Hari sudah siang, dan orang tua Clara bersiap untuk pulang ke kota Z. Carlo masih akan tinggal sehari lagi karna ada hal yang akan dilakukannya. Alfa dan Mutiara sedang bersiap untuk jalan jalan bersama Dave dan Clara. Clara juga mempersiapkan dirinya karna Dave akan menjemput mereka.
Carlo pamit duluan karna dia sudah di jemput oleh Miko temannya, yang adalah sekretarisnya Dave. Setelah kepergian mereka, Dave datang dan menuju ke lantai 10. Dan sesampainya di lantai 10 itu, Dave menuju kamar Clara dan mengetuk pintu. Mutiara yang membukakan pintu dan mempersilahkan Dave masuk. Disitu sudah ada Alfa juga.
Dave
hai semuanya..
Clara dan Alfa
haii juga..
Dave
udah siap semuanya?
Mutiara
udah dong ayah..
Dave
okhey.. ayo berangkat..
Mutiara
yuuuk..
kak.. mama.. ayook..
Clara
iya.. ayook
Mereka pun berjalan keluar kamar. Dan di pintu kamar, Dave mencium pipi Clara dan membuat Clara kaget, karna Dave diam diam menciumnya, tidak ingin sampai Alfa dan Mutiara melihatnya. Setelah mencium pipi Clara, Dave tersenyum dan mengedipkan matanya, lalu melanjutkan langkahnya mengikuti Alfa dan Mutiara dari belakang. Clara yang melihat Dave hanya bisa ikut tersenyum geli sambil menggelengkan kepalanya. Dia tak menyangka Dave akan melakukan itu.
Dave mengajak mereka di mall besar, di dalamnya pusatnya tempat bermain. Mutiara sangat senang, senyum bahagia terpancar dari wajahnya. Alfa juga tak melewatkan kesempatan ini. Berbagai permainan mereka mainkan, sampai mereka merasa puas.
Dan di lantai 1 mall itu, ada tempat di tengah tengah, yang sampai dari lantai 4 bisa melihat ke situ. Ada acara live music. Banyak artis artis dan youtuber mengisi acara itu. Dan kebanyakan mereka youtuber yang suka mengunggah video mereka sedang bernyanyi. Alfa yang sudah puas bermain, sedang berdiri di luar area bermain dan menonton acara live music itu,
dan Alfa merekam video durasi pendek seperti biasanya. Dave yang melihat Alfa sedang asik menonton datang mendekatinya. Saat itu penampilan dari seorang cewek muda, yang mungkin seumuran dengan Alfa sedang bernyanyi. Lagu yang dibawakannya adalah lagu berjudul Manusia Bodoh yang di populerkan oleh Ada Band.
Dave
bagus banget yang suaranya..
Alfa terkejut mendengar suara Dave, karna Alfa sedang asik memperhatikan penyanyi itu.
Alfa
ya..
dulu lagu itu adalah salah satu lagu yang sering di putar mama..
jadi aku tau lagu ini..
Dave melihat ke arah Alfa yang berbicara tapi tidak melihat ke arahnya, dan hanya melihat terus ke arah penyanyi itu.
Alfa
mungkin waktu itu lirik lagunya menggambarkan perasaan mama.. jadi mama sering mendengarkan lagu ini..
Dave hanya terdiam dan mendengarkan penyanyi itu menyanyikan lagu itu.
Selesai penyanyi itu membawakan lagu manusia bodoh, dia masih menyanyikan 1 lagu lagi, yaitu lagunya Teman tapi Mesra, yang dipopulerkan Ratu.
Alfa tersenyum sambil berkata pada Dave.
Alfa
kenapa lagu lagu ini lagu lagunya mama ya?
Alfa lalu mencari keberadaan mamanya, dan dilihatnya mamanya dan Mutiara sedang berdiri tidak jauh dari tempat berdiri Alfa dan Dave, sambil juga sedang melihat orang yang sedang bernyanyi itu sambil tersenyum. Mutiara lalu betlari ke arah Dave dan meminta menggendongnya.
Dave
hei.. udah selesai mainnya?
