Alex mengetuk pintu kamar ibunya dengan perasaan tak menentu. Malam itu, dia menunggu Sarah terlelap dan kemudian ingin mengajak ibunya berbincang tentang sikapnya yang tidak baik pada Sarah. Yulia membuka pintu kamarnya dan mendesah saat mendapati putranya tengah berdiri di depan pintu kamar. “Kenapa kamu tidak membiarkan Mama tidur?” tanya Yulia pada Alex. “Aku ingin bicara, Ma.” Yulia melipat tangan, lalu menghela napas. sesungguhnya dia telah mengetahui apa yang akan anak lelakinya bicarakan. Mungkin ini adalah insting, atau memang hanya satu masalah yang ingin ditanyakan padanya. Namun, Yulia sedang tidak ingin membahasnya. “Mama capek,” sahut Yulia mengarahkan kedua bola matanya pada pria yang ternyata sudah dewasa itu. Sekilas terbersit di pikiran Yulia saat anaknya belum be

