Rencana kejutan

2224 Kata
Carlo, Miko, Alfa dan Mutiara akhirnya kembali ke hotel. jam sudah menunjukkan pukul 11.30 malam. Dave dan Clara tadi sehabis makan, kemudian menonton tv bersama sambil ngobrol ringan, sampai akhirnya mereka ketiduran. Carlo menekan bel kamar, dan Dave yang terbangun lalu membukakan pintu. Dave melihat Mutiara sudah tertidur di pelukan Carlo, lalu Dave cepat cepat menuju tempat tidur, dan mengatur bantal untuk ditiduri putrinya Mutiara. Carlo meletakkan Mutiara dengan pelan ke tempat tidur, lalu menyelimutinya. Clara terbangun karna Alfa mencium pipi Clara. Lalu Clara langsung duduk di tempat tidur dan melihat sudah ada Mutiara disampingnya. Lalu Clara melihat ke arah Carlo dan Alfa, lalu bertanya pada mereka. Clara kalian baru pulang? Alfa menganggukkan kepalanya. Carlo iya.. diperjalanan tadi Muti ketiduran.. Clara ooh.. ya udah.. kalian juga istirahat sana.. udah larut malam ini kan.. Miko ohya.. aku ikut kamu ya Dave.. Dave okey. yuk.. kita pamit ya.. Clara menganggukkan kepalanya. lalu Dave mendekatinya lalu mencium puncak kepalanya. Dave juga mencium kedua pipi Mutiara yang sudah tertidur. Lalu Dave berjalan ke arah Alfa lalu mencium puncak kepalanya. Dave besok siang aku ke sini lagi. nanti kita makan siang bareng ya.. Clara okey Dave dan Miko akhirnya pergi dan meninggalkan hotel itu. Carlo dan Alfa menuju kamar mereka dan beristirahat. ***** Pagi pagi Dave sudah berangkat ke kantornya, dan menyelesaikan secepatnya pekerjaannya. Setelah siang, pekerjaannya sudah selesai dan dia bersiap ke hotel tempat Clara menginap. Dave sudah memesan restoran tempat untuk mereka makan siang bersama. Dave menjemput Clara dan anak anaknya beserta adiknya, lalu mereka berangkat bersama ke restoran. Dave sangat bahagia karna kebersamaan mereka itu. Dave sangat menyayangi anak anak Clara sama dengan dia menyayangi Clara. Sesampai mereka di restoran, pelayan restoran disitu menyambut mereka dan mengantar mereka ke meja yang sudah disiapkan. Mereka pun memesan makanan dan minuman. Sementara menunggu pesanan mereka, mama Melly datang. Mereka terkejut karna mama Melly datang tanpa memberitahu mereka. mama Melly selamat siang sambil tersenyum karna berhasil mengagetkan mereka, mama Melly menghampiri Mutiara dan Alfa. Mutiara oma....? Mama Melly tersenyum dan mencium kedua pipi Mutiara. lalu mendekati Alfa dan mencium puncak kepalanya. lalu ke arah Clara. Clara tante.. kok ngak ngabarin kalo mau kesini..? sambil cipaka cipiki dengan mama Melly. Mama Melly sengaja ngak kasih tau.. rencananya sih sama papa mau kesini, tapi papa masih ada meeting, jadi ya udah deh.. mama ajah... hehehe.. Dave hmm.. pasti mama taunya dari Miko ya kalo kita kesini..? mama Melly heheh.. iya.. habis.. kamu ngak ngajak ngajak mama ketemu cucu cucu mama.. apalagi kata Miko kalian akan pulang hari ini ya..? Clara hehehe.. iya tante.. mama melly tuh kan?? sambil menatap Dave kesal. Dave iya.. maaf ma... ya udah, mama mau pesan makanan apa? Mama Melly seperti biasa aja.. Dave okey.. Dave lalu memanggil pelayan, dan memesan makanan dan minuman untuk mamanya. mama Melly mengajak Mutiara dan Alfa ngobrol, dan obrolan mereka pun terasa sangat hangat karna mama Melly ngak pernah berhenti tertawa mendengar ocehan Mutiara. Mama Melly sangat senang bisa bersama Mutiara. Alfa juga sering melemparkan kalimat kalimat lucu sampai membuat mama melly tertawa. Selesai makan siang, mama Melly dan Dave mengantar Clara, Carlo, Alfa dan Mutiara kembali ke hotel tempat mereka menginap. Setelah itu, mama Melly pulang ke rumahnya dan Dave kembali ke kantornya. Karna nanti sore jam 5 Dave akang menjemput lagi Carlo, Clara dan anak anaknya dan akan