Selesai make up, Carlo memberikan gaun untuk di pakai Clara. Clara terkejut melihat gaun pemberian Carlo, karena gaunnya sangat cantik dan warnanya biru seperti warna kesukaan Clara. Mata Clara sampai menjadi bulat karena melihat cantiknya gaun itu.
Clara
oh my god.. Car... cantik banget...
Carlo
iya dong.. gaunnya harus cantik seperti orang yang akan memakainya..
Clara
hmm.. makasih ya..
Carlo
iya sama sama..
oh ya.. pake sekarang atau?
Clara
ngak ah.. nanti di cafe aja. kan ini masih jam 11
Carlo
oiya ya.. aku juga nanti ganti baju di cafe deh..
Clara
iyalah.. oh ya, kita mampir ke restoran aku yah.. aku mau ngambil sesuatu..
Carlo
okey.. berangkat sekarang?
Clara
iya.. yuk..
Carlo lalu membayar ke kasir, lalu membawa baju baju dan perlengkapan lainnya ke mobil, yang sudah dipersiapkannya di salon itu sebelumnya, yang nanti akan mereka kenakan di acara nanti. Lalu mereka pun berangkat.
Carlo dan Clara tiba di cafenya Carlo jam 12.30 siang. Sebelum tiba tadi, Carlo sudah menelpon manager di cafenya untuk menyiapkan makan siang untuk dirinya dan Clara. Jadi pas sampai di cafe, makanan sudah tersedia di ruangan kantor Carlo. Mereka berduapun langsung menikmati makan siang mereka. Sambil makan, Clara mengambil hp nya, dan mencari kontak Alfa lalu menekan video call. Alfa pun menjawab.
Alfa
hallo ma
Clara
hallo kak.. udah makan siang?
Alfa
udah ma..
Clara
adikmu?
Alfa
udah.. ini kita lagi siap siap ma..
Clara
oh ya udah kalo gitu.. lanjut deh..
Alfa
okey ma.. eh, mama lagi makan sama siapa?
Clara
sama uncle lah.. siapa lagi.. hehe..
Carlo mendekati Clara, dan melihat ke hp nya lalu menyapa keponakannya itu.
Carlo
hai ganteng...
Alfa
oh.. hai uncle..
Carlo
emang kenapa kalo mamamu makan sama pria lain heh?
Alfa
ngak apa apa sih, cuma takutnya nanti ada yang marah loh.. hahaha..
Carlo
siapa? kamu? heh?
Alfa
kalo aku sih palingan marah dikit aja, tapi kalo ayah yang marah gimana ya? hahah..
Carlo
hahaha... iya ya.. hiiih.. takuuut... hahaha...
Clara hanya bisa ikutan tertawa mendengar ocehan anak dan adiknya itu.
Clara
udah.. udah..
sampai ketemu disini ya sayang..
Alfa
okey ma..
Clara pun mematikan panggilannya lalu melanjutkan makannya.
Carlo
kak..
Clara
ya..
Carlo
kapan kakak sama Dave nikah? kan aku udah nikah, jadi sekarang kakak dong..
Clara
hei.. kamu pikir nikah itu sembarangan heh?
Carlo
ya ngak lah.. tapi apa lagi coba yang kakak pikirin heh? ngak kasihan apa sama Dave?
orang tuanya Dave juga tinggal tunggu keputusan dari kakak loh..
Clara hanya bisa menatap Carlo, dan tak bisa menjawab.
Carlo
kak.. jangan di tunda lagi.. kakak harus bahagia pokoknya..
Clara hanya bisa diam sambil tersenyum dan melanjutkan mengunyah makanannya. Lalu ponsel Carlo berbunyi, dan dilihatnya panggilan dari istrinya.
Carlo
hallo sayangku..
(.................)
Carlo
serius...? kamu dimana sekarang?
(...............)
Carlo
oke.. oke.. aku jemput sekarang ya.. tunggu disitu ya...
Clara melihat wajah bahagia adiknya itu. Clara melihat Carlo langsung berdiri dari tempat duduknya, lalu mengambil kunci mobilnya, lalu bersiap pergi. Tapi tak lupa pamit pada Clara, karena dia terburu buru jadi Clara tak sempat menanyakan kenapa dia pergi.
Clara tau tadi telpon dari istri adiknya itu. Mungkin istrinya sudah pulang, jadi Carlo akan menjemputnya.
