memohon pertolongan. Jika saja pria tadi tak memberinya dua puluh juta, Dara akan menyerahkan Sarah pada kedua pria itu untuk disiksa. “Iya, Tuan. Dia banyak pekerjaan. Dia harus kembali ke dalam cafe. Kami sedang banyak pengunjung,” ucap Dara membela Sarah. Dara menghela napas pendek lalu melirik Sarah dengan pandangan mengintimidasi seolah mengatakan bahwa itu adalah belaan yang pertama dan yang terakhir yang keluar dari mulutnya untuk Sarah. “Permisi—“ Kedua wanita itu sudah akan membungkuk pada Alex. Tentu saja Sarah dengan degub jantung yang masih tak beraturan. Ingin segera mengangkat kaki dari tempat itu. Namun, Alex memotong perkataan mereka. “Tunggu!” Alex yang masih merasa penasaran, mendekat ke arah Sarah yang menunduk, deng