mengantar mereka ke bandara. Mutiara sesampai di kamar hotel, langsung mandi dan tidur siang. sedangkan Clara sehabis mandi langsung membereskan barang barang bawaan mereka, memasukkannya di dalam koper, dan meninggalkan pakaian yang akan di pakai mereka saat pulang nanti. Clara lalu mengirim pesan whats up kepada Alfa, dan mengingatkan agar segera mengemasi barang barangnya, dan jangan sampai ada yang kelupaan. Alfa setelah menerima pesan itu, langsung membalasnya. Clara lalu tersenyum saat membaca balasan dari Alfa. Dan Clara melanjutkan beres beresnya. Dirumah mama Melly, mama Melly mulai mempersiapkan bingkisan yang sudah di belinya tadi, sebelum dia pulang ke rumah habis mengantarkan Clara dan anak anaknya ke hotel tadi. Mama melly membeli beberapa baju untuk Clara dan anak anaknya. Dan untuk Mutiara dia juga menambahkan dengan beberapa boneka tsum tsum, sesuai dengan game kesukaan Mutiara. Mama Melly tersenyum melihat bingkisan yang dia siapkan sudah selesai di bungkus dan siap di masukkan ke dalam paper bag. Dave juga di kantornya, sedang menyiapkan bingkisan untuk anak anaknya. Tadi juga di perjalanan kembali ke kantornya, Dave menyempatkan diri mampir di toko tempat menjual menjual barang elektronik besar. Dave membeli sesuatu untuk Alfa dan Mutiara. Dan sekarang dia sedang membungkusnya, dan akan diberikannya saat di bandara nanti. Sedangkan untuk Clara Dave sudah mempersiapkan sesuatu hadiah, tapi untuk Diberikannya nanti, bukan sekarang. Dave tersenyum saat mengingat hadiah yang sudah disiapkannya untuk Clara, karna dipikirnya itu pasti akan jadi kejutan untuk Clara. Dave masih harus menghadiri satu meeting lagi, sebelum dia pergi menjemput Clara fan anak anaknya. Dihotel, jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Clara memesan makanan untuk Mutiara dan Alfa, karna setelah bangun tidur tadi, anak anak langsung mandi dan katanya lapar, jadi Clara memesankan makanan untuk mereka berdua. Saat kedua anaknya sedang makan, Clara juga baru selesai mandi dan berganti baju, bel pintu berbunyi. Setelah dibuka, Clara kaget karna yang datang adalah mama Melly. Clara langsung mencium tangan mama Melly dan mempersilahkannya masuk. Mama Melly membawa 3 gelas kopi dan kue yang dibelinya dari Jco. mama Melly haii cucu cucu oma... Mutiara dan Alfa hallo oma.. Mutiara eh oma.. bawa apa itu..? Mama Melly ini oma bawa kue sama kopi. tapi kopinya cuma buat oma, mama, dan unclemu Carlo.. eh.. uncle kalian mana? Alfa uncle masih di kamar sebelah oma.. lagi siap siap.. mama Melly oh.. ini mama bawa kopi buat kamu dan adikmu.. masih panas loh.. diminum ya.. Clara kaget mendengar tante Melly menyebut mama. antara bingung dan malu, Clara jadi serba salah tingkah. Alfa yang mendengar itu juga jadi kaget dan langsung melihat ke arah mamanya. mama Melly menyadari itu, dan tersenyum melihat ekspresi Clara. mama Melly udah ngak usah bingung.. Alfa dan Mutiara aja udah manggil aku oma, masak kamu ngak mau manggil aku mama sih La..? heheh... Clara tertawa dan hanya bisa menganggukkan kepalanya. mama Melly telpon adikmu sana, nanti kopinya keburu dingin.. Clara eh.. iya.. iya.. Clara lalu mengambil hp nya dan menelpon Carlo. Mama Melly lalu berjalan mendekati Mutiara dan duduk disampingnya, lalu meminum kopinya. Lalu bel pintu berbunyi lagi, dan Clara membuka pintunya. Itu adalah Carlo. Carlo lalu masuk dan mencium tangan mama Melly. Carlo melihat kopi di atas meja lalu langsung mengambilnya dan mengucap terima kasih pada tante Melly. Tak lupa juga dia mengambil kue disitu lalu memakannya. Setengah jam kemudian, bel berbunyi lagi. Dan itu adalah Dave. Carlo mempersilahkan Dave masuk dan dia terkejut melihat ada mamanya disitu. Dave