Sebulan yang lalu Carlo telah menikah, tapi Carlo tidak ingin pesta yang meriah, dia dan istrinya hanya ingin pesta kecil yang hanya di hadiri oleh keluarga inti saja. Rencananya, mereka akan mengadakan pesta besar sekalian dengan pembukaan cafe and resto mereka hari ini. Tapi setelah semuanya telah diatur, undangan sudah disebar, tiba tiba ayah dari istrinya itu sakit. Jadi Carlo dan istrinya harus ke Jakarta untuk melihat ayah mereka di rumah sakit. Tapi Carlo hanya 3 hari di Jakarta, lalu kembali ke sini. Jadi tinggal istrinya yang disana. Tapi, sepertinya, setelah melihat wajah bahagia Carlo tadi, Clara berpikir mungkin istrinya sudah pulang. Clara berharap berita baik menanti mereka.
jam sudah menunjukkan pukul 13.45 dan Carlo belum juga kembali. Clara menelpon adiknya itu dan bertanya dimana dia, tapi adiknya itu menjawab kalau dia akan datang terlambat. Jadi Carlo meminta Clara memulai acaranya tepat waktu, tanpa harus menunggunya. Dia janji akan sampai sebelum acara puncaknya.
Clara lalu melakukan apa yang di katakan Carlo. Clara sudah siap, dan menuju tempat yang sudah disiapkan. Para undangan sudah mulai berdatangan, dan Clara menyambut para tamu tamu undangan itu. Disana juga sudah ada papa dan mamanya dan juga anak anaknya. Clara sangat bahagia melihat keluarganya berkumpul, dan mereka pun menyambut para tamu tamu.
*****
Dirumah Rehan, Rehan sedang di ruangan kerjanya. Dia sedang memikirkan Clara karena dia tau kalau hari ini adalah hari ulang tahun Clara. Rehan membuka laci mejanya, dan mengambil sebuah amplop. Didalamnya ada beberapa foto. Foto yang pertama adalah foto pernikahan dirinya dan Clara dulu. Rehan lalu teringat masa masa romantisnya dengan Clara. Tak terasa airmatanya menetes, dan Rehan lalu menghapusnya dan tersenyum dan berbicara sendiri.
heh.. Rehan.. Rehan.. kenapa kamu menangis? bukankah yang harusnya menangis itu adalah wanita ini? kamu telah menyakitinya dan kamu sendiri yang telah memberinya luka, dan yang pastinya luka itu akan tetap membekas selamanya di hatinya..
Rehan lalu menertawakan dirinya sendiri. Lalu dia melihat foto berikutnya. Foto itu adalah foto Clara bersama dengan anak anaknya. Lalu Rehan kembali berbicara pada dirinya sendiri sambil menghela dan membuang nafasnya dengan panjang.
Apakah aku berhak mendapatkan maaf dari kalian semua? aku terlalu jahat pada kalian, terutama pada mama kalian.. apakah aku pantas menjadi ayah kalian???
Airmata Rehan makin banyak menetes. Hatinya sangat sakit mengingat perlakuannya pada Clara dan anak anaknya. Rehan masih memikirkan cara untuk bisa mendapatkan maaf dari Clara dan anak anaknya. Rehan tak sanggup lagi melihat foto foto itu, lalu dimasukkannya lagi foto foto itu dalam amplop lalu dimukkannya lagi dalam laci mejanya. Rehan lalu menghapus airmatanya dan mengendalikan perasaannya. Lalu dia membuka hp nya dan membuka IG. Dilihatnya postingan dari temannya, ada beberapa foto yang di unggahnya dengan caption Menghadiri undangan dan bertemu teman lama yang sudah 11 tahun tak bertemu, dan ternyata makin cantik, nyaris tak dikenal lagi. Rehan melihat ada 3 foto yang diunggahnya. Foto pertama dirinya dan suaminya, foto kedua foto bersama dengan Clara dan anak anaknya. Foto ketiga adalah foto Clara seorang diri yang di foto dari kejauhan, tanpa tau.
Clara memang sangat cantik hari ini. Apalagi dia sudah di make up natural dan memakai gaun yang sangat pas ditubuhnya, membuat tubuh Clara yang padat berisi makin terlihat seksi. Kulitnya yang putih bersih menambah kesan seksi padanya. Rehan yang melihat foto itu langsung mencari tau acara apa yang dihadiri mereka. Dan setelah mencari cari di postingan teman temannya, Rehan mengetahui kalau mereka ternyata menghadiri pembukaan cafe and resto milik Carlo. Bukan hanya teman teman Carlo, tapi juga teman teman Clara diundang semuanya. Rehan berpikir mungkin acara ini bukan hanya acaranya Carlo tapi juga acaranya Clara, karena hari ini bertepatan dengan hari ulang tahunnya Clara.
*****
Di cafe and restonya Carlo, acara sudah mulai. Carlo dan istrinya juga sudah disitu. Walaupun orangtua dari istrinya tidak bisa hadir, tapi acara yang sudah direncanakan Carlo akhirnya bisa terjadi hari ini dengan segala baik. Claraa juga kaget karena yang hadir di acara ini bukan hanya teman teman Carlo, tapi teman temannya juga. Ada beberapa teman Clara yang sudah putus komunikasi, karena Clara tidak tau dimana mereka sekarang. Dan hari ini, betapa terkejutnya Clara karna mereka bisa hadir di acara ini. Acara sudah selesai tepat jam 5 sore. Dan waktunya acara makan makan. Semua tamu dipersilahkan menikmati makanan dan minuman yang di telah disediakan. Dan moment ini Clara gunakan untuk menyapa teman temannya. Clara langsung berlari kecil untuk bisa sampai di tempat duduk teman temannya itu. Teman temannya yang melihat Clara juga langsung berdiri dari tempat duduknya dan menyambut Clara dengan pelukan mereka. Clara tak bisa menahan airmata bahagianya itu karena bahagianya bisa bertemu mereka. Lalu Clara diperkenalkan dengan para suami mereka, lalu mereka pun duduk dan makan minum bersama. Sementara para tamu tamu undangan makan dan minum, mereka dihiburkan dengan lagu lagu dari penyanyi yang sudah disiapkan, dan betapa terkejutnya mereka semua, karena setelah setengah jam, tiba tiba ada artis Judika disana dan membawakan lagu Bagaimana kalau aku tidak baik baik saja. Samua yang hadir disitu langsung kaget dan berteriak. Clara juga sangat kaget dan hanya bisa melihat ke arah panggung dan melihat Judika menyanyi. Tiba tiba hp yang dipegangnya bergetar, lalu Clara melihat hp nya dan ada pesan wa dari Carlo. Isi pesannya "first surprise for you my dear sister. And Happy birthday for you". Clara tak bisa menahan airmatanya setelah membaca itu. Dia tak membalasnya, karena setelah dia membaca itu, Clara melihat ke arah panggung, dan sudah ada Carlo di panggung bersama dengan Judika. Carlo sedang menatapnya dan memberikan kiss dari jauh untuk Clara. Dan setelah Judika menyelesaikan 1 lagunya, Carlo memberikan kata kata teruntuk kakaknya, kata kata yang membuat orang orang yang hadir disitu tak bisa menahan airmata mereka, begitu juga Clara. Apalagi saat Carlo dan Judika mengucapkan happy birthday untuknya, Clara tak bisa menahan tangisnya. Sampai teman temannya datang memeluknya dan mengucapkan happy birthday untuknya. Perasaan Clara saat itu langsung campur aduk. Tapi perasaan bahagia juga sangat besar dirasakannya. Lalu Judika mengundangnya naik ke panggung, dan Clara pun melangkah dan naik ke panggung. Suara tepuk tangan terdengar sangat meriah di telinga Clara, membuat dirinya jadi gugup dan malu. Tapi Siska menjemput Clara dan mereka sama sama mendekati Carlo dan Judika sambil Judika menyanyikan lagu happy birthday to you diikuti oleh para tamu. Lalu papa mamanya juga ikut naik ke panggung, diikuti oleh Mutiara dan Alfa yang membawa kue tart dengan lilin angka 36. Dan mereka semua memberi selamat pada Clara. Judika juga ikut memberinya selamat. Lalu lilin dipasang dan Clara di suruh make a wish sebelum meniup lilin. Dan setelah lilin ditiup, semua bertepuk tangan untuk Clara. Lalu Papa Ronald juga memberikan kata kata untuk putrinya itu. Kata kata yang membuat Clara meneteskan airmatanya lagi. Dan dengan senyuman yang hangat, Clara juga mengucapkan terima kasihnya untuk mereka semua.
Clara
oh.. sungguh hari yang penuh dengan kejutan. Aku sungguh lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunku.. hehehe.. yah.. begitulah aku.. aku sering lupa hariku ini.. tapi.. aku tak menyangka, kalau adikku ini akan memberi kejutan seperti ini untukku. Yang aku tau, dia hanya akan memberi kejutan untuk istrinya, hahaha... tapi ternyata padaku juga.. oh my god... trima kasih untuk kalian berdua adik adikku tersayang. Mungkin inilah kenapa sejak tadi aku terheran heran melihat ada banyak teman temanku hadir disini, apakah kalian berdua yang mengundang mereka?
Carlo
yaa.. karena acara ini bukan hanya acaraku dan Istriku, tapi ini adalah acaramu juga loh kak...
Clara
ohya..? hahah.. kenapa aku merasa seperti orang yang mau menikah saja ya.. para daftar tamuku untuk acaraku kelak sudah ada disini, hampir semuanya.. hahah..
Clara berbicara hanya sebagai candaan saja. Tapi Carlo tersenyum lebar mendengarnya.
Carlo
ohya..? mungkin saja itu benar... hahaha...
dan apa masih ada tamu yang belum terundang disini? heh?
Clara
yaaa.. tapi sebenarnya itu bukan tamu sih... hahaha... aah.. sudahlah.. kenapa harus memperpanjang cerita ini sih? hahahah...
intinya, terima kasih untuk kalian semua, aku tak tau harus berkata apa lagi, hari ini terlalu banyak kejutan untukku. Dan Terima kasih banyak juga artis kita sore ini.. eh.. sudah malam yaah.. hahaha... terima kasih artis kita Judika.. Terima kasih loh, aku sangat suka dengan lagu lagu anda.. Terima Kasih... Terima Kasih... God bless you Judika..
Dan untuk anak anakku.. i love you i love you.. thank you so much.. dan juga papa mamaku, kalianlah yang terhebat. Terima kasih, i love you.
Airmata Clara mengalir lagi. Dan Mutiara dan Alfa langsung memeluknya. Dan melihat pemandangan itu, Judika langsung menyanyikan lagu Cinta karna Cinta. Dan semua mata pun berpindah ke arah Judika. Judika melanjutkan bernyanyinya dan Carlo mengajak istrinya, Clara dan anak anaknya, dan juga mama papanya untuk turun dari panggung dan duduk di tempat yang sudah disediakan di depan panggung.
Sementara mendengarkan lagu dari Judika, tiba tiba Clara di hampiri salah satu panitia acara itu, dan membisikkan sesuatu. Clara kaget lalu pamit sebentar pada keluarganya, lalu berjalan mengikuti panitia itu menuju pintu keluar ruangan itu. Carlo yang melihat itu menjadi penasaran, tapi diurungkan niatnya untuk mengikuti kakaknya itu. Clara sampai di luar ruangan dan dilihatnya ada Rehan disitu sambil memeluk sebuket bunga. Clara lalu menhampiri Rehan.
Clara
Rehan??
Rehan
hai La.. Happy birthday to you
Sambil tersenyum lalu memberikan buket bunga pada Clara.
Clara pun menerimanya.
Clara
terima kasih Re..
Rehan
maaf karena aku datang tanpa diundang. Dan aku tau akupun tak mungkin diundang diacara ini.. heheh... aku hanya ingin... mengucapkan selamat ulang tahun untukmu La..
Clara
Terima kasih Re.. tapi kamu kesini bukan hanya untuk ini kan? aku tau ada hal lain yang ingin kamu katakan.. katakanlah..
Rehan kaget mendengar perkataan Clara. Ternyata Clara tau ada hal lain yang ingin disampaikannya.
Rehan
ya.. tapi sebelumnya aku ingin minta maaf.. walaupun ini sudah sangat terlambat.. tapi dari lubuk hatiku yang paling dalam.. aku ingin minta maaf padamu La.. aku memang tak pantas dimaafkan, tapi.. aku harus mengatakan ini, walaupun kamu tak akan pernah mau memaafkanku..
Clara terkejut mendengar Rehan mengatakan minta maaf. Dan Clara sangat mengenal Rehan. Dia tau kalau Rehan tulus mengatakan itu. Tapi Clara berusaha untuk tenang dan memilih untuk tetap mendengarkannya, walaupun sebenarnya mata Clara mulai terasa panas karena menahan airmatanya.
Rehan
Aku juga ingin meminta maaf pada anak anak.. anak anakku...
Clara makin terkejut mendengar Rehan mengatakan anak anakku... dan Rehan mengatakan itu sambil menahan airmatanya dan dengan suara bergetar.
Rehan
apakah aku pantas meminta maaf pada mereka La?
Clara masih dengan perasaan terkejutnya, dan masih terdiam sambil menatap Rehan.
Rehan
La..
Clara
yah... eh maaf.. aku terkejut mendengar kata katamu Re.. tapi.. terima kasih..
Rehan
aku yang harusnya berterima kasih padamu La.. setelah apa yang aku lakukan padamu dan anak anak, kamu masih mau melihatku dan berbicara denganku..
Clara
yaa... Tuhan aja mengampuni kok, masak kita manusia ngak bisa mengampuni? hehehe...
Rehan
yaa.. Terima kasih..
Tapi, bisakah aku bicara denganmu di lain waktu? aku tau aku tak bisa lama lama disini, aku takut nanti adikmu akan memukulku jika melihatku disini.. heheh..
aku hanya ingin membicarakan anak anak, tidak akan ada hal yang lainnya. aku janji..
Clara
yaa baiklah. nanti aku akan menghubungimu.
Rehan
baiklah. terima kasih ya La..
Happy birthday for you and God bless you.
Clara
thank you.
Rehan lalu pamit dan pergi meninggalkan tempat itu. Clara masih menatap Rehan sampai Rehan pergi. Clara masih terkejut dengan perkataan Rehan tadi.