Mutiara
iya.. skalang Muti laper ayah..
Dave
okhey.. kita cari makan yuk..
Dave sambil menggendong Mutiara lalu mendekati Clara.
Mutiara
mama... yuk cali makanan, Muti lapel..
Clara
oh.. yuuk..
Mereka berempat pun meninggalkan area bermain dan mencari tempat makan.
Alfa melihat ada tempat jual minuman boba, lalu pergi ke situ dan membeli boba. Mutiara juga ikutan membeli seperti kakaknya. Lalu fi samping tempat menjual boba, ada yang jual bakso goreng. Mutiara jadi ingin memakan itu. Lalu mereka pun membeli itu. Mereka mencari tempat untuk duduk, lalu menemukan tempat duduk yang dapat melihat panggung tempat acara nyanyi tadi.
Sambil memakan bakso goreng itu, tiba tiba Carlo dan Miko mengagetkan mereka. Miko yang awalnya melihat mereka, lalu dari jauh Miko memotret kebersamaan mereka berempat sambil tersenyum, tanpa mereka tau, lalu mendekati mereka.
Carlo
hay guys..
Clara
hay.. eh.. kok disini?
Carlo
iya disini.. karna tujuan kami emang ke sini.. ternyata kalian juga disini ya..
Miko
wah.. seru banget kelihatannya keluarga ini ya.. jadi iri deh gue..
Carlo
makanya.. cari yang pasti pasti ajah deh bro mulai skarang.. jangan jadi playboy terus..
ya kan Dave.. hahah..
Dave
yaa betul itu..
Mutiara
eh.. kilain uncle ini udah nikah? udah punya anak juga kan?
Miko
eh? mana ada princess? kamu lihat di mana uncle bawa bawa istri dan anak heh?
Mutiara
itu.. waktu di Bali..
Miko
oh itu... itu saudara kembar uncle, princess.. namanya Milo.
Mutiara
oooh.. jadi uncle kembal ya..?
Miko
iya sayang..
Mutiara
oooh.. maaf... heheh..
Carlo lalu menatap Alfa dan mendekatinya. Lalu berbicara setengah berbisik padanya.
Carlo
hei.. kamu mau gabung di acara itu?
Alfa menggelengkan kepalanya lalu menunduk dan meminum bobanya.
Carlo
Sebenarnya tadi uncle mau ajak kamu ke sini, tapi karna uncle tau kamu mau jalan jalan sama mama dan ayahmu, jadi ngak jadi deh ngajak kamu.
Dan uncle kaget membaca brosur mereka, ternyata di daftar tamunya ada nama youtube kamu..
hei.. mereka mengundangmu, tapi kenapa ngak kasih tau uncle heh?
Alfa
uncle.. jangan keras keras suaranya...
Aku ngak memenuhi undangan mereka karna aku lebih memilih menghabiskan waktu dengan keluargaku.. aku ngak mau menyia nyiakan waktu ini uncle.. kalau soal undangan itu, kapan kapan juga bisa kan..
Carlo yang mendengar jawaban Alfa merasa tersentuh hatinya. Dan Carlo pun mengerti maksud dari Alfa. Alfa yang kekurangan kasih sayang dari seorang papa, kini dia mendapatkannya dari ayahnya, dan Alfa tidak ingin melewatkannya.
Clara yang duduk disamping Alfa, ternyata bisa mendengar percakapan Alfa dan Carlo. Dan di acara tadi, ternyata MC bisa mengenali Alfa. Sejak tadi MC memperhatikan Alfa, tapi dia tidak yakin kalau itu memang Alfa atau bukan, lalu MC itu membuka youtube dan melihat video terakhir dari Alfa, dan MC itu melihat keluarga Alfa. Lalu MC itu tersenyum dan ternyata perkiraannya itu benar. Lalu MC memangil dengan keras dari panggung.
MC
okhey guys.. saat ini kita akan panggilkan youtuber kita yang dari kota Z..
penonton mulai bersorak dan mereka langsung menyerukan nama CAM Fam.. CAM Fam, CAM Fam...
Alfa dan Carlo terkejut mendengar itu, lalu mereka berdua saling menatap. Seorang panitia di acara itu langsung menghampiri Alfa dan memberinya mic sambil mempersilahkannya berjalan di depannya, dan mengarahkannya ke arah panggung. Alfa masih dalam diam tapi dia juga berjalan mengikuti arahan dari panitia itu.
Clara yang melihat itu hanya bisa terkejut dan terdiam. Dave juga demikian. Sedangkan Mutiara sejak tadi ikut bersorak seperti para penonton.
Carlo mengikuti Alfa dari belakang, karna dia dan Alfa tadi sudah saling mengkode, Alfa ingin Carlo jangan jauh darinya.
Sesampai di panggung, penonton makin bersorak dan menyerukan namanya.
MC
yeey.. akhirnya.. yang kita tunggu tunggu datang juga.. padahal kemaren kita kita panitia sudah kecewa karna artis kita ini mengabaikan undangan kita.. hehehe.. tapi ternyata dia membuat kejutan untuk kita...
karna artis kita datang lengkap dengan keluarganya.. wooow.. thank you Cam Fam..
Alfa hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Sementara disampingnya juga ada Carlo yang mendampinginya.
Acara masih berlanjut, dan para artis yang mengisi acara tersebut satu per satu mengisi acara disitu. Alfa memperkenalkan keluarganya dan Alfa juga bisa berkenalan langsung dengan teman teman youtuber lainnya. Mutiara ingin ikutan dengan Alfa di acara itu, karna Alfa akan mengikuti acara itu sampai selesai, dan Carlo dan Miko yang selalu menemaninya, di atas panggung sampai di belakang panggung. Mutiara juga tak mau jauh jauh dari kakaknya. Clara dan Dave hanya bisa melihat lihat dari tempat duduk mereka tadi, karna Clara dan Dave mempercayakan anak anak mereka pada Carlo dan Miko.
Karena acara masih lama, dan Carlo melihat kakaknya sudah kecapean, Carlo menyuruh kakaknya kembali ke hotel saja, nanti dia dan Miko yang akan menjaga Alfa sampai acaranya selesai. Karna setelah acaranya selesai, Alfa dan para artis lainnya akan mengadakan kumpul bersama, skalian akan menerima bayaran. karna kehadiran mereka tentu saja akan digaji. Dan masing masing mereka bayarannya tentu saja berbeda.
Clara
ngak.. aku ngak mau.. aku mau temenin Alfa aja.
Carlo
kak.. acaranya masih lama loh.. nanti aku yang jagain keponakanku itu.. ini juga bukan pertama kalinya kan..
Clara
iya.. tapi ini beda loh Car, ini bukan di kota kita..
Carlo
Astaga kak.. ngak percaya ya sama adikmu ini.. dan juga ada Miko kok.. si rajanya Jakarta.. hahaha.. jadi ngak usah khawatir..
Clara
tapi...
Alfa
mama.. ngak apa apa kok.. mama balik aja duluan ya.. kan ada uncle..
Mutiara
mama.. Muti juga tinggal sama kakak ya..
Clara
hah? ngak ngak.. Muti balik sama mama..
Mutiara
mama... Muti mau sama kakak.. kan ada uncle juga... mama...
Mutiara mulai merajuk dan dia memohon pada Dave.
Mutiara
ayah... Muti mau sama kakak.. Muti mau ketemu sama idolanya Muti ayah.. pliiiiiiisss....
Clara
ngak boleh.. kalao Muti ngak ikut, mama ngak mau balik...
Mutiara
mama..... (makin nangis)
kakak... Muti mau sama kakak... (makin nangis)
Alfa tak tega melihat adiknya menangis. Alfa melihat ke arah Carlo dan Miko, dan mereka menganggukkan kepala mereka.
Miko
iya Muti tinggal aja, nanti aku yang jagain.. tenang ajah..
Clara
ngak ah.. aku ngak mau..
Carlo
kakak.. ngak kasihan ya lihat airmatanya Muti.. udah.. Muti tinggal sama kita..
Clara
Car...
Alfa
mama.. udah... Muti tinggal sama Alfa ya.. mama ngak usah cemas, ada uncle sama om Miko juga yang jagain..
Clara terdiam dan menatap Alfa, lalu Muti. Muti mulai berhenti menangis dan menunjukkan muka permohonannya. Clara lalu menatap ke arah Carlo, lalu ke Miko, mencari jawaban atas pernyataan Alfa. Clara lalu melihat ke arah Dave, dan Dave hanya bisa diam dan mengangkat bahunya.
Clara tak tega meninggalkan kedua anaknya, walaupun ada adiknya dan sepupu Dave yang menjaga mereka, tapi Clara merasa tak tenang jika meninggalkan anak anaknya, apalagi ini di luar kotanya.
Alfa dan Carlo meyakinkan Clara, dan dengan terpaksa Clara mengiyakannya. Mutiara sangat senang, lalu memeluk dan mencium Clara sambil bertrima kasih. Clara akhirnya pamit, dan Dave juga.
Diperjalanan Clara dan Dave, di dalam mobil, Clara masih diam saja.
Dave
hei sweety, kok diam aja? ngak usah khawatir memikirkan anak anak, kan ada yang jagain..
Clara
iya sih.. tapi tetap aja...
Dave lalu menggenggam tangan Clara, lalu menciumnya. Clara hanya bisa menghela nafasnya dan membuangnya panjang, karna yang Dave lakukan itu bisa sedikit menenangkan perasaannya. Clara lalu menatap Dave yang masih menaruh tangannya di bibirnya, dan Clara pun tersenyum.
Clara
trima kasih..
Dave
hmm? untuk apa?
Clara
untuk... ya untuk semuanya..
Dave
jangan bertrima kasih skarang, karna aku belum melakukan apa apa untukmu..
Clara
kamu sudah melakukan banyak hal padaku, dan anak anakku..
Dave
hei.. jangan lagi bilang anak anakmu.. tapi anak anak kita..
dan aku belum merasa melakukan apapun pada kalian..
Clara
heheh... baiklah.. terserah kamu aja..
Clara tersenyum dan Dave pun begitu.
Akhirnya mereka sampai di hotel tempat Clara menginap. Dave mengantar Clara sampai di depan kamarnya.
Dave
sweety.. kita belum makan malam..
Clara
ohya.. tapi aku capek mau kemana mana lagi..
kita pesan makanan aja, dan kita makan di sini aja.. di kamarku..
Dave
okhey..
Dave masuk ke dalam kamar bersama Clara, dan Clara meminta Dave yang memesan makanan mereka. Clara mengambil baju dari lemari, lalu membawanya ke kamar mandi. Clara lalu masuk ke kamr mandi dan mandi, karna dirinya sangat merasa gerah karna perjalanan tadi. Dave menunggunya dengan duduk di sofa sambil memainkan hp nya.
Selesai mandi, Clara keluar dari kamar mandi dengan mengenakan baju santainya. hanya celana selutut dan kaos oblong hitam dan handuk yang masih membungkus rambutnya. Dave yang melihat Clara keluar dari kamar mandi langsung mencium wangi segar dan menatap Clara. Clara yang merasa malu karna tatapan Dave langsung tertawa.
Clara
hei.. kok liatin aku kayak gitu sih? jadi takut deh..
Dave
heheh.. habis wanginya sangat menggoda.. segeeer...
Clara
ets.. jangan m***m ya pikirannya.. hahha..
Dave
hmm.. biarkan waktu yang menjawab..
mereka berdua lalu tertawa bersama.
Clara menuju meja rias, lalu mengambil hair dryer lalu mencoloknya dan mulai mengeringkan rambutnya. Dave yang melihat itu langsung berjalan mendekati Clara yang sedang dudu lalu mengambil hair dryer yang di pegang Clara.
Clara
eeeh...
Clara terkejut
Dave
sini aku bantu keringkan rambutmu..
Clara
eh.. ngak usah.. aku aja..
Dave
udah.. duduk yang manis aja.. nanti aku yang lanjutkan..
Clara menjadi malu dengan apa yang dilakukan Dave itu. tapi perasaannya juga menghangat dan merasa bahagia.
Setelah selesai, Dave yang membereskan hair dryer nya. mencabutnya dari colokan, lalu menyimpannya di laci. Lalu mengambil sisir dan menyisir rambut Clara.
Dave
selesai..
Clara
makasih sayangku..
Clara tersenyum dan Dave pun membalas senyumannya.
Clara berdiri dari tempat duduknya, lalu Dave menarik pinggang Clara sampai tubuh Clara jadi menghadap dan menempel ke Dave. Clara terkejut tapi tidak marah padanya. Dave lalu mengecup bibir Clara, sekali, dua kali, tiga kali, lalu menatap mata Clara. Clara sangat malu dan hanya bisa tersenyum.
Dave
apa aku boleh menciummu?
Clara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Dave lalu mencium bibir Clara, dan cumbuan mereka makin memanas. Dave memegang kepala Clara dengan satu tangannya dan tangan satunya lagi masih memeluk pinggang Clara. Clara juga tanpa disadarinya kedua tangannya sudah ada di belakang leher Dave dan memeluknya. Masih b******u, Dave mgeluarkan lidahnya dan mendorong bibir Clara agar mulutnya terbuka, dan mulut Clara pun terbuka, lalu dengan bebas lidah Dave masuk di dalam mutut Clara dan Dave mulai memainkan lidahnya di dalam mulut Clara. Clara meresponnya dan mengikuti alur ciuman Dave. Ketika mereka merasa mulai kehabisan nafas, mereka berhenti sejenak dan melanjutkannya lagi. Semakin panas ciuman mereka, lalu Dave mulai memasukkan tangannya ke dalam kaos Clara, dan sampai di p******a Clara. Dave meremas pelan p******a Clara dan tak disadari Clara, suara desahan lolos dari bibirnya. Dave tersenyum melihat wajah Clara yang mulai berubah warna menjadi pink, karna Clara makin malu di buat Dave. Dave lalu mencium leher Clara, membuat Clara makin merasa geli, dan tangan Dave masih meremas dengan lembut p******a Clara. Dave lalu mengangkat kaosnya Clara dan ciuman Dave turun ke d**a Clara. Clara mulai meremas rambut Dave, dan Dave mulai mencium p******a Clara yang masih tertutup bra. Dave masih mencium area d**a Clara, lalu Dave mengangkat kaos Clara dan melepaskannya dari tubuh Clara. lalu Dave membuka pengait bra Clara, lalu melepasnya. Clara hanya bisa mengikuti alurnya. Lalu Dave meremas pelan p******a Clara, lalu mencumbu lagi bibirnya Clara. Setelah puas b******u, Dave menurunkan ciumannya ke arah leher Clara, lalu turun ke d**a, lalu ke p******a, dan menghisap putingnya. Clara makin mendesah, dan suara desahannya itu membuat Dave makin memburu menghisap putingnya Clara. Dave lalu memainkan lidahnya di p****g p******a Clara, membuat Clara makin mendesah sambil meremas remas rambutnya Dave. Lalu Dave mencumbu bibir Clara kembali. Dan masih dalam keadaan b******u, Dave memasukkan tangannya di dalam celana Clara, karna Clara memakai celana legging, jadi sangat mudah Dave menjangkaunya. Dave memasukkan tangannya ke dalam celana Clara, lalu menembus celana dalamnya Clara, dan Dave sampai di area sensitif Clara yang terasa hangat disana, dan mulai terasa basah. Clara hanya bisa membulatkan matanya melihat ke wajah Dave, tapi Dave hanya tersenyum dan mencumbunya kembali.
Posisi mereka masih dalam keadaan berdiri dan hanya dekat dengan tempat tidur, lalu Dave dengan tangan satunya yang memeluk pinggang Clara membawa Clara ke tempat tidur, dan posisi Clara pun tertidur dan Dave tidur di sampingnya. Dan tangan Dave yang satunya masih berada di dalam celana Clara. Lalu dengan keadaan tertidur, Dave mulai memainkan jarinya di dalam sana, membuat Clara tak bisa menahan tubuhnya, dan mulai bergerak tak karuan. Dave makin memainkan jarinya sambil menghisap p******a Clara dan menghisap putingnya lalu memainkan lidahnya disana. Clara benar benar tak bisa menahan rasa itu, dan Clara berusaha menahan suara desahannya tapi tak bisa. suara itu tetap lolos dari mulutnya. Sampai Clara mendapat kenikmatan dan mencapai puncaknya, lalu Dave berhenti dan mengeluarkan tangannya dari dalam celana Clara, dan jari jarinya sudah sangat basah. Dave mencium bibir Clara, lalu suara bel pintu berbunyi. Clara terkejut dan langsung berdiri dan mengambil bra dan kaosnya yang sudah di lantai, lalu berlari ke kamar mandi. Dave mengikuti Clara ke kamar mandi, lalu mencuci tangannya. dan dilihatnya Clara sedang memakai bra nya, lalu Dave tersenyum dan membantu Clara memakaikan branya. Clara hanya bisa memukul pelan lengan Dave dan berkata.
Clara
sana.. buka pintunya..
Dave
iya sayang...
Dengan tersenyum Dave pergi membukakan pintunya. Itu adalah pelayan yang membawa makanan pesanan mereka. Dave pun mempersilahkan pelayan itu masuk, lalu pelayan itu masuk dan mengatur pesanan mereka itu di meja yang ada di dalam kamar itu. Selesai pelayan itu mengaturnya, Dave lalu membayar pesanan mereka itu dan memberi pelayan itu tip. Pelayan itu pun bertrima kasih pada Dave dan pamit.
Seperginya pelayan itu, Dave mengetuk pintu kamar mandi, dan mengajak Clara untuk makan. Clara pun keluar dan menuju tempat yang sudah disiapkan. Dan mereka pun makan. Sementara makan, Clara menelpon Carlo, menanyakan mereka sedang apa. Dan jawaban Carlo adalah mereka sedang makan malam di mall tadi. Clara pun merasa tenang karna sudah tau kalau anak anaknya juga sedang makan. Dave yang melihat itu hanya tersenyum.
Clara
kamu kok dari tadi senyum senyum sendiri sih? ada yang lucu ya?
Dave
ngak ada yang lucu kok. aku hanya bahagia aja..
Clara
hmm.. atau lagi ketawain aku tadi ya..
Dave
heh?
Clara
iya.. kamu kelewatan tadi Dave...
Dave
maksud kamu? apa aku nyakitin kamu tadi?
Dave merasa khawatir.
Clara
kamu kelewatan pokoknya...
Dave menghentikan makannya dan berjongkok di samping Clara. Clara terkejut karna melihat wajah Dave yang seperti ketakutan.
Dave
maksud kamu gimana sayang? maafkan aku kalau aku menyakiti kamu dan...
Belum habis kata kata Dave, Clara membungkam mulut Dave dengan bibirnya, dan membuat Dave bingung.
Clara
iya kelewatan.. karna membuat aku mendesah..
Clara tertawa dan Dave jadi ikut tertawa. Dave lalu memeluk pinggang Clara dan kepalanya bersandar di d**a Clara.
Dave
aku pikir aku menyakitimu tadi. aku benar benar ketakutan sayang..
dan soal tadi, aku hanya ingin kamu bahagia, dan kamu harus tanggung jawab lain kali.. karna lain kali aku akan meminta lebih dari ini.. hehhe..
Clara
ooow... hahah..
ayo ayo.. lanjutkan makannya..
Dave pun berdiri dan mencium dahinya Clara, lalu duduk kembali ke kursinya dan melanjutkan makannya.
Dave sangat bahagia melihat Clara bahagia. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan membahagiakan Clara. Selama Clara bahagia, itulah juga kebahagiannya. Clara dan anak anaknya sekarang adalah kebahagiannya. Dan tidak boleh ada orang lain yang boleh membuat orang orang tercintanya ini sedih apalagi menyakitinya.
Mereka melanjutkan makannya sambil mengobrol. Dave memutuskan menunggu sampai anak anaknya pulang, baru dia juga akan pulang. Karna dia tidak ingin meninggalkan Clara sendirian di hotel.