mama...? mama Melly iya.. ada apa Dave? mama Melly tersenyum melihat wajah heran Dave. Dave mama udah lama disini? mama Melly yaah lumayan.. mama juga mau ikut ngantar cucu cucu mama ke bandara.. Dave ooh.. okey.. Dave hanya bisa tersenyum melihat mamanya yang menatapnya. mamanya seakan tak mau kalah dengannya. Dan sambil tersenyum, Dave menghampiri mamanya itu lalu mencium tangannya lalu mencium pipinya. Setelah selesai minum kopi, makan kue, akhirnya mereka semua bersiap ke bandara. Carlo mengurus cek out mereka, dan Dave membantu membawa koper koper mereka ke mobil. Selesai itu, mereka berangkat ke bandara. Dibandara, Dave sangat berat sebenarnya membiarkan Clara dan anak anaknya pergi, karena Dave masih ingin berkumpul bersama mereka. Tapi, dia harus banyak bersabar, karena Clara juga harus mengurus pekerjaannya di kota Z, begitu juga dengan anak anaknya, sudah hampir habis masa liburnya, jadi harus masuk sekolah lagi. Begitu juga dengan mama Melly. Mama Melly sebenarnya masih ingin menghabiskan waktu dengan anak anak Clara, tapi mama Melly juga masih harus bersabar. Mama Melly tersenyum melihat Clara dan Dave yang sedang ngobrol, sambil saling tertawa. Mama Melly sangat bahagia melihat anaknya Dave tertawa lepas, tertawa dengan bahagianya. Mama Melly sangat bersyukur Dave mengenal Clara. Clara bisa membuat hari hari Dave berwarna, dan kebahagiaan Dave sangat terpancar nyata dimata mama Melly. Kehadiran keluarga Clara membuat Dave sangat bahagia, begitu juga dengan keluarga mama Melly. Akhirnya waktu keberangkatan tiba. Clara mencium tangan mama Melly dan mereka pun saling berpelukan. Begitu juga dengan Mutiara dan Alfa. Lalu mama Melly memberikan bingkisan yang sudah disiapkannya, dan diberikannya pada Mutiara dan Alfa. Dan Mutiara dan Alfa pun mengucapkan terima kasih pada mama Melly. Begitu juga dengan Clara, mama melly memberikan bingkisan kecil untuk Clara. Clara menjadi malu dan hampir tak bisa mengatakan apa apa. mama Melly udah.. diterima ya.. nanti bukanya di rumah aja.. Clara tante... eh.. mama.... tapi.. ini ngak perlu loh ma.. Mama Melly udah.. ini pesanan khusus loh.. jangan sampai ngak diterima.. nanti mama sedih loh La... Clara eh.. mah... baiklah.. makasih banyak ya mah... jadi ngak enak deh... mama melly udah.. cepetan sana.. nanti mama berubah pikiran dan ngak ngijinin kamu pergi nih.. Clara heheh... iya mah.. makasih banyak ya mah.. Mama Melly iyaaa.... Dave lalu mendekati Clara lalu memeluknya di depan mama Melly. Clara menjadi salah tingkah dan menjadi gugup. Tapi, karna Dave sudah memeluknya erat, Clara lalu membalas pelukannya itu. Mama Melly hanya tersenyum melihat Dave dan clara. Clara Dave.. udah lepasin. Malu tauu... Dave lalu melepaskan pelukannya lalu mencium puncak kepala Clara. Dave hati hati ya.. Clara iya... Dan mereka pun berpisah di situ. ***** Dua bulan berjalan, dan bulan ini adalah bulan kelahiran Clara. Jadi bulan ini Clara akan berulang tahun. Tepatnya tanggal 20 bulan ini. Clara sering lupa dengan hari ulang tahunnya. Saking sibuknya dia dalam pekerjaannya, dia bahkan sering lupa hari ulang tahunnya. Seperti tahun ini juga, hari ulang tahunnya 3 hari lagi. Clara sangat sibuk dengan cafe and resto milik Carlo yang akan di buka 3 hari lagi. Carlo ingin cafe and resto nya di dekor kakaknya. ternyata Carlo ingin memberi kejutan pada kakaknya itu. karna Carlo tau, kakaknya itu pasti lupa lagi dengan hari ulang tahunnya. Carlo sudah kompak dengan Alfa dan Mutiara, juga mama papanya untuk tidak membahas hari ulang tahun Clara, agar Clara benar benar tidak ingat akan harinya itu. Carlo berencana ingin memberi kejutan pas di hari pembukaan cafe and resto nya, skalian memberi kejutan untuk hari ulang tahun kakaknya itu. Jadi, Carlo ingin tema cafe and resto nya itu di pilih sendiri oleh Clara dan semua persiapan nya diserahkan sepenuhnya pada kakaknya itu. Carlo beralasan bahwa dia sedang sangat sibuk di kantor tempatnya bekerja, dan tak ada kesempatan mengatur pembukaan cafe and restonya itu. Jadi, Clara bersedia membantu adiknya itu, karna Clara juga sangat menyukai tentang dekor mendekor. Saat sebulan lalu Carlo meminta bantuan pada Carla untuk mengatur cafe and resto barunya, Clara tidak menolaknya. Clara langsung mengiyakannya, karna dia juga tak mungkin menolak permintaan adiknya itu. Apapun permintaan adiknya itu, jika dalam hal yang baik baik dan positif, Clara akan langsung mengiyakannya. Apalagi ini untuk bisnis adiknya, Clara sangat mendukung itu. Carlo merencanakan kejutan untuk Clara dibantu oleh mama papanya dan juga kedua keponakannya. Dan juga rencana itu tak lepas dari campur tangan Dave. Saat Carlo ke Jakarta sebulan yang lalu karna urusan kantornya, Carlo sempat bertemu dengan Dave dan Carlo menyampaikan rencana kejutannya untuk Clara. Dave yang mendengar itu sangat bersemangat ingin bergabung dengan rencana Carlo itu. Lalu rencana demi rencana pun mulai di atur mereka. Sampai Carlo kembali ke kota Z, Carlo dan Dave tetap saling berkomunikasi mendiskusikan rencana mereka itu. Dave juga mengajak mama dan papanya untuk ambil bagian dalam rencananya, dan merekapun mendukungnya. Mamanya Dave, mama Melly adalah orang yang paling sangat senang dan bersemangat mendengar rencana Dave itu. Mama Melly mulai mengatur segala persiapan mereka untuk mengambil bagian dalam acara kejutan untuk Clara itu. Akhirnya hari pembukaan cafe and resto milik Carlo telah tiba. Pagi ini setelah semua keluarga Clara selesai sarapan, Clara menuju kamarnya dan mulai mempersiapkan diri. Clara masuk ke kamar mandinya dan mandi. Selesai mandi, masih dengan handuk membungkus rambutnya, dan handuk membungkus tubuhnya, Clara keluar dari kamar mandi dan betapa terkejutnya Clara karna Carlo sudah menunggunya sambil duduk di tempat tidur Clara. Clara ohmygod.. kamu ngapain disini heh? ngagetin ajah... Carlo ya nunggu kakak lah.. ayo.. pake baju santai aja, aku udah buat janji di salon.. cepetan.. Clara ngapain ke salon segala sih Car...? Carlo udaah.. ayok cepetan... Clara duuh.. ribet Car.. nanti bolak balik lagi.. abis make up di salon, balik lagi ke sini mau ganti baju.. trus ke arah sana lagi ke cafe kamu.. duuuh.... Carlo udaah jangan banyakan mikir.. cepwetaaan... aku tunggu di bawah ya.. pokoknya cepaaaat.... Carlo tidak menunggu jawaban lagi dari Clara lalu segera keluar dari kamar Clara, dan menutup pintunya lagi, lalu dia berjalan menuju ruang tamu. Clara yang melihat itu hanya bisa menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya. Clara lalu melakukan apa yang di katakan adiknya tadi. Selesai memakai baju, Clara mengambil hpnya, lalu tas kecilnya yang berisi dompet, kunci mobil, power bank dan cars hpnya. Clara lalu menuju ruang tamu dan Carlo sudah menunggu disitu. Clara lalu pamit pada anak anaknya lalu pada mama papanya. Akhirnya mereka berangkat ke salon langganan mereka. Clara langsung di jemput karyawan disitu, lalu langsung melayani Clara. Carlo juga melakukan perawatan lainnya, sesuai kebutuhannya. Clara di make up sesuai dengan permintaan Carlo. Carlo juga sudah mempersiapkan bajunya dan baju Clara disitu, dan perlengkapan lainnya. Clara hanya bisa pasrah jika Carlo sudah mengaturnya. Karna Clara tau, mau menolak atau membantah bagaimanapun, tak akan ada gunanya. tetap akan terjadi sesuai dengan keinginan adiknya